Cuitan Andi Arief Disebut Warning, Tsamara Amany: Udah Ramai, Ngeles Tsamara Amany Alatas. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.Com - Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menanggapi alasan Andi Arief yang mengaku twit-nya hanya sebagai pemberitahuan atau warning ke KPU.

Tsamara menyebut, alasan Wasekjen Partai Demokrat hanya dalih untuk menutupi maksud tertentu.

"Saya kira itu mungkin upaya ngeles setelah melakukan, melancarkan tuduhan, memproduksi kebohongan, kemudian sudah ramai. Kemudian mengatakan warning," kata Tsamara kepada awak media di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Menurut Tsamara, jika Andi Arief bermaksud baik, maka sebaiknya warning itu disampikan ke KPU, bukan malah mengumbar hoaks ke publik.

"Saya kira KPU sangat terbuka dalam menerima laporan, dalam menerima aspirasi," tuturnya.

Wasekjen PD Andi Arief
Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Foto: Kricom

Tetapi, dari pernyataan Andi di kolom media sosial pribadinya, kata Tsamara, jelas terbaca bahwa dia tidak sedang memberikan warning melainkan ada tujuan lain.

"Jelas sekali yang dimaksud Pak Andi Arief dia tidak sedang memberikan warning kepada KPU. Tapi membangkitkan amarah publik dengan memproduksi kebohongan, mengiring opini seolah-olah pasangan 01 membuat kecurangan dalam pemilu," tandas Tsamara.

Sebelumnya, malalui akun Twitter pribadinya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta agar KPU-Bawaslu mengecek kabar adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebernarannya. karena ini kabar sudah beredar.1," cuit Andi Arief.

Namun, beberapa saat kemudian cuitan Andi Arief hilang dari layar postingan akun Twitter pribadinya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Jawab Prabowo, Ahli Nefrologi Beri Penjelasan Penggunaan Ulang Tabung Cuci Darah

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH