Curug-Curug yang Memesona di Geopark Ciletuh Curug Awang yang mirip dengan Air Terjun Niagara. (Foto: instagram@adnansamsuleh)

GEOPARK Ciletuh, Palabuhan Ratu sudah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark ditahun 2015, selain Rinjani. Menurut laman Arah Destinasi, Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Geopark Ciletuh memang sangat oke.

Potensinya sangat besar dengan keindahan alamnya yang lengkap. Seperti landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut.

Di Geopark Ciletuh ini wilayahnya dikelilingi oleh hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Termasuk juga kawasan pantai yang keren. Menariknya lagi kawasan Geopark Ciletuh ini memiliki ombak yang disukai surfer-surfer dunia, seperti di Pantai Cimaja. Bahkan pantai itu sering dijadikan sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional,

curug geopark ciletuh
Curug-curug di Geopark Ciletuh yang menjadi daya tarik besar. (Foto: instagram@herwinkrisbianto)

Luas kawasan ini mencapai 37 ribu kilometer, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Meskipun sebenarnya masih banyak yang harus dibenahi oleh pemerintah setempat. Termasuk keterlibatan masyarakatnya sendiri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kehembiraannya atas penetapan Ciletuh ke dalam UNESCO Global Geopark. Menurut Menpar, semakin banyak pengakuan dunia, semakin naik pamor Indonesia. Penetapan ini juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Cileteh, Sukabumi. Imbasnya tentu peningkatan ekonomi rakyat.

Terdapat lebih dari 50 destinasi wisata yang masuk dalam kawasan geopark ini. Geopark ini mencakup delapan kecamatan di Jawa Barat. Ada beberapa destinasi wilayah yang dapat kamu datangi di kawasan ini, terutama adalah curug-curugnya yang memiliki pemadangan memesona.

1. Curug Cimarinjung terlihat jelas dari Pantai Palangpang

curug cimarinjung
Bagian atas Curug Cimarinjung yang terlihat dari Pantai Palangpang. (Foto: instagram/badtheroen)


Curug ini sanbat memesona ketika memandang lepas ke arahnya dari dari Pantai Palangpang. Yang terlihat dari pantai itu hanyalah bagian atasnya. Tinggi curug ini sekitar 50 meter yang terletak di Desa Ciwaru. Air terjun ini merupakan muara dari aliran Sungai Cimarinjung. Kalau warga setempat menyebutnya sebagai Curug Goong. Konon karena pada hari tertentu terdengar suara gong. Mitos menyebutkan adanya gong peninggalan dari kraton gaib. Di atas Curug Cimarinjung ini terdapat dua curug lagi, Curug Nyelempet dan Curug Dogdog. Akses menuju curug ini dari Loji di Pelabuhan Ratu melewati Puncak Darma dan sampai ke lokasi. Hanya butuh berjalan kaki lima menit dari parkir menuju lokasi. Hanya saja kamu dilarang keras berenang di curug ini, alirannya terlalu deras.

2. Curug Sodong memiliki banyak ‘teman’ curug dan dua gua

curug sodong
Curug Sodong yang sangat mudah diakses. (Foto: instagram@warmanwardhani)


Letaknya sama dengan Curug Cimarinjung, berada di Desa Ciwaru. Curug ini disebut juga dengan nama Curug Kembar. Karena terdapat dua aliran curug lagi di sebelahnya. Kemudian di sebelah atasnya terdapat Curug Cikanteh. Disebut Curug Sodong karena bila debit airnya menyusut, maka terlihat sodong atau gua dalam bahasa lokal. Sangat tidak dianjurkan menelusuri gua bila tidak disertai pemandu warga lokal. Nilai plus curug ini adalah sangat mudah aksesnya. Dari lokasi parkir sudah terlihat curug ini.

3. Curug Cikanteh sangat disuka oleh para pecinta alam

curug cikanteh
Curug Cikanteh, memiliki akses jalan yang rapih menuju curug. (Foto: instagram@ciletuhexplore)

Curug Cikanteh dibandingkan dua curug sebelumnya, lokasinya berada paling atas. Lokasinya berada di Desa Ciwaru. Untuk mendatangi curug ini hanya berjalan kaki dari Curug Sodong selama 30 menit. Aksesnya sudah rapih dengan jalan setapak berbatu. Selain itu pelancong harus melintasi sungai tanpa melalui jembatan. Sungguh petualangan alam yang menyenangkan.


4. Curug Awang, kembaran Air Terjun Niagara di Amerika

curug awang
Crurug Awang merupakan curug yang lokasinya lebih ke atas. (Foto: instagram@marliayossie)

Bila debit airnya tinggi, air terjun ini menyuguhkan layaknya Air Terjun Niagara di Amerika. Air mengalir dengan derasnya menuju ke bawah membuat deburan air menyiprat ke udara. Dimesi curug ini, tinggi sekitar 40 meter dan lebar 60 meter. Butuh waktu sekitar satu jam berkendara dari Curug Sodong menuju Curug Awang yang berada di Desa Taman Jaya. Yang membedakan dengan Air Terjun Niagara, di kiri kanan Curug Awang ini terdapat sawah-sawah milik warga lokal. Udara di curug ini sangat manis karena terdapat pengolahan gula merah. Curug yang berada di aliran Sungai Ciletuh ini memiliki teman Curug Tengah dan Curug Puncak Manik. (psr)

Kredit : paksi


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH