COVID-19 di Jakarta Makin Gawat, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Penuh Pasien COVID-19 berjemur di halaman Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/5/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.

MerahPutih.com - Satgas COVID-19 melaporkan perkembangan kasus harian corona sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus harian corona sangat signifikan sampai 302 persen, dalam 10 hari saja.

Pada tanggal 1 Juni lalu kasus hariannya hanya 519 kasus. Lalu Kamis (10/6) kemarin, kasus hariannya mencapai 2.091 kasus.

Baca Juga:

Jumlah Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat Pesat

"BOR (bed occupancy rate) di DKI Jakarta mencapai 62,13 persen," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Jumat (11/6).

Wiku memaparkan mengenai kondisi RSD Wisma Atlet. Jumlah pasien harian yang masuk ke Wisma Atlet meningkat drastis.

Tempat isolasi terpusat itu mengalami kenaikan pasien masuk harian dari yang sebelumnya 125 pasien masuk dalam satu hari menjadi 574 pasien.

"Per (Jumat 11 Juni) pukul 6 pagi tadi artinya kenaikannya mencapai 359 persen," tutur Wiku.

Bahkan, BOR di RSD tersebut sudah mencapai 67,05 persen.

"Hal ini dapat menggambarkan kegawatan yang terjadi karena semakin tinggi pasien harian yang masuk, maka semakin menunjukkan kegawatan situasi," kata Wiku.

Dokumentasi Wisma Atlet, di Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Dokumentasi Wisma Atlet, di Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Dia mencatat, pada 8 Juni 2021, pasien COVID-19 yang masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran didominasi dari beberapa klaster di wilayah. Seperti Kecamatan Cipayung, Ciracas dan Pasar Minggu.

Wiku berharap, kepala daerah segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penuhnya RSD Wisma Atlet Kemayoran.

"Antisipasi kenaikan kasus dan peningkatan BOR di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya harus tetap dilakukan agar dapat meminimalisir kemungkinan penuhnya RS dan Wisma Atlet secara bersamaan dan pasien COVID-19 tidak dapat ditangani," tandas Wiku.

Baca Juga:

2.669 Pasien Terkonfirmasi COVID-19 Masih Dirawat di RSD Wisma Atlet

Data Jumat 11 Juni 2021 pukul 08.00 WIB, pasien rawat inap di Tower 4, 5, 6, dan 7 RSD Wisma Atlet Kemayoran mencapai 4.019 orang. Jumlahnya bertambah 393 dari data kemarin yaitu 3.626 orang.

"Pasien rawat inap saat ini terkonfirmasi positif terdiri dari 1.895 pria, 2.124 wanita," kata Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, Jumat (11/6).

Aris menjelaskan, sejak 23 Maret 2020 sampai 11 Juni 2021, pasien yang terdaftar di Tower 4, 5, 6 dan 7 RSD Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 89.723 orang. Pasien yang sudah keluar sebanyak 85.704 orang. (Knu)

Baca Juga:

4.036 Pekerja Migran Indonesia Diisolasi di Wisma Atlet Pademangan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Akui Kewalahan Atur Pengunjung Pasar Tanah Abang
Indonesia
Pemprov DKI Akui Kewalahan Atur Pengunjung Pasar Tanah Abang

Pemprov DKI Jakarta mengaku kewalahan mengatur pengunjung yang datang ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena jumlahnya banyak dan tak sebanding dengan petugas yang berjaga.

Menkes Budi Sadikin Minta KPK Kawal Pengadaan Vaksin COVID-19
Indonesia
Menkes Budi Sadikin Minta KPK Kawal Pengadaan Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi pengadaan vaksin COVID-19.

Pemerintah Finalisasi Daerah Prioritas Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Finalisasi Daerah Prioritas Vaksinasi COVID-19

Pemerintah, tegas Wiku, fokus memastikan bahwa vaksin yang akan digunakan nanti aman, berkhasiat dan minim efek samping.

AHY Sebut Lingkaran Jokowi Terlibat Gerakan Kudeta di Partai Demokrat
Indonesia
AHY Sebut Lingkaran Jokowi Terlibat Gerakan Kudeta di Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disapa AHY mengungkapkan, adanya gerakan politik yang berupaya untuk mengambil alih kepemipinan partainya.

Ini Peluang dan Formasi Bagi Disabilitas Ikut Seleksi CPNS dan PPPK
Indonesia
Ini Peluang dan Formasi Bagi Disabilitas Ikut Seleksi CPNS dan PPPK

Pada 2021, pemerintah menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Pada formasi khusus juga terdapat kuota bagi penyandang disabilitas. Tidak hanya pada formasi khusus saja, penyandang disabilitas juga bisa melamar di formasi umum.

Kemenkes Tetap Lakukan Surveilans Evaluasi Pelaksanaan PTM
Indonesia
Kemenkes Tetap Lakukan Surveilans Evaluasi Pelaksanaan PTM

Dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sekolah harus memastikan telah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik di lingkungan sekolah.

KPK Periksa Anak Buah Anies Terkait Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul
Indonesia
KPK Periksa Anak Buah Anies Terkait Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul

KPK diketahui tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur

Hadapi Varian Baru COVID-19, DPR Pertanyakan Strategi Menkes
Indonesia
Hadapi Varian Baru COVID-19, DPR Pertanyakan Strategi Menkes

Komisi IX DPR mempertanyakan strategi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang penanganan pandemi COVID-19 varian baru yang terbagi menjadi 4 upaya.

Dapat Bisikan Gaib, Orang Tua di Gowa Tega Congkel Mata Anak Kandungnya
Indonesia
Dapat Bisikan Gaib, Orang Tua di Gowa Tega Congkel Mata Anak Kandungnya

Kasus pencongkelan mata yang dilakukan satu keluarga terhadap bocah perempuan berinisial AP (6) di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa terus dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

[Hoaks atau Fakta]: 6 Ormas Radikal Telah Dibubarkan Pemerintah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 6 Ormas Radikal Telah Dibubarkan Pemerintah

Info ini telah muncul sejak tahun 2017 sepanjang Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang.