Cungkring, Makanan Langka dari Jalan Suryakencana Bogor Cungkring makanan yang hanya ditemukan di Jalan Suryakencana (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)

ADA sebuah sajian khas Bogor yang cukup asing di telinga. Ia adalah cungkring, singkatan dari cungur (bibir) dan kaki garingan. Makanan ini hanya bisa ditemukan di kawasan Pecinan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari Antara, cungkring selalu diburu oleh penggemar kuliner, baik lokal maupun dari luar kota. Bahkan ada yang sengaja datang dari luar kota hanya ingin mencicipi makan ini.

"Saya datang ke sini memang sengaja untuk menikmati cungkring," kata Budi Prasetyo (41), warga Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten di Bogor, Kamis (28/2).

1. Punya rasa khas

Cungkring makanan yang hanya ditemukan di Jalan Suryakencana (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)
Cungkring makanan yang hanya ditemukan di Jalan Suryakencana (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)

Seporsi cungkring kamu hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp18 ribu. Terbilang sangat murah untuk sajian khas yang cukup langka. Bahkan Damayanti (39) warga asal Tangerang mengatakan Suryakencana adalah satu-satunya tempat untuk merasakan nikmatnya cungkring.

Cungkring biasanya disajikan dengan potongan lontong. Rasa khasnya muncul dari baluran oleh bumbu kacang, "ini membuat cita rasanya nikmat, manis, asin, dan pedas jadi satu," kata Budi yang mengaku ketagihan cungkring selama dua tahun terakhir.

2. Ada empat penjual

Cungkring disajikan sangat sederhana (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)
Cungkring disajikan sangat sederhana (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)

Seperti yang dijelaskan, makanan dari bibir dan otot kaki sapi tersebut sangat langka. Bahkan Dwi Noviani (20) warga setempat mengatakan hanya ada empat penjual yang menjual cungkring di kawasan Suryakencana.

"Dari empat yang ada, yang paling legendaris adalah cungkring Pak Jumat," kata dia. Menurut Dwi, cungkring buatan Pak Jumat memiliki cita rasa yang pas. Bahkan setiap harinya lapak kecil di depan kedai kopi tersebut tak pernah sepi pembeli.

3. Sudah lama beroperasi

Salah satu pembeli cungkring Pak Jumat (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)
Salah satu pembeli cungkring Pak Jumat (Sumber: ANTARANews/Aditya Pradana Putra)

Cungkring Pak Jumat buka setiap pukul 06.30 hingga 10.00 Wib. Terkadang waktu tutupnya lebih cepat karena barang dagangannya ludes terjual. Biasanya saat waktu buka tiba, pembeli sudah siap mengantre untuk sarapan.

Putra Pak Jumat, Muhammad Deden mengatakan awalnya kakek Deden berkeliling untuk menjual cungkring. Namun, sejak 1975, penerusnya Pak Jumat memutuskan untuk mangkal di Jalan Suryakencana.

"Karena semakin ramai, beberapa orang mengikuti jejak ayah saya berjualan di Suryakencana ini. Saat ini juga mulai banyak bermunculan pedagang cungkring baru," katanya.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH