COVID-19 Meningkat, Aceh Minta RS Lapangan Ilustrasi Rumah Sakit. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah pusat diminta membangun rumah sakit lapangan di Aceh, mengingat peningkatan pasien positif COVID-19 di rumah sakit rujukan telah melebihi kapasitas. Paling tidak, Aceh membutuhkan rumah sakit lapangan, dengan memiliki 200 lebih tempat tidur.

Saa ini, RSUD Zainoel Abidin merawat pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan maupun berat, sementara fasilitas RICU yang dimiliki rumah sakit tersebut hanya berjumlah enam ruangan.

"Kami melihat ini amat sangat tidak cukup," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin dr Azharuddin kepada Kepala BNPB Doni Mornardo saat rapat koordonasi penanganan COVID-19.

Baca Juga:

Dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal, Kapolsek Dicopot

Selama ini, kata dia, pihaknya telah melakukan renovasi sejumlah ruangan di gedung lama RSUD Zainoel Abidin. Kemudian, ruang itu dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien positif dengan gejala ringan maupun berat yang dirujuk dari kabupaten/kota.

Ia mengakui, begitu banyak pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat isolasi untuk menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga harus melakukan isolasi secara mandiri.

Rapid Tes Hidung
Rapid Test (Foto: Antara).

"Untuk itu kebutuhan rumah sakit lapangan di Aceh untuk merawat pasien dengan gejala sedang dan berat amat sangat dibutuhkan. Kita tidak mengharapkan berapa lama pandemi ini, tapi dengan melihat angka kasus hari ini akan ada kecendrungan terus meningkat," ujarnya.

Ruang RICU yang dimiliki RSUD Zainoel Abidin masih sangat standar, lantaran ruangan tersebut dipakai dari bangunan lama.

"Mudah-mudahan apa yang sedang kami siapkan untuk pembangunan rumah sakit lapangan ini bisa segera terealisasi. Karena tidak butuh waktu lama untuk membangun rumah sakit ini," katanya.

Baca Juga:

Mahfud MD Minta Polri Pidanakan Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Dangdutan


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH