Curhat Pedagang Hingga Buruh Angkut Tanah Abang Pasca Kerusuhan Para pedagang dan calon pembeli duduk di depan loby Blok A dan B Pasar Tanah Abang Jakarta, Kamis (23/05) (Antara/Boyke Ledy Watra)

Merahputih.com - Pedagang yang memiliki bisnis di Blok A dan B Pasar Tanah Abang Jakarta berharap kerusuhan yang terjadi sejak 21-22 Mei 2019 bisa diakhiri. Sehingga, aktivitas perekonomian bisa kembali normal.

"Ya kami berharap sama menahan diri dan mengalah demi kepentingan rakyat yang lebih besar," kata salah seorang pedagang tekstil di Pasar Tanah Abang Blok A, Teong (40), di Jakarta, Kamis (23/5).

BACA JUGA: Polisi Masih Berjaga di Bawaslu Antisipasi Aksi Susulan

Menurut Teong, kerusuhan itu membuat banyak masyarakat dirugikan. Baik secara finansial maupun psikis. "Bagi kami pedagang rugi sepuluhan juta rupiah per hari, kami juga menghidupi keluarga, menggaji karyawan, apalagi ini sudah hampir lebaran,” jelas dia.

Pasar Tanah Abang Blok A dan B, kata dia, mulai ditutup operasionalnya sejak pagi Kamis, dan baru akan dibuka kembali jika situasi dinyatakan kondusif.

Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)
Pasar Tanah Abang (MP/Dery Ridwansah)

Pedagang lainnya, Salman (50) mengatakan dirinya merugi Rp10 juta per hari jika pasar ditutup total aktivitas perdagangannya.

"Kita berharap pemerintah bisa menemukan solusi agar situasi bisa segera kondusif, bagi yang membuat ricuh tolong akhiri demi masyarakat banyak," ucap Salman.

Harapan senada juga disampaikan oleh seorang buruh angkut, Mamet (57), kericuhan mengakibatkan dirinya kehilangan pendapatan ekonomi untuk keluarga.

BACA JUGA: Masih Kisruh, Pasar Tanah Abang Tutup Total

"Biasanya pada hari normal saya dapat rata-rata Rp80 ribu untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, dengan ditutup saya tidak dapat apa-apa," ujarnya.

Ia berharap pembuat ricuh menyudahi aksi mereka karena banyak rakyat kecil sepertinya yang akhirnya kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH