hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
COVID-19, SARS, dan MERS, Apa Bedanya? Ketiga penyakit ini disebabkan oleh Coronavirus (Foto: Pexels/Cottonbro)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

DI tengah pandemi virus Corona (COVID-19) banyak istilah muncul yang dikaitkan dengan COVID-19. Seperti SARS dan MERS. Meski disebabkan oleh kelompok virus yang sama, yakni coronavirus, ada perbedaan di antara ketiganya. Tidak hanya masa inkubasi penyakit, melainkan dari segi penularan hingga pengobatannya.

COVID-19, SARS, dan MERS adalah penyakit infeksi virus pada saluran pernapasan yang berakibat fatal. Melansir dari laman Alodokter, SARS (Severe Acutre Respiratory Syndrome) pertama kali mewabah di Tiongkok pada 2002. Sementara MERS (Middle-East Respiratory Syndrome) muncul pertama kali di Timur Tengah pada 2002 silam. Sementara COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) pertama kali juga muncul di Tiongkok, tepatnya di kota Wuhan.

Baca juga:

Mesin Pengering Tangan Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya

Ketiga penyakit ini tentu memiliki masa inkubasi yang berbeda. Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan kuman untuk berkembang biak di dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan keluhan. Masa inkubasi SARS 1-14 hari, penyakit MERS 2-14 hari, dan masa inkubasi COVID-19 1-14 hari, dengan rata-rata lima hari.

Virus Corona muncul di Tiongkok pada 2019 lalu (Foto: ABC News)

Pada suhu rendah, ketiga penyakit ini dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri tenggorokan, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika suhu tinggi, maka gejalanya pun semakin berat, seperti demam, batuk berdarah, bernapas cepat, hingga kesulitan bernapas. Di antara ketiga penyakit ini, COVID-19 jarang disertai keluhan pilek dan keluhan pencernaan, seperti buang air besar, mual, dan muntah.

Manusia dapat tertular Coronavirus jika kontak dengan hewan yang terjangkit ketiga virus ini. SARS diketahui ditularkan dari luwak ke manusia, MERS ditularkan dari unta berpunuk, sementara COVID-19 diduga ditularkan oleh kelelawar.

Tetap di rumah dan hindari kontak dengan orang lain (Foto: Pexels/Cottonbro)

Baca Juga:

Sekolah Diliburkan Karena Corona? Ini Deretan Situs Belajar Online yang Bisa Kamu Akses


Penularan virus Corona melalui perikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita bersin atau batuk. Selain itu, virus ini dapat terkontaminasi lewat benda yang sudah terkena air liur. SARS dan COVID-19 lebih mudah menyebar dari manusia ke manusia dibandingkan MERS. Jika dibandingkan dengan SARS, penularan COVID-19 dari manusia ke manusia lebih mudah terjadi. Lalu, bagaimana cara pengobatannya?

Sejauh ini, belum ada obat yang terbukti dapat mengatasi COVID-19. Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif sebagai pengobatan. Penderita COVID-19 perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau dan tidak menular.

Rajin mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling efektif (Foto: Pexels/Burst)


Saat ini, cara yang paling efektif mencegah COVID-19 adalah dengan rutin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, serta memasak daging dan telur hingga matang sebelum dimakan. Alangkah lebih baik jika kita #dirumahaja untuk menghindari kontak fisik dengan lingkungan sosial. (and)

Baca Juga:

Daftar Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh yang Lebih Baik


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5