COVID-19 Varian XBB Lebih Cepat Menular Dibanding BA.5 dan BA.2 Tangkapan layar - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/10). (ANTARA/Indra Arief)

MerahPutih.com - Penularan COVID-19 di tanah air hingga saat ini belum berhenti. Kini muncul COVID-19 varian baru XBB yang mesti diwaspadai dengan meningkatkan protokol kesehatan (prokes).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, COVID-19 varian XBB lebih cepat menular dibanding varian BA.5 dan BA.2. “Diketahui varian XBB ini lebih cepat menular, apabila kita melihat gelombang XBB di Singapura, ternyata lebih cepat menular 0,79 kali dibandingkan gelombang varian BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” kata Reisa di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/10).

Baca Juga:

Kota Bandung Minta Tambahan Stok Vaksin COVID-19

Meski demikian, kata Reisa, gejala varian baru XBB sama dengan varian-varian Omicron lainnya. Bahkan, jika melihat dari tingkat fatalitasnya, varian XBB lebih rendah dibanding varian Omicron lainnya. Menurut pusat pengendalian pencegahan penyakit (CDC) AS, gejala varian XBB, antara lain, demam, merasa kedinginan, batuk, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, diare dan sesak napas.

Sedangkan pada empat pasien varian XBB di Indonesia, gejala yang timbul adalah batuk dan pilek.

“Sehingga, dapat dinilai bahwa gejala yang ditimbulkan umumnya ringan,” kata dia, dikutip Antara.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Surabaya

Reisa mengatakan, semua pihak perlu belajar dari situasi di negara tetangga Singapura yang mengindikasikan penularan XBB lebih cepat dibanding varian Omicron lainnya. Menurut dia, berdasarkan pengalaman dalam menangani pandemi, kenaikan kasus hampir selalu terjadi setelah adanya varian baru yang muncul. “Kita belajar dari situasi di negara tetangga kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai lonjakan kasus kembali di Indonesia,” kata Reisa. Hingga 26 Oktober 2022, terjadi kenaikan kasus konfirmasi COVID-19 harian secara nasional di Indonesia sebanyak 3.048 kasus. Jumlah kenaikan ini meningkat dari hari-hari sebelumnya, di mana pada 24 Oktober 2022, tingkat penambahan hanya 1.703 kasus dan 25 Oktober 2022, kenaikan sebesar 3.008 kasus. (*)

Baca Juga:

Waspada, Tambahan Kasus Harian COVID-19 Tembus 3 Ribu Lebih

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Madago Raya Masih Berupaya Evakuasi Jasad DPO MIT Poso
Indonesia
Satgas Madago Raya Masih Berupaya Evakuasi Jasad DPO MIT Poso

"Kami belum bisa naik ke TKP karena medannya agak berat, gelap," ujar Kasatgas Ops Madago Raya Kombes Pol. Arif Budiman.

Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran hingga 2 Kilometer
Indonesia
Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran hingga 2 Kilometer

Selanjutnya, awan panas guguran kembali terpantau pada pukul 17.13 WIB dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya

87 Persen Peserta Kartu Prakerja Baru Pertama Ikut Pelatihan
Indonesia
87 Persen Peserta Kartu Prakerja Baru Pertama Ikut Pelatihan

Jumlah penerima Program Kartu Prakerja telah mencapai sekitar 11,4 juta orang dari 22 gelombang pendaftaran, sejak dibuka pada 11 April 2020.

Pasukan Rusia Gelar Latihan Perang Nuklir
Dunia
Pasukan Rusia Gelar Latihan Perang Nuklir

Presiden Rusian Vladimir Putin menyaksikan langsung latihan tahunan oleh pasukan nuklir strategis.

PSSI Lakukan Lobi Agar Indonesia Terhindar Sanksi FIFA
Indonesia
PSSI Lakukan Lobi Agar Indonesia Terhindar Sanksi FIFA

Tragedi ini dikabarkan telah merenggut 130 nyawa versi Kementerian Koordinator Manusia dan Kebudayaan. Sedangkan BPBD Jawa Timur mencatat 174 korban jiwa per Minggu (2/10).

JK: Penundaan Pemilu Pelanggaran Terhadap Konstitusi
Indonesia
JK: Penundaan Pemilu Pelanggaran Terhadap Konstitusi

JK mengingatkan UUD 1945 telah mengamanatkan Pemilu dilaksanakan lima tahun sekali.

BOR Rumah Sakit Sultra Tertinggi di Luar Jawa
Indonesia
BOR Rumah Sakit Sultra Tertinggi di Luar Jawa

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit luar Pulau Jawa meningkat seiring merebaknya kasus COVID-19 varian baru Omicron.

Ketua Komisi II DPR Tegaskan Pemilu Serentak Digelar 2024
Indonesia
Ketua Komisi II DPR Tegaskan Pemilu Serentak Digelar 2024

Komisi II DPR RI menegaskan kembali bahwa Pemilu Serentak digelar 14 Februari 2024.

KPU Rangkul Tokoh Agama Ajak Umat Ikut Sukseskan Pemilu 2024
Indonesia
KPU Rangkul Tokoh Agama Ajak Umat Ikut Sukseskan Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendekati sejumlah tokoh agama untuk menyukseskan gelaran Pemilu 2024.

Positif COVID-19 di RI Bertambah 2.501 Kasus
Indonesia
Positif COVID-19 di RI Bertambah 2.501 Kasus

Pada Jumat (9/12) ada 2.501 kasus baru corona. Sehingga, total menjadi 6.695.010 kasus positif.