COVID-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pada konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta. ANTARA/Desi Purnamawati

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa COVID-19 hanya dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dan semangat gotong royong yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa secara terus menerus tanpa terputus.

"COVID-19 hanya dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dan smenagat gotong royong. Mari gunakan masker, mari disiplin jaga jarak, mari disiplin hindari kerumunan. Ini harus dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus tidak boleh terputus," kata Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (20/4).

Baca Juga:

Mahasiswa Kedokteran UNS Terpapar COVID-19 Bertambah, Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta

Yuri mengajak seluruh masyarakat untuk melawan COVID-19 dengan meningkatkan imunitas diri, tetap sabar dan tenang juga tidak panik, istirahat yang cukup dan teratur, jaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Dia juga menekankan bahwa pencegahan COVID-19 harus dilakukan secara gotong royong mulai dari pemerintah pusat sampai ke desa, ke tingkat RT/RW, dan di keluarga.

Beberapa daerah telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang harus dipatuhi oleh setiap warga. Tujuan dilakukannya PSBB adalah untuk menghentikan penyebaran virus agar tidak semakin banyak dan semakin luas dikarenakan penularan lokal yang masih terjadi sampai saat ini.

Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) Trimedya Panjaitan menyalurkan 3 ribu paket sembako untuk sesama (Punguan Panjaitan Dohot Boruna (ANTARA/HO/PPDB))
Ilustrasi - Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) Trimedya Panjaitan menyalurkan 3 ribu paket sembako untuk sesama (Punguan Panjaitan Dohot Boruna (ANTARA/HO/PPDB)

Oleh karena itu pula diperlukan adanya penegakan hukum dengan dibantu oleh aparat negara yang ditujukan supaya masyarakat disiplin dan mematuhi PSBB secara baik dalam rangka membendung penyebaran COVID-19 agar dapat dihentikan.

Menurut Yuri, masyarakat sekarang ini sudah makin banyak yang memahami bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Dia mengapresiasi aksi solidaritas masyarakat dengan menolong sesama pada masa kesulitan seperti saat ini.

Masyarakat tidak hanya peduli dalam mengatasi kesehatan untuk pencegahan COVID-19, tapi juga peduli terhadap dampak yang ditimbulkan oleh COVID-19 dengan memastikan agar rodak perekonomian di masyarakat tetap bergerak.

Baca Juga:

Update COVID-19 DKI Senin (20/4): 3.112 Orang Positif dan 237 Pasien Sembuh

"Sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. Bilamana ada warga bergejala COVID-19 dan melakukan isolasi diri, kita berharap saling bantu dan tidak mengucilkannya. Juga membantu tetangga dengan membeli produk yang dijual. Keberhasilan ini tergantung peran serta masyarakat, kerja sama RT/RW, desa," kata dia.

Dia berharap warga di tingkatan RT/RW memberikan dukungan apabila ada tetangganya yang melakukan isolasi mandiri baik perorangan atau secara berkelompok. Selain itu juga, masyarakat diminta kepatuhannya dalam menerapkan PSBB.

Upaya gotong royong di tingkatan masyarakat tersebut kemudian diperkuat oleh upaya dari level pemerintah dengan melakukan pengujian sampel secara masif dan penelusuran kontak dekat yang agresif dilakukan oleh dinas kesehatan dibantu aparat pemerintahan setempat. (Pon)

Baca Juga:

Ngotot Demo Saat May Day, Para Buruh Akan Berhadapan dengan Pasukan Huru-Hara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Debat Pilkada Makassar, KPU Libatkan Guru Besar
Indonesia
Debat Pilkada Makassar, KPU Libatkan Guru Besar

Tema debat yaitu sosial budaya, keamanan, pendidikan, transportasi, lingkungan, dan toleransi.

Menaker Siapkan Pedoman Keberlangsungan Usaha Saat Pandemi
Indonesia
Menaker Siapkan Pedoman Keberlangsungan Usaha Saat Pandemi

Terdapat juga penyusunan panduan kembali bekerja, perlindungan pekerja dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada kasus COVID-19 .

Perlu Transisi yang Memadai Hentikan Impor Komoditas dari Tiongkok
Indonesia
Perlu Transisi yang Memadai Hentikan Impor Komoditas dari Tiongkok

Adapun produk yang dibutuhkan dari Tiongkok sedianya bisa disubstitusi dari berbagai negara

Cakada Minta Pikirkan Strategi Baru Ketimbang Gelar Konser Saat Kampanye
Indonesia
Cakada Minta Pikirkan Strategi Baru Ketimbang Gelar Konser Saat Kampanye

Azis berharap para pasangan cakada memiliki komitmen

Polisi Masih Cari Posisi Pas Pasang Kamera e-Tilang Motor
Indonesia
Polisi Masih Cari Posisi Pas Pasang Kamera e-Tilang Motor

Sebelum diterapkan, Ditlantas bakal melakukan sosialisasi

Minta Maaf ke Orangtua di Mapolresta Surakarta, 141 Pelajar Hendak Ikut Demo Dilepas
Indonesia
Minta Maaf ke Orangtua di Mapolresta Surakarta, 141 Pelajar Hendak Ikut Demo Dilepas

Polresta Surakarta, Jawa Tengah melepas sebanyak 141 pelajar dan kelompok Anarko yang ditangkap polisi saat akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja di Balai Kota Solo, Senin (12/10).

Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan
Indonesia
Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan

Menurut Anies, keberagaman adalah suratan Tuhan, hukum alam, manusia menerima itu sebagai kenyataan. Tapi persatuan adalah usaha manusia.

Kabar Gembira, Bayi 4 Bulan Asal Kulonprogo Sembuh dari Corona
Indonesia
Kabar Gembira, Bayi 4 Bulan Asal Kulonprogo Sembuh dari Corona

Sejak dinyatakan positif corona, bayi ini dirawat di RSUD Wates, Kulonprogo.

Saksi Sebut Taufik Hidayat Jadi Perantara Kasus Suap Dana Hibah KONI
Indonesia
Saksi Sebut Taufik Hidayat Jadi Perantara Kasus Suap Dana Hibah KONI

Ketika ditanya, Ucok mengatakan uang diberikan yang diberikan ke Taufik, ditujukan untuk Menpora Imam Nahrawi.