COVID-19 Melejit, Olah Raga yang Timbulkan Kerumunan Akan Dibubarkan Ruang isolasi pasien COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kegiatan olah raga yang memicu kerumanan yang bisa mengakibatkan terjadinya penularan COVID-19 akan dilarang oleh aparat. Langkah ini, diambil Kodam Jaya, Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan PPKM mikro, menekan angka penularan Corona

"Polisi tidak pernah melarang, yang dilarang itu kerumunan pasca-olahraga atau nongkrong-nongkrong ketika sambil olahraga itu yang kita larang, bukan olahraganya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (21/6).

Baca Juga:

Catatkan Rekor, Sehari Kasus COVID-19 di Jakarta Tembus 5 Ribu

Menurut Yusri, aparat menyarankan pada hari libur masyarakat dapat olahraga di rumah. Saat ini, yang menjadi masalah adalah ketika berolahraga masyarakat berkerumun di jalan atau di taman.

"Ini di taman-taman juga kita amankan semuanya, kalau habis jalan kaki, olahraga kumpul, mereka berkerumun, ini kita bubarkan. Kami akan bubarkan semuanya," jelas Yusri.

Sebagaimana diketahui, DKI Jakarta mencatat tiga kali berturut-turut pecah rekor penambahan kasus positif COVID-19 harian tertinggi. Pada Minggu (20/6) kemarin, kasus positif barunya menembus angka 5.582 kasus dalam sehari.

Hingga saat ini, kasus positif aktif COVID-19 di Jakarta sebanyak 30.142 kasus dengan perincian sebanyak 11.037 orang yang dirawat dan 19.105 orang yang menjalani isolasi mandiri. Dari jumlah kasus aktifnya tersebut, sebanyak 1.325 kasus tanpa gejala, 8.734 kasus dengan gejala, dan 20.083 yang belum diketahui statusnya.

Sementara, jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 474.029 kasus. Dari jumlah kasus positif, total yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 435.982 dengan tingkat kesembuhan 92 persen, dan total 7.905 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan, 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 telah terpakai kendati kapasitasnya terus ditambah, bahkan sudah lebih 10 ribu ruang isolasi dan "Intensive Care Unit" (ICU).

Wisma Atlet. (Foto: Antara)
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

"Saat ini ada 90 persen keterpakaian tempat tidur isolasi (tersisa 10 persen dari 9.000), sedangkan ICU 81 persen (tersisa 19 persen dari 1.000)," kata Kepala DInas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI, Senin.

Saat ini ada 106 rumah sakit di Jakarta yang menangani pasien COVID-19 dan 13 RS di antaranya didedikasikan seutuhnya untuk penanganan pasien COVID-19. Sedangkan RS lainnya tetap menerima pasien dengan keluhan lain.

Tercatat, per Senin (21/6, jumlah pasien yang rawat inap di Wisma Atlet, terdata sebanyak 6.030 orang dengan rincian 3.047 pasien laki-laki dan 2.983 pasien perempuan. Jumlah tersebut bertambah 218 orang dari data sebelumnya yakni 5.812 pasien.

Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga Rabu (19/6) 2021 Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran mendata sebanyak 94.756 orang terdaftar di instansi itu guna mendapatkan perawatan. Sementara pasien keluar terdata sebanyak 88.726 orang. (Knu)

Baca Juga:

Rumah Sakit Bakal Difokuskan Rawat Pasien COVID-19 Komorbid

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin
Indonesia
Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

"Karena harus menunjukkan sertifikat vaksin,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan persnya, Selasa (7/9).

Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, Umat Diminta Perkuat Semangat Gotong Royong Hadapi COVID-19
Indonesia
Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, Umat Diminta Perkuat Semangat Gotong Royong Hadapi COVID-19

Spirit hijrah salah satunya adalah kemampuan melakukan perpindahan, perubahan, dan adaptasi

Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten
Indonesia
Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten

Patut diduga menjadi penyebab pembengkakan biaya

Pemerintah Gelar Rapat Bahas Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Gelar Rapat Bahas Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia

Pemerintah menggelar rapat koordinasi antara PSSI, Kemenpora dan FIFA di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (21/4) Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan bahwa persiapan Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia masih berjalan sesuai rencana.

KPK Bakal Konfirmasi Bukti Kasus Suap Laporan Keuangan Pemkab Bogor ke Ade Yasin
Indonesia
KPK Bakal Konfirmasi Bukti Kasus Suap Laporan Keuangan Pemkab Bogor ke Ade Yasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin bersama dua tersangka lain dalam penyidikan kasus pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021.

Bareskrim Sita Duit Rp 20,4 Miliar Milik Pinjol Ilegal
Indonesia
Bareskrim Sita Duit Rp 20,4 Miliar Milik Pinjol Ilegal

Helmy menyebut, tersangka JS juga berperan sebagai fasilitator WNA dan perekrut ketua atau direktur utama secara fiktif. Hal itu guna menghindari adanya kecurigaan dari pihak berwajib.

Minyak Goreng Langka, Praktik 'Beli Bersyarat' Merajalela di Yogyakarta
Indonesia
Minyak Goreng Langka, Praktik 'Beli Bersyarat' Merajalela di Yogyakarta

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan laporan maraknya praktik pembelian bersyarat (tying) dalam penjualan minyak goreng di sejumlah pasar tradisional, modern dan ritel di wilayah DIY.

SMRC: Cuma 5 Persen Publik Dukung Ide Presiden Tiga Periode
Indonesia
SMRC: Cuma 5 Persen Publik Dukung Ide Presiden Tiga Periode

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei bertajuk “Sikap Publik terhadap Penundaan Pemilu”, Jumat (1/4). Hasilnya, hanya 5 persen publik Indonesia yang mendukung gagasan presiden tiga periode.

Jawa Barat Mulai Terapkan Teknologi Baru Insenerator Pindad
Indonesia
Jawa Barat Mulai Terapkan Teknologi Baru Insenerator Pindad

Insenerator teknologi baru PT Pindad, telah lolos uji mutu dan SNI.

Alasan Pekerja Terpaksa Masuk Kantor saat PPKM Darurat
Indonesia
Alasan Pekerja Terpaksa Masuk Kantor saat PPKM Darurat

Terpaksa masuk ke kantor meski tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi keresahan tersendiri bagi para pekerja di Jakarta.