COVID-19 Solo Melonjak, Kasus Tambahan Terbanyak dari Klaster Mahasiswa UNS Pasien COVID-19 dirawat di RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Gugus tugas percepatan penanganan COViD-19 Solo mencatatkan 29 kasus baru virus corona Rabu (15/7). Tambahan kasus terbanyak dari klaster mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Univesitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebanyak 13 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan tambahan 29 kasus baru tersebut membuat angka kumulatif pasien terkonfirmasi positif COVID-19 Solo menjadi 100 orang. Tambahan pasien baru ini tersebar dari empat klaster, yakni tahu kupat, Pasar Harjodaksino, PPDS UNS, dan Kelurahan Penumping-Karangasem.

Baca Juga

Penderita ISPA dan Pneumonia Masuk Katagori Suspek COVID

"Sebagian besar tambahan ini berdasarkan hasil tracing dari kasus sebelumnya. Proses tracing masih terus kita lakukan," ujar Ning sapaan akrabnya, Rabu (15/7).

Ia merinci untuk klaster penjual tahu kupat bertambah enam orang pada hari ini. Total keseluruhan klaster ini terpapar COVID-19 sebanyak 16 orang. Dimana sembilan orang tercatat warga Solo. Sedangkan sisasanya luar daerah.

"Angka penularan Klaster tahu kupat terbilang tinggi, yakni 25 persen dari 60 spesimen kontak erat dan dekat yang diuji swab secara PCR (polymerase chain reaction)," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

Tambahan berikutnya, lanjut dia, dari Kalaster Pasar Harjodaksino ada tambahan tiga orang. Dari tambahan ini yang tercatat warga Solo hanya satu pedagang. Kasus tambahan selanjutnya berasal dari Klaster dari Kelurahan Penumping-Karangasem.

"Klaster dari Kelurahan Penumping-Karangasem ini muncul dari pasien anak asal Semarang yang berkunjung ke Solo dan menulari enam orang keluarganya dinyatakan positif," kata dia.

Ning mengatakan tambahan pasien baru lagi datang dari kalaster PPDS UNS. Jumlah paling banyak, yakni 13 orang. Tambahan lagi dua orang adalah hasil tracing dari kontak erat dan dekat almarhum anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Syamsul Bahri yang meninggal karena COVID-19, Minggu (12/7)

Baca Juga

Update Corona DKI Rabu (15/7): 15.173 Positif, 9.721 Orang Sembuh

"Terakhir tambahan paisen dari warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Pasien ini menjalani uji swab mandiri dan dinyatakan positif. Pasien ini mendatangi Puskesmas Pajang dan melaporkan kondisinya," tutup Ning. (Ismail/Jawa Tengah)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH