Hari Mencuci Tangan Sedunia
Cuci Tangan, Cara Paling Efektif untuk Setop Pandemi Mencuci tangan atasi pandemi.(Foto Unsplash Myriam Zilles)

KUMAN pada dasarnya merupakan kata untuk hal-hal buruk yang bisa membuat kita sakit. Kuman dapat ditemukan di udara, tubuh kita, pada makanan, tanaman, hewan, permukaan, dan apa saja yang kita sentuh. Ketika menyentuh permukaan seperti gagang pintu atau berpegangan tangan, kita sudah membawa kuman di tangan kita. Saat menyentuh wajah, kita meneruskan kuman itu dari tangan kita ke mulut, hidung, dan mata kita. Itulah titik masuk utama kuman menyelinap ke tubuh kita.

Sayandip Mukherjee, seorang ahli virologi dan ilmuwan riset enior di Unilever R&D Bangalore, menjelaskan beberapa kuman pelindung luar yang terdiri dari dua lapisan molekul lemak. Sabun dapat membantu memecah lapisan pelindung luar itu, menjebak dan menghilangkan kuman bersama dengan minyak dan puing-puing lain yang ada di tangan kita. Namun, agar sabun berrfungsi dengan semestinya, ingatlah bahwa kita harus mencuci tangan setidaknya selama 20 detik.

BACA JUGA:

Mencuci Tangan, dari Saran Medis Kontoversial ke Standar Kesehatan Umum

Menurut WHO, para ahli kesehatan terus mengingatkan bahwa praktik sederhana mencuci tangan dengan sabun dan air bersih juga merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman dan virus. Tindakan untuk mencuci tangan sebenarnya sudah diterapkan sejak sebelum pandemi terjadi. Kita diberi tahu sejak kecil untuk selalu mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan sesering mungkin.

mencuci tangan
Mencuci tangan dengan sabun apa pun akan sama efektifnya jika dilakukan dengan benar. (Foto Unsplash Yogendra Singh)

Sebelum pandemi COVID-19, WHO bersama mitra kesehatan internasional seperti UNICEF, UNIDO, UNFPA, IOM, OCHA, dan UNHCR telah mendukung dalam peningakatan kesadaran tentang pentingnya kebersihan tangan dan pengelolaan limbah terpadu untuk mengurangi risiko. WHO juga telah mendukung pemerintah di tingkat nasional dan subnasional untuk mengembangkan dan mengadaptasi pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC), termasuk peningkatan kapasitas untuk titik fokus pengawasan kesehatan lingkungan di 36 negara dan desinfeksi fasilitas perawatan kesehatan, sekolah serta bandara.

Wabah COVID-19 telah menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mengurangi penyebaran virus. Hari Mencuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober merupakan kesempatan untuk merancang cara-cara kreatif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai cara yang mudah, efektif, dan terjangkau untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan nyawa.

BACA JUGA:

Mencuci Tangan Menyelamatkan Nyawa

Studi oleh WHO menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air dapat mengurangi penyakit yang berhubungan dengan perut sebesar 50% dan penyakit pernapasan seperti flu biasa dan flu berat lainnya. Surfaktan dalam sabun dapat membantu menjebak dan menghilangkan kuman serta menghilangkan kotoran lebih baik daripada mencuci tangan hanya dengan air. Surfaktan adalah bahan pembersih yang membuat busa dan memecah minyak serta lemak sehingga mereka dapat dikeluarkan dari kulit.

Sabun batangan, shower gel, sampo, dan cairan pencuci bisa sama efektifnya dengan sabun cair dalam menghilangkan kotoran dan kuman. Ingat, sabun apa pun jika digunakan dengan benar akan membantu menjaga kebersihan tangan kamu tetap bersih dan aman.

Bagaimana jika menggunakan hand sanitizer? Sanitizer bisa tampak seperti pendekatan yang lebih mudah diakses saat ini daripada sabun. Sanitizer dengan kandungan etanol yang sangat tinggi dapat bertindak dengan cara yang mirip dengan sabun. Namun, mereka umumnya tidak seefektif sabun dan air karena partikel virus akan tetap berada di permukaan kulit jika tidak dibilas dengan air.

Meski mencuci tangan bisa amat membantu menyetop penyebaran pandemi, tak semua negara dunia bisa menyediakan sarana pendukung kebersihan. UNICEF mencatat jutaan orang tidak memiliki akses ke tempat untuk mencuci tangan mereka. Secara total, hanya 3 dari 5 orang di seluruh dunia yang memiliki fasilitas untuk mencuci tangan yang dasar. Ketika pandemi terjadi, UNICEF mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan sebagai langkah pencegahan utama terhadap COVID-19 dan mendesak upaya baru untuk menyediakan akses ke intervensi kesehatan masyarakat yang paling dasar ini di seluruh dunia.

mencuci tangan
Beberapa bagian negara masih belum mempunyai akses untuk mencuci tangan yang dasar (Foto Unsplash Dhaya Eddine Bentaleb)

Berdasar data terkini UNICEF, sebanyak 40 persen dari populasi dunia, atau 3 miliar orang dari anak-anak, orang tua, guru, petugas kesehatan, hingga anggota masyarakat lainnya tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah. Hampir tiga perempat orang di negara-negara kurang berkembang tidak memiliki fasilitas cuci tangan dasar di rumah. Sebesar 47 persen sekolah di dunia tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun. Itu memengaruhi 900 juta anak pada usia sekolah. Lebih dari sepertiga sekolah di seluruh dunia dan separuh sekolah di negara kurang berkembang tidak memiliki tempat bagi anak-anak untuk mencuci tangan sama sekali.

Di perkotaan dengan populasi padat, kondisi sanitasi bahkan bisa lebih buruk. Populasi padat di perkotaan sangat berisiko terkena infeksi pernapasan virus karena kepadatan penduduk dan pertemuan publik yang lebih sering di ruang ramai, seperti pasar, transportasi umum atau tempat ibadah. Di Indonesia, 28 persen penduduk perkotaan atau 41 juta orang tidak memiliki fasilitas cuci tangan dasar di rumah.

Untuk itulah kerja di seluruh dunia untuk memastikan anak-anak dan orang tua memiliki akses ke fasilitas cuci tangan yang tepat terus dilakukan. Selain itu, lembaga seperti UNICEF atau Global Handwashing Partnership mempromosikan kegiatan cuci tangan di lebih dari 90 negara. Mereka bekerja dengan pemerintah untuk mengembangkan kebijakan cuci tangan, strategi, dan rencana aksi. Tujuan akhirnya, tak lain, ialah mengentaskan masyarakat dari pandemi ini.(Tel)

BACA JUGA:

Mencuci Tangan, Hal Kecil yang Harus Dibiasakan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gaya Rok untuk Comeback ENHYPEN
ShowBiz
Gaya Rok untuk Comeback ENHYPEN

Terlihat fashionable.

RAPOT Nostlagia di Episode Pertama ‘Mau Gak Mau Season 2’
ShowBiz
RAPOT Nostlagia di Episode Pertama ‘Mau Gak Mau Season 2’

Berbeda dengan season sebelumnya, di Mau Gak Mau season 2 RAPOT akan langsung menayangkan empat episode di setiap minggunya.

Steam Deck, Konsol Game Portable Garapan Valve
Fun
Steam Deck, Konsol Game Portable Garapan Valve

Steam Deck diklaim setara dengan PlayStation 4 atau Xbox One.

Department Store Berkolaborasi untuk Bantu Korban Pandemi
Fun
Department Store Berkolaborasi untuk Bantu Korban Pandemi

Kolaborasi ini berupa program pengumpulan uang untuk donasi.

Kamu Harus Punya 3 Laptop Terbaik MSI Ini di 2021
Fun
Kamu Harus Punya 3 Laptop Terbaik MSI Ini di 2021

Tiga laptop terbaik MSI siap menyempurnakan 2021.

Ditemukan, Konstelasi Planet yang Mirip dengan Tata Surya Kita
Hiburan & Gaya Hidup
Teknologi dan Komunikasi Membantu Para Milenial Mengelola Keuangan
Fun
Teknologi dan Komunikasi Membantu Para Milenial Mengelola Keuangan

Berbicara soal manajemen keuangan, para milenial lebih menghargai transparansi, teknologi, dan komunikasi.

Perusahaan Ojol dan Platform Kesehatan Sukseskan Vaksinasi
Fun
Perusahaan Ojol dan Platform Kesehatan Sukseskan Vaksinasi

Kolaborasi dalam memberikan vaksin untuk masyarakat Indonesia.

realme 8 Series Dibekali Kamera 108MP
Fun
realme 8 Series Dibekali Kamera 108MP

Kamera smartphone 108MP mampu menangkap detail yang tajam dan tak terbatas.

H&M dan Merek Barat Lainnya Hadapi Boikot di Tiongkok
Fashion
H&M dan Merek Barat Lainnya Hadapi Boikot di Tiongkok

Selain H&M, ada Nike yang sudah menyampaikan keprihatinannya terhadap tuduhan melakukan kerja paksa di Xinjiang.