COVID-19 Belum Mereda, Muktamar Muhammadiyah ke-48 Kembali Ditunda 2021 Ketua panitia Penerimaan Peserta Muktamar Muhammadiyah ke-48, Prof Sofyan Anif. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 kembali ditunda pada Juli 2021 akibat pandemi COVID-19 yang belum mereda. Sedianya Muktamar Muhammadiyah digelar di Solo pada tanggal 1-5 Juli lalu. Kemudian diundur pada 24-27 Desember 2020.

Ketua panitia Penerimaan Peserta Muktamar Muhammadiyah ke-48, Prof Sofyan Anif, mengatakan penundaan ini sudah menjadi keputusan dari pimpinan pusat jika Muktamar diundur Juli 2021. Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat ini tengah menyiapkan payung hukum terkait pengunduran acara tersebut.

Baca Juga:

Ini Sikap PDIP Soal Kebijakan 'New Normal' Presiden Jokowi

"Payung hukum tersebut akan disiapkan pada tanggal 19 Juli mendatang dan akan dilakukan sidang tanwir. Pimpinan pusat dan daerah serta panitia muktamar akan dilibatkan dalam pembahasan payung hukum tersebut," ujar Sofyan, Senin (13/7).

Ia mengatakan dampak mundurnya Muktmar ini akan berpengaruh pada pengunduran masa jabatan pimpinan pusat Muhammadiyah. Kemudian terkait pembangunan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang akan digunakan sebagai lokasi muktamar ditargetkan selesai pada akhir September 2020.

"Gedung yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Juni 2020 tersebut diharapkan bisa menampung ribuan peserta muktamar. Kami amati pembangunan Edutorium mundur 100 hari lagi sehingga ditargetkan selesai September mendatang," tutur dia.

Edutorium UMS tempat lokasi pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. (MP/Ismail)

Pembangunan gedung senilai sekitar Rp280 miliar itu, dikatakannya, saat ini telah mencapai 95 persen. Mundurnya pembangunan akibat terdampak COVID-19.

"Peserta muktamar kami perkirakan akan berkurang karena dengan adanya penundaan hingga adanya penerapan protokol ksehatan," pungkasnya.

Baca Juga:

Ini Alasan Jakarta Disebut Siap Berlakukan New Normal

Diketahui, Edutorium UMS dibangun dengan arsitektur gedung mirip dengan Allianz Arena, kandang klub sepak bola Bayern Munich di Munich, Jerman. Gedung tersebut menempati lahan di Edupark, kompleks UMS, Jalan Adi Sucipto, Solo dan mampu menampung 10.000 sampai 12.000 orang. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menhan Prabowo Optimistis KRI Nanggala-402 Segera Ditemukan
Indonesia
Menhan Prabowo Optimistis KRI Nanggala-402 Segera Ditemukan

"Saya yakin seluruh bangsa semua hatinya, pikirannya, fokusnya adalah agar anak anak kita bisa kita selamatkan secepat mungkin," tuturnya.

Semua Pemda di Jabar Diingatkan Untuk Maksimal Dalam Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Semua Pemda di Jabar Diingatkan Untuk Maksimal Dalam Vaksinasi COVID-19

Target untuk SDM Kesehatan ini akhir Februari selesai. Kemudian, sasaran beralih ke profesi lainnya.

Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan
Indonesia
Moeldoko: UU Cipta Kerja Berorientasi Masa Depan

Banyak tokoh belum memahami isi Undang-Undang Cipta Kerja, namun sudah menolak undang-undang tersebut.

Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet 66.885 Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet 66.885 Orang

703 pasien dirujuk ke rumah sakit lainnya

Kasus Mensos Juliari, KPK Bakal Periksa Vendor Bansos COVID-19
Indonesia
Kasus Mensos Juliari, KPK Bakal Periksa Vendor Bansos COVID-19

KPK memastikan bakal memeriksa vendor atau rekanan Kementerian Sosial dalam pengadaan dan distribusi bantuan sosial yang menjerat Mensos Juliari.

Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, BPIP Sebut Isu SARA Hambat Kemajuan Bangsa
Indonesia
Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, BPIP Sebut Isu SARA Hambat Kemajuan Bangsa

SARA (Suku Agama Ras Antar Golongan) menjadi penghambat dalam kemajuan suatu bangsa

Update COVID-19 Rabu (16/12): Pasien Sembuh Bertambah 5.328 Orang
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (16/12): Pasien Sembuh Bertambah 5.328 Orang

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR)

KKB Bakar dan Rusak Alat Milik PT Palapa Ring, Jaringan 4G Tidak Berfungsi
Indonesia
KKB Bakar dan Rusak Alat Milik PT Palapa Ring, Jaringan 4G Tidak Berfungsi

Saat ini komunikasi lebih banyak menggunakan fasilitas yang dimiliki Pemda Puncak

Masyarakat dan Transportasi Umum Diminta Sama-Sama Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan
Indonesia
Masyarakat dan Transportasi Umum Diminta Sama-Sama Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

Terlebih saat berada di dalam Kereta Rel Listril (KRL) dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta

Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi
Indonesia
Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi

Kehadiran vaksin COVID-19, tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi.