Cukup Bercinta Minimal Seminggu Sekali, Maka Kamu akan Bahagia Cukup bercinta satu kali dalam seminggu (Foto: Pexels/freestocks.org)

AKTIVITAS intim yang satu ini memang sangat diperlukan. Namun, kalau sudah berbicara tentang bercinta. Kebanyakan orang seperti menyerah. Misalnya banyak pria yang enggak percaya diri karena ukuran Mr. P yang kurang besar.

Lalu ada juga perempuan yang merasa enggak bisa memuaskan pasangannya. Karena mereka sulit mencapai orgasme. Hal ini juga menjadi masalah bagi pria. Belum lagi terkadang karena sibuk bekerja. Waktu bercinta sampai enggak ada.

Padahal bercinta itu sangat penting untuk membuat kehidupan rumah tangga mesra dan harmonis. Menurut penelitian terbaru. Bahkan frekuensi bercinta enggak perlu sering-sering. Cukup rutin bercinta satu kali dalam seminggu. Maka kamu akan bahagia. Demikian mengutip Health.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan di Archives of Sexual Behavior. Rata-rata orang dewasa bercinta 54 kali dalam setahun. Jika dihitung, frekuensi tersebut sama saja seperti satu kali bercinta dalam seminggu.

 Enggak ada patokan frekuensi bercinta
Jika mampu bercinta lebih dari dua kali dalam seminggu tentu enggak masalah (Foto: Pexels/Wesner Rodrigues)

Studi lain yang diterbitkan pada tahun 2015 menunjukkan. Frekuensi hubungan seks berpengaruh dengan kebahagiaan pasangan. Para peneliti yang menulis di Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks setidaknya sekali seminggu. Lebih bahagia daripada pasangan yang jarang melakukannya.

Namun, penelitian itu menegaskan. Bukan berarti frekuensi seks benar-benar harus dibatasi. Semua kembali lagi terhadap kenyamanan setiap pasangan. Jika mampu melakukannya dua sampai tiga kali dalam seminggu. Tentu enggak menjadi masalah.

Baca juga:

Empat Fakta Semen yang Perlu Diketahui Semua Perempuan

Menurut Sains, Ini Cara Terbaik untuk Membuat Bercinta Lebih Memuaskan

"Pasangan sering membuat kesalahan dengan menentukan frekuensi hubungan seks dalam kehidupan seks mereka," ujar Raffi Bilek, seorang konselor pasangan dan direktur Pusat Terapi Baltimore.

Oleh karena itu menurut Bilek. Setiap pasangan harus menemukan frekuensi seks yang pas. Supaya mereka berdua merasakan kenyamanan dalam melakukan hubungan. "Yang benar adalah apa pun yang nyaman bagimu dan pasanganmu adalah normal. Anda tidak perlu melakukan hubungan seks lebih atau kurang dari yang Anda inginkan," tambahnya.

Seiring bertambahnya usia frekuensi seks setiap pasangan berkurang
Seiring bertambahnya usia frekusnsi seks setiap pasangan berkurang (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Brian Jory, PhD, seorang profesor dan direktur studi keluarga di Berry College di Georgia mengatakan. Biasanya dua atau tiga tahun setelah menikah. Pasangan mulai merasakan kejenuhan dalam bercinta. "'kejenuhan seksual' muncul sekitar dua atau tiga tahun," tutur Jory.

Penelitian yang di lakukan di Kinsey Institute, Indiana mengungkapkan. Frekuensi seks setiap pasangan berkurang seiring bertambahnya usia. Orang di bawah usia 30 tahun berhubungan seks rata-rata 112 kali setahun (lebih dari dua kali seminggu). Tapi frekuensi itu menurun menjadi 86 kali setahun saat seseorang menginjak usia 30-39 tahun.

Kemudian bagi pasangan yang berusia 40-49 tahun. Mereka hanya berhubungan seks 69 kali dalam satu tahun. Sementara mereka yang berusia 50 tahun lebih. Frekuensi bercinta mereka hanya sekitar 52 kali dalam satu tahun.

Namun, Sahabat Merah Putih enggak perlu khawatir frekuensi bercinta kamu berkurang karena bertambahnya usia. Yang penting pertahankan rutinitas bercinta satu kali dalam seminggu tadi ya. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH