D'MASIV Ingin Ciptakan Lagu Berbahasa Inggris D'MASIV saat tampil di acara merahputih.com, Sabtu (10/6), di Clique Kitchen & Bar, Serpong, Tangerang (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Sejak awal terbentuknya pada 3 Maret 2003, D'MASIV tidak pernah berniat untuk sekadar iseng. Bermula dari tekad dan mimpi, band yang digawangi Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Kiki (bas), dan Wahyu (drum) ini bekerja keras hingga mereka bisa meraih kepopuleran seperti kini. Dalam wawancara di acara "Merahputih.com Ngabuburit Bareng D'MASIV", Sabtu (10/6), di Clique Kitchen & Bar, mereka berbagi cerita perjalanan yang mereka lalui hingga mencapai usia ini.

Bagaimana D'MASIV bisa sukses hingga saat ini?

Pas membentuk band, enggak pernah yang namanya kita iseng-iseng. Dari awal kita sudah komitmen untuk sukses bareng-bareng. D'MASIV adalah band yang lahir dari sebuah gang kecil, yang kalau jalan cuma muat satu orang. Tapi di situ kami punya banyak mimpi, dan mimpi itu terus bertambah sejak masuk ke industri musik.

Dulu waktu masa-masa kita berjuang, aku (Rian) suka mengkhayal di studio. Aku sering bilang, "Apa kabar Surabaya? Makassar?". Itu pas kita masih belum tur ke mana-mana. Eh tapi akhirnya kejadian, kita ke kota-kota itu. Terus aku ngarang lagi, "Apa kabar Melbourne?". Sok-sokan sih, tapi akhirnya kesampaian juga. Kita terakhir main di Irlandia, terus Melbourne, Korea, semua negara Asia Tenggara, Hong Kong, dan Thailand. Ternyata, khayalan yang kita ucapkan itu bisa tercapai dengan kerja keras.

Selama 14 tahun ini, adakah pengalaman yang paling mengesankan?

Kemarin sempat menginjakkan kaki di Eropa. Enggak pake duit sendiri, tapi menang festival (Guinness Live Arthur's Day 2013 -red.), mengalahkan beberapa band yang udah senior. Kalau lihat di Youtube, ada lagu ("Salah Paham" -red.) yang ambil beberapa tempat di sana. Itu juga jadi hal yang cukup berani, nekat.

Orang kira kita mainstream band, ditaruh di acara musik pagi. Tapi terus kita tiba-tiba main jazz, aransemen ulang musik semuanya. Sebenarnya kita pengin orang tahu bahwa kita musisi yang besar bukan karena kontroversi atau gosip, tapi justru karena karyanya D’MASIV.

Meski sudah menelurkan banyak hit, seperti "Cinta Ini Membunuhku", "Diam Tanpa Kata", dan "Jangan Menyerah", band ini tidak pernah berhenti bermimpi. Masih ada banyak hal yang ingin D'MASIV capai dalam karier bermusik mereka.

Apa impian yang masih belum tercapai di usia menjelang 15 tahun ini?

Kalau mimpi banyak banget. Selalu ada mimpi-mimpi baru, selalu ada inspirasi baru. Yang pasti salah satunya kita ingin punya lagu berbahasa Inggris. Jadi bisa melebarkan jangkauan pendengar.

Kl go international sih semua band udah bisa ya. Sekarang kan go international enggak lagi harus datang ke mana-mana, dengan media sosial sudah bisa go international. Tapi dengan bahasa Inggris, lagu kita bisa lebih mengena maknanya ke pendengar di mana pun.

Oke deh, semoga D'MASIV sukses menggapai mimpi-mimpinya. Dan, pastinya, Sahabat MerahPutih bersama seluruh Masivers menantikan lagu-lagu bahasa Inggris dari D'MASIV.

Kredit : irene


Asty TC

LAINNYA DARI MERAH PUTIH