Cuaca Ekstrem, Yogyakarta Diprediksi Alami Hari Tanpa Hujan Ilustrasi pergerakan angin (Foto: bmkg.go.id)

MerahPutih.Com - Cuaca ekstrem tengah melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak akhir Desember 2018 hingga awal Januari 2019. Dampaknya, dari akhir tahun sampai sekarang hujan tak kunjung turun di wilayah DIY.

Cuaca Yogyakarta sepekan sebelum pergantian tahun mendadak bagaikan musim kemarau. Panas minim hujan. Padahal Yogyakarta sudah memasuki musim penghujan pada pertengahan November. Hujan pun menghiasi perayaan tahun baru di tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG DIY, Agus Sudaryatno menjelaskan kondisi tak biasa ini terjadi karena adanya bendungan angin pembawa hujan di wilayah Kalimantan.

"Sebelah barat laut Kalimantan ada tekanan rendah. Menyebabkan angin barat dari Asia ke Indonesia terbendung," ujar Agus di Yogyakarta, Senin (7/1).

Ilustrasi cerah berawan
Ilustrasi Cerah Berawan (Ist)

Padahal angin barat ini membawa uap air penghasil hujan. Hal ini berdampak hujan turun hanya di wilayah barat Kalimantan. Sementara wilayah tengah kering.

Selain itu muncul pula angin tekanan rendah di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT). Tekanan ini menarik uap air dipermukaan yang berada di wilayah Yogyakarta.

Disisi lain, lanjut Agus sumber uap air di muka air di pantai selatan Yogyakarta relatif dingin. Sehingga sulit terjadinya penguapan.

"Udah ketarik (uap air), disini sulit membuat uap air. Akhirnya Yogyakarta kering, minim hujan," bebernya.

Namun kondisi tersebut telah berlalu. Agus memastikan musim hujan kembali normal. Prakiraan cuaca Yogyakarta seminggu ke depan akan diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Muncikari Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila Ditetapkan Sebagai Tersangka



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH