Corona Disebut Rekayasa Manusia, Doni Monardo: Ini Malaikat Pencabut Nyawa Petugas pemakaman memeriksa lahan makam untuk jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

MerahPutih.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo heran dengan adanya anggapan sebagian pihak yang menyebut pandemi virus corona sebuah konspirasi atau rekayasa dari sebuah negara maupun kelompok.

Menurut Doni, COVID-19 murni virus yang menyebar dan berbahaya bagi manusia. Sebagai buktinya, jumlah korban yang meninggal dunia akibat pandemi ini secara nasional sudah melampaui angka 3.500 kasus. Di dunia, angka kematian sudah melampaui 550.000 jiwa.

Baca Juga:

COVID-19 Renggut Nyawa Wakil Rakyat Asal Solo

“Jadi ini nyata, ini fakta. Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini. Menyampaikan pesan-pesan bahwa COVID-19 ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya adalah malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan,” jelas Doni Monardo kepada wartawan, Senin (13/7).

Kelompok rentan yang menjadi sasaran utama COVID-19 ini adalah kelompok orang lanjut usia (lansia) berumur di atas 60 hingga 70 tahun.

Lalu, warga penderita komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung, ginjal, kanker, asma, TBC dan penyakit bahaya lainnya.

Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA/Humas setkab/Rahmat/pri. (ANTARA/Humas setkab/Rahmat)
Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA/Humas setkab/Rahmat/pri. (ANTARA/Humas setkab/Rahmat)

Bagi warga yang termasuk kelompok rentan, Doni Monardo mengharapkan agar tidak melakukan aktivitas atau kegiatan di luar rumah.

Namun jika terpaksa harus keluar rumah, maka mereka harus menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan jangan mendatangi tempat-tempat yang berisiko terjadi penularan virus corona.

Supaya informasi mengenai nyata dan berbahayanya COVID-19 ke tengah-tengah masyarakat, Doni Monardo meminta semua stakeholder turut berpartisipasi untuk melakukan sosialisasi dengan kearifan lokal.

“Para antropolog, sosiolog termasuk psikolog juga, tokoh-tokoh masyarakat, khususnya para ulama. Ini juga menjadi penekanan Bapak Wakil Presiden untuk melibatkan para ulama di seluruh daerah, agar seluruh program sosialisasi ini bisa betul-betul dipahami dengan baik,” terang Doni Monardo.

Baca Juga:

DPR Peringatkan Jangan Kecolongan saat Pembukaan Kegiatan Belajar di Sekolah

Presiden Jokowi, tambahnya, dalam rapat terbatas, menekankan pentingnya upaya maksimal untuk menekan laju penambahan kasus positif. Termasuk juga menekan semaksimal mungkin angka kematian.

“Nah untuk menekan kasus penambahan positif, itu yang dipilih adalah sosialisasi. Sosialisasi yang efektif, yang masif, melibatkan seluruh komponen dengan kearifan lokal,” ungkap Doni Monardo.

Seperti diketahui, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyebut dalam 24 jam sampai hari Minggu (12/7) telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379. Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sampai hari ini sebanyak 1.061.367.

Dari jumlah tersebut, didapat penambahan kasus baru 1.681 Sehingga total kasus COVID-19 di Indonesia sampai hari ini berjumlah 75.699. (Knu)

Baca Juga:

PKS: Kurang Kesadaran Warga Penyebab Kasus Corona Jakarta Terus Meningkat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies: Penonton di Bioskop tidak Saling Berbicara
Indonesia
Anies: Penonton di Bioskop tidak Saling Berbicara

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan alasan membuka lagi bioskop di Jakarta

Skandal Djoko Tjandra, Hakim Tolak Eksepsi Andi Irfan Jaya
Indonesia
Skandal Djoko Tjandra, Hakim Tolak Eksepsi Andi Irfan Jaya

Mejelis hakim menolak eksepsi yang diajukan terdakwa Andi Irfan Jaya atas kasus dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan pemufakatan jahat.

Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona
Indonesia
Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona

Polisi masih menindaklanjuti apa yang telah terjadi di beberapa titik daerah Makassar.

Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri
Indonesia
Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Sidang ini ditunda setelah KPK memberlakukan work from home (WFH)

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin

Dengan demikian, dia bakal mendekam di sel tahanan hingga 11 Oktober 2020.

PKS Pastikan Usung Kembali Anies Baswedan di Pilkada Jakarta
Indonesia
PKS Pastikan Usung Kembali Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

"Seandainya 2022 ada pilkada tentu kita akan mengusung kembali gubernur Jakarta (Anies Basweda)," ujar Ketua DPW PKS Jakarta H. Khoirudin di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19
Indonesia
Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Tanpa ada gejala demam, Twindy Rarasati langsung mengalami gejala sesak nafas.

Siswa Titipannya tak Diterima di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru Ngamuk
Indonesia
Siswa Titipannya tak Diterima di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru Ngamuk

Dia datang memaksa kepala sekolah untuk bisa menerima dua siswa masuk sekolah tersebut.

Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Dimatikan Saat Interupsi, ini Dalih Azis Syamsuddin
Indonesia
Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Dimatikan Saat Interupsi, ini Dalih Azis Syamsuddin

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin yang menjadi pimpinan sidang menjelaskan, dalam tata tertib, anggota dewan hanya diberi waktu lima menit untuk berbicara.

Elektabilitas Paslon Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman
Indonesia
Elektabilitas Paslon Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman

“Untuk popularitas Pak Machfud Arifin lebih unggul, namun elektabilitasnya masih kalah dibanding Pak Eri Cahyadi,” tandas Hartanto