Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama Penelitian: cuti lama dapat memperpanjang umur (Foto: Pixabay/stokpic)

11-12 dengan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, yang belakangan banyak diberlakukan berbagai bidang usaha. Saat cuti dari kantor, seharusnya tidak ada tuntutan pekerjaan. Setidaknya kedua hal tersebut enggak mengharuskan kita untuk datang ke kantor. Artinya, banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk melakukan kegiatan lain.

Baca juga:

Tingkatkan Sistem Imun Tubuh dengan Atur Pola Makan

Luangkan waktumu untuk menikmati hari-hari senggang. Tidak hanya menyenangkan, cuti atau libur dari pekerjaan juga memiliki banyak manfaat, salah satunya memberi umur panjang. Dilansir dari laman independent, terdapat penelitian yang mendukung pernyataan ini.

Penelitian dimulai sejak 1960-an, berkembang menjadi studi longitudinal pada 1970-an untuk lebih memahami penyakit kardiovaskular. Lalu, pekerjaan ini diperpanjang hingga 2014. Sebagian berfokus pada bagaimana faktor risiko saat usia paruh baya dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan di usia tua.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa orang-orang yang mengambil cuti tahunan kurang dari tiga minggu, sepertiga lebih mungkin mati muda daripada mereka yang mengambil cuti lebih banyak. Para peneliti mengatakan bahkan diet sehat dan olahraga teratur masih belum bisa mengimbangi bekerja yang terlalu keras.

Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama
Makanan sehat belum bisa mengimbangi bekerja yang terlalu keras (Foto: Unsplash/danielcgold)

Penelitian ini melibatkan 1222 pria paruh baya yang lahir antara tahun 1919 dan 1934. Semuanya memiliki setidaknya penyakit jantung karena faktor-faktor seperti tekanan darah atau kolestrol tinggi, merokok, dan kelebihan berat badan.

Untuk penelitian ini, para pria dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi kebebasan untuk menjalani hidup. Kelompok kedua diberi instruksi cara meningkatkan kesehatan seperti berolahraga, memperbaiki pola makan, dan berhenti merokok.

Baca juga:

Rumitnya Membuat 'Homemade Hand Sanitizer'

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada konferensi European Society of Cardiology di Munich ini, menemukan bahwa mereka yang diberi saran rutin lebih cenderung meninggal muda. Para ahli menduga mungkin dengan pemberian instruksi malah menambah tekanan ekstra pada kehidupan mereka.

Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama
Bekerja terlalu keras berdampak buruk pada tubuh (Foto: Unsplash/miquelena)

Mengutip cnbc, kelompok yang diberi instruksi memiliki angka kematian lebih tinggi daripada yang tidak. Pelakunya? Bekerja terlalu keras, tidak cukup tidur, dan tidak cukup berlibur. Namun, di antara kelompok yang sama, mereka yang mengambil cuti kurang dari tiga minggu setiap tahun, 37% lebih mungkin meninggal muda dalam 30 tahun ke depan.

Dalam penelitian, profesor Strandberg menyatakan pria dengan liburan yang lebih pendek bekerja lebih banyak dan tidur lebih sedikit daripada mereka yang berlibur lebih lama. "Gaya hidup yang penuh tekanan ini mungkin telah menolak manfaat pemberian instruksi, juga memiliki efek psikologis yang merugikan pada orang-orang ini dengan menambahkan tekanan pada kehidupan mereka," kata Strandberg. (Arb)

Baca juga:

Informasi Penting yang Harus Kamu Tahu Soal Protokol 'Lockdown'


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH