Pilpres 2019
Curhat Nelayan ke Sandiaga: Dari BBM Mahal hingga Ikan Murah Sandiaga di Bali (Tim media Prabowo-Sandi)

MerahPutih.com - Fahrurozi, nelayan di desa Pengambengan, Negara, Bali meminta kepada Calon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno agar memperhatikan harga BBM dan harga ikan yang jatuh setiap panen.

“Nelayan sekarang semakin susah pak. BBM mahal dan ikan murah pas panen. Kondisi nelayan kian mempeihatinkan,” terang Fahrurozi saat berdialog dengan Sandi, Selasa (12/3/).

Sementara itu, Dahlan mengungkapkan betapa sulitnya para anak muda setelah lulus sekolah mendapatkan kerja. “Semakin hari semakin susah dapat kerja,” terang Dahlan.

Sedangkan Ibu Ida meminta agar listrik kembali disubsidi, karena semakin hari semakin mahal. Sementara harga ikan murah, semakin turun pendapatan ekonomi rumah tangga.

sandiaga
Sandiaga Uno menyapa nelayan di desa Pengambengan, Negara, Bali (Tim media Prabowo-Sandi)

Sandi yang mendengarkan curhatan para nelayan tidak mau banyak berjanji. “Jika saya, In Shaa Allah, bersama Prabowo Subianto melayani masyarakat Indonesia, kami akan fokus pada ekonomi. Harga-harga kebutuhan pokok stabil terjangkau serta penciptaan dan penyediaan lapangan kerja buat anak negeri,” tegas Sandi.

Soal listrik, lanjut Sandi, Prabowo Subianto sudah menyatakan akan menurunkan harga listrik. Usai acara, calon wakiil presiden nomor urut 02 ini, sempat mencicipi ikan Lemuru, ikan khas daerah tersebut dengan pemandangan laut lepas.

“Ikan lemurunya enak. Tapi yang paling mahal adalah pemandangannya, angin sepoi-sepoi sama suara deburan ombak. Bali di manapun indah,” pungkas Sandi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Pilkada Terbanyak Terjadi di Riau
Indonesia
Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Pilkada Terbanyak Terjadi di Riau

Sebanyak 34 kasus pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19 terjadi saat kontestasi pilkada serentak.

 Mahkamah Agung Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
Mahkamah Agung Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

"Menyatakan Pasal 34 ayat 1 dan 2 Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat

 FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor
Indonesia
FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor

"Oleh karena itu saya ingatkan di sini setuju nggak kira-kira kalau rakyat Indoneisa ganti hukumnya sekarang kita pakai hukum potong tangan aja," pungkasnya.

Usul Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sandi: Terlalu Sentuh Ranah Privat
Indonesia
Usul Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sandi: Terlalu Sentuh Ranah Privat

Sandiaga Uno menanggapi jenaka soal ucapan Menko PMK Muhadjir Effendy soal fatwa pernikahan lintas ekonomi.

Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina
Indonesia
Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina

Jika nantinya hasil swab mereka positif, mereka akan tak dibawa ke Wisma Atlet

Mabes Polri Turun Tangan Cegah Penyebaran Virus Corona
Indonesia
Mabes Polri Turun Tangan Cegah Penyebaran Virus Corona

Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatiannya tentang penyebaran virus corona.

Yuk Donor, PMI Kekurangan Stok Darah
Indonesia
Yuk Donor, PMI Kekurangan Stok Darah

Stok darah yang ada di PMI hanya bisa memenuhi kebutuhan permintaan darah untuk dua hari.

Yogyakarta Mulai Gencarkan Promosi Wisata Alam
Indonesia
Yogyakarta Mulai Gencarkan Promosi Wisata Alam

Penerapan protokol kesehatan dan penyediaan fasilitas kebersihan adalah syarat utama yang harus dipenuhi destinasi wisata yang hendak dipromosikan tersebut.

KRL Dituding Sarang Penyebaran Corona, Begini Klarifikasi KCI
Indonesia
KRL Dituding Sarang Penyebaran Corona, Begini Klarifikasi KCI

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah melaksanakan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di transportasi publik.