Cuma 4,1 Persen Rumah Sakit di Indonesia Miliki Insinerator Berizin Rumah Sakit Lapangan Tambak. (Foto: Andika)

MerahPutih.com - Penambahan jumlah dan volume limbah khususnya limbah medis yang semakin meningkat belum diimbangi dengan kapasitas pengolahan limbah yang memadai. Untuk itu,

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta memanfaatkan teknologi pengolah limbah dan teknologi daur ulang untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pengolahan limbah medis COVID-19.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, ada beberapa teknologi yang sudah proven yang dikembangkan untuk membantu peningkatan jumlah kapasitas pengolahan limbah ini secara signifikan.

Baca Juga:

Dana Penanganan Limbah Medis COVID-19 Diproyeksi Rp 1,3 Triliun

"Khususnya adalah teknologi yang bisa dipakai untuk pengolahan limbah di skala yang lebih kecil dan sifatnya mobile," ujar Kepala BRIN.

Kepala BRIN, penggunaan teknologi tersebut diharapkan bisa menjangkau daerah-daerah yang memiliki penduduk relatif sedikit dengan skala limbah yang juga tidak banyak. Selain itu, teknologi itu juga diyakini lebih hemat dibandingkan membuat insinerator terpusat dalam skala besar.

"Kalau kita harus membangun insinerator besar itu tentu akan jauh lebih mahal dan juga menimbulkan masalah terkait dengan pengumpulan, karena pengumpulan dari limbah ke insinerator yang terpusat juga menimbulkan biaya tersendiri," imbuhnya.

Kepala BRIN juga mengusulkan teknologi daur ulang limbah medis yang berpotensi memunculkan nilai tambah secara ekonomi. Cara ini diyakini akan meningkatkan kepatuhan fasilitas kesehatan yang menghasilkan limbah karena ada insentif finansial dari bisnis daur ulang tersebut. Selain itu, juga berpotensi mengurangi biaya pengelolaan limbah secara keseluruhan.

Pasien COVID-19. (Foto: Antara)
Pasien COVID-19. (Foto: Antara)

"Tadi kami menyampaikan contoh itu adalah alat penghancur jarum suntik yang bisa menghasilkan residu berupa stainless steel murni, dan juga daur ulang untuk APD (alat pelindung diri) dan masker yang bahannya adalah polypropylene, sehingga kita bisa peroleh propylene murni (PP), jenis plastik propylene murni yang nilai ekonominya juga cukup tinggi," jelasnya.

Kepala BRIN mengungkapkan, sarana pengelolaan limbah medis tidak sebanding dengan penambahan volume limbah medis yang semakin meningkat. Misalnya, saat ini baru 4,1 persen dari seluruh rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas insinerator yang berizin.

"Kemudian juga di seluruh indonesia baru ada 20 pelaku usaha pengelolaan limbah dan yang terpenting adalah—seperti yang disampaikan Ibu Menteri LHK—hampir semuanya masih terpusat di Pulau Jawa. Jadi distribusinya belum merata," jelasnya. (Pon)

Baca Juga:

Mahasiswa ITS Gagas Masker Kain Dengan Filter Limbah Lontar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan

Dikabarkan, pemerintah Arab Saudi belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan ibadah haji 2021.

Upaya Terakhir Trump dan Biden Berebut Gedung Putih
Indonesia
Upaya Terakhir Trump dan Biden Berebut Gedung Putih

Paling tidak, agar bisa melenggang ke Gedung Putih, dari 538 suara yang diperebutkan, pemenangnya harus mendulang 270 suara atau lebih.

Bantah Rizieq Shihab Positif COVID-19
Indonesia
Bantah Rizieq Shihab Positif COVID-19

Beredar foto secarik kertas dikalangan awak media hasil laboratorium yang menyebutkan pentolan FPI Rizieq Shihab terjangkit positif virus corona.

[HOAKS atau FAKTA]: Pentolan KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo Berada di Luar Negeri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pentolan KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo Berada di Luar Negeri

Pada 15 Oktober 2020, Gatot Nurmantyo bersama pimpinan KAMI lainnya, Din Syamsuddin, pun mendatangi para petinggi KAMI yang ditahan di Bareskrim Polrim. Namun, upaya tersebut gagal.

Di Tengah Guyuran Hujan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel
Indonesia
Di Tengah Guyuran Hujan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Pakauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1)

Ribuan Pelajar Papua Lolos Administrasi Beasiswa Otsus
Indonesia
Ribuan Pelajar Papua Lolos Administrasi Beasiswa Otsus

Program Beasiswa Vokasi Jepang belajar di Universitas Fukuoka.

Kang Emil Larang Warga DKI Jakarta Berwisata ke Bandung
Indonesia
Kang Emil Larang Warga DKI Jakarta Berwisata ke Bandung

“Saya imbau wisatawan yang biasanya dari DKI, kami minta tidak datang selama 7 hari ke depan ke wilayah Bandung Raya, sehingga kondisi siaga 1 ini dipahami secara jelas bahwa kami sedang mengerem, menarik rem darurat, untuk mengendalikan situasi (pandemi),” terang Kang Emil

Bamsoet Nilai Wacana Presiden Tiga Periode Prematur
Indonesia
Bamsoet Nilai Wacana Presiden Tiga Periode Prematur

Sementara di ayat 4 dijelaskan, putusan mengubah pasal-pasal UUD dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota MPR

Satu Lagi Anak Buah Anies Baswedan Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Indonesia
Satu Lagi Anak Buah Anies Baswedan Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Pujiono mengundurkan diri dari jabatannya terhitung per tanggal 17 Mei 2021 lalu.

Awal Maret TPU Rorotan Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19
Indonesia
Awal Maret TPU Rorotan Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menyampaikan bahwa kemungkinan besar awal Maret 2021 TPU Rorotan, Jakarta Utara, sudah dapat digunakan untuk menguburkan jenazah pasien COVID-19.