COVID-19 Bikin Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Tertunda Farid Wajdi (Foto:KY.go.id)

Merahputih.com - Komisi Yudisial menunda proses seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung yang diperkirakan hingga enam bulan ke depan karena wabah COVID-19.

"Setelah melakukan koordinasi informal antara Komisi Yudisial dan DPR serta Mahkamah Agung, ada kesepakatan dimungkinkan melakukan penundaan proses seleksi selama enam bulan ke depan," ujar Anggota Komisi Yudisial Farid Wajdi dikutip Antara, Kamis (21/5).

Baca Juga:

Jumlah Kasus Positif COVID-19 Melonjak Jadi 893 dan 78 Orang Meninggal Dunia

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Komisi Yudisial itu menuturkan penundaan seleksi tetap mempertimbangkan kebijakan pemerintah serta situasi pandemi hingga memungkinkan dilakukan seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung.

Ilustrasi - Logo Komisi Yudisial. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/am.

Penundaan itu dipilih agar kualitas dan kompetensi calon hakim tidak turun apabila seleksi tetap dilakukan saat wabah COVID-19 dengan segala keterbatasan.

Mahkamah Agung disebutnya telah menyampaikan kebutuhan untuk mengisi kekosongan jabatan hakim agung sebanyak 8 orang yang terdiri dari 2 orang untuk kamar perdata, 4 orang untuk kamar pidana, 1 orang untuk kamar militer, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

Baca Juga

MA Benarkan Ada Hakimnya Meninggal Dunia di RSPAD Semalam

Selain itu, sebagaimana dikutip Antara, Mahkamah Agung juga membutuhkan 6 orang hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung dan 2 orang hakim ad hoc Hubungan Industrial pada Mahkamah Agung.

"Ada kebutuhan mendesak menyangkut jumlah hakim agung dan ad hoc. Dari segi waktu 6 hakim ad hoc tipikor akan selesai masa tugasnya. Mahkamah Agung mengusulkan hakim ad hoc tipikor sekarang diperpanjang untuk setahun ke depan," tutur Farid Wajdi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Waspada, Penipuan Catut Nama Wakil Gubernur Jateng Kembali Muncul
Indonesia
Waspada, Penipuan Catut Nama Wakil Gubernur Jateng Kembali Muncul

Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin kembali dicatut untuk melakukan penipuan.

Saksi dari Kejagung Sebut Pinangki Pernah Dijatuhi Sanksi Penurunan Pangkat
Indonesia
Saksi dari Kejagung Sebut Pinangki Pernah Dijatuhi Sanksi Penurunan Pangkat

Jaksa Pinangki Sirna Malasari pernah mendapatkan sanksi pada 2012.

Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa
Tradisi
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa

Dalam ekosistem pacuan, ada anak–anak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda.

ICW Desak Jokowi Copot Burhanuddin dari Jaksa Agung
Indonesia
ICW Desak Jokowi Copot Burhanuddin dari Jaksa Agung

Setidaknya ada tiga catatan penting yang harus diperhatikan

Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh
Indonesia
Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Bahaya lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif kami perkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol
Indonesia
MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pemerintah dan DPR agar tak tunduk pada para pedagang dan produsen minuman beralkohol.

Pledoi Heru Hidayat Bantah Terima Aliran Dana Rp 10 Triliun dari Kasus Jiwasraya
Indonesia
Pledoi Heru Hidayat Bantah Terima Aliran Dana Rp 10 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat menegaskan hingga saat ini tidak memiliki harta kekayaan mencapai Rp10 triliun.

HUT Ke-74 Bhayangkara, INTI dan PTK Indonesia Serahkan 5.000 Sembako ke Polda Metro Jaya
Indonesia
HUT Ke-74 Bhayangkara, INTI dan PTK Indonesia Serahkan 5.000 Sembako ke Polda Metro Jaya

INTI dan PTK Indonesia memberikan sebanyak 5.000 paket sembako kepada Polda Metro Jaya untuk disalurkan ke jajaran polres di wilayah Hukum Polda Metro Jaya.

Rawat 208 Pasien COVID-19, TNI Larang Warga Sekitar Wisma Atlet  Keluar Rumah
Indonesia
Rawat 208 Pasien COVID-19, TNI Larang Warga Sekitar Wisma Atlet Keluar Rumah

Jumlah pasien yang berada di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran mengalami peningkatan

Mungkinkah Gibran Punya Lawan di Pilwakot Solo?
Indonesia
Mungkinkah Gibran Punya Lawan di Pilwakot Solo?

Di luar eksistensi perpol pendukung Gibran-Teguh makin gemuk dan sulit untuk mencari lawan, justru muncul gebrakan dengan munculnya pasangan bakal cawali dan cawawali dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) yang selangkah lagi lolos verifikasi faktual.