Cuitkan Polisi Bisa Diganti Satpam BCA, Warganet Dapat Ancaman Tangkapan layar ancaman.

MerahPutih.com - Akun media sosial Twiter @fchkautsar mengaku mendapat ancaman dari warganet pasca dirinya memposting sebuah narasi yang berbunyi ' Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam BCA aja gaksih.

Atas unggahan tersebut akun medsos dirinya di Twitter maupun Instagram dibanjiri Direct Message atau pesan personal oleh sejumlah akun, yang merasa keberatan dengan postingannya membawa institusi polisi.

Saking banyaknya akun fake atau asli yang menyerangnya, akhirnya @fchkautsar memutuskan untuk menutup kolom DM Instagramnya lantaran sudah terlalu muak dengan kiriman pesan yang bertubi-tubi tanpa henti.

Baca Juga:

Polisi Bikin Laporan Model A Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

"Yap sesuai dugaan, pagi ini dateng pasukan ke kolom komen dan dm. Ada yang pake akun asli, tapi banyak juga anonim. Akun IG sudah saya gembok dulu sesuai saran beberapa temen," twitnya.

Ia juga mengaku, ada pihak yang berusaha untuk mengganggu akun Twitter, dengan mencoba mereset password Twitternya. Ia pun mengunggah tangkap layar percobaan reset passwordnya.

Tangkapan layar keluhan
Tangkapan layar keluhan.

Ancaman pun tak hanya pada akun medsosnya, ia juga mengatakan telah dihubungi oleh nomor yang tak dikenal sebanyak dua. fchkautsar pun tak mau merespon panggilan tersebut.

"Update lagi. Kali ini ancaman patahin leher," sambung unggalan @fchkautsar lainnya.

Dengan banyaknya ancaman dari segala penjuri, @fchkautsar akhirnya meminta bantuan kepada sejumlah akun yang dirasa dibisa menyelesaikan masalah ini.

"Mohon bantuannya ya @safenetvoice @DamarJuniarto," lanjutya.

Pekan ini begitu banyak sorotan diutarakan warganet pada Kepolisian karena kinerjanya dalam melayani masyarakat du dunia maya. Bahkan tagar negatif dan positif mewarnai dunia maya dalam satu pekan terakhir ini, yang dipicu pengungkapan kasus dugaan pencabulan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (Asp)

Baca Juga:

Oknum Polisi yang Banting Mahasiswa Diminta Diadili di Depan Publik

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Berjatuhan, AS Kembali Keluarkan Sanksi Bagi Militer Myanmar
Dunia
Korban Berjatuhan, AS Kembali Keluarkan Sanksi Bagi Militer Myanmar

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sedikitnya 54 orang telah tewas sejak kudeta tersebut. Lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan.

Disita Kejagung Terkait Kasus Asabri, Manajemen Bersyukur Hotel Tidak Ditutup
Indonesia
Disita Kejagung Terkait Kasus Asabri, Manajemen Bersyukur Hotel Tidak Ditutup

"Kita tak tahu akar persoalan sampai hotel disita Kejagung. Yang jelas manajemen menerima apa yang sudah menjadi ketetapan dari pihak yang berwenang (Kejagung)," ujar Siswanto dalam konferensi pers di Hotel Brothers, Rabu (7/4).

Kubu Moeldoko Tanggapi Santai Gugatan Partai Demokrat
Indonesia
Kubu Moeldoko Tanggapi Santai Gugatan Partai Demokrat

Darmizal, salah seorang loyalis kubu Moeldoko menanggapi santai gugatan yang dilayangkan Partai Demokrat terhadap para inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Enam Sosok 'King Makers' di Pilpres 2024
Indonesia
Enam Sosok 'King Makers' di Pilpres 2024

Setidaknya akan ada enam sosok berjasa untuk Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

7 Kabupaten di Kalsel Dilanda Banjir, 112 Ribu Orang Jadi Pengungsi
Indonesia
7 Kabupaten di Kalsel Dilanda Banjir, 112 Ribu Orang Jadi Pengungsi

Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

Tolak Hasil KLB Demokrat, Mahfud Sebut Tudingan Miring ke Pemerintah Terbantahkan
Indonesia
Tolak Hasil KLB Demokrat, Mahfud Sebut Tudingan Miring ke Pemerintah Terbantahkan

Menko Polhukam, Mahfud MD menepis anggapan yang menyebut pemerintah lambat dalam menangani kisruh Partai Demokrat di bidang hukum administrasi negara. Mahfud menilai kinerja pemerintah terkait kisruh PD sudah cepat.

Pelantikan 21 Kepala Daerah di Jateng Dilarang Undang Tamu
Indonesia
Pelantikan 21 Kepala Daerah di Jateng Dilarang Undang Tamu

Pelantikan kepala daerah bupati dan wali kota tersebut, bakal diadakan secara virtual mengingat kondisi pandemi di Jawa Tengah belum mereda.

PSI Sebut Kebijakan Lintasan Road Bike Anies Diskriminatif
Indonesia
PSI Sebut Kebijakan Lintasan Road Bike Anies Diskriminatif

Fraksi PSI DPRD DKI meminta Gubernur Anies Baswedan untuk segera menghentikan kebijakan penyediaan jalur road bike.

Alat Isap dan Sabu 0,78 Gram Ditemukan di Rumah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie
Indonesia
Alat Isap dan Sabu 0,78 Gram Ditemukan di Rumah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Artis Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie ditangkap polisi karena diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Anak Buah Anies Minta Maaf Belum Layani Uji Emisi Warga Jakarta dengan Baik
Indonesia
Anak Buah Anies Minta Maaf Belum Layani Uji Emisi Warga Jakarta dengan Baik

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta melalui pengurangan emisi dari sektor transportasi.