Corona Bikin Elektabilitas Prabowo Menurun Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, turunnya elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto karena minim 'panggung' di pemerintahan.

Terutama dalam penanganan COVID-19 yang kini sedang mendapat perhatian publik. Ia mengingatkan Menteri Pertahanan tak terkait langsung dengan kebijakan penyelesaikan Corona yang dihadapi bangsa ini.

Baca Juga

Prabowo Jadi Aset Gerindra untuk Duduki Kursi RI 1

"Sedangkan kepala daerah, itu langsung punya kebijakan," ujar Ujang kepada wartawan, Selasa (9/6).

Menurut dia, Menhan tak akan terlihat mempunyai kinerja untuk membantu menyelesaikan corona karena bukan bagiannya dan bukan leading sector-nya.

Sementara, kepala daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden terlihat kinerjanya lantaran memang ikut menangani corona.

Ujang
Pengamat politik Ujang Komarudin

Sehingga, wajar jika Prabowo turun. Sedangkan ada beberapa kepala daerah seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang elektabilitasnya naik.

Ujang menilai isu Prabowo jadi capres agaknya bakal menjadi kenyataan. Namun, ia tak bisa memprediksi tingkat kesuksesannya.

"Hampir 99,9 persen Prabowo akan maju jadi capres lagi di 2024," kata Direktur Indonesia Political Review (IPR) ini.

Ujang menyebut, ada beberapa faktor yang membuat Prabowo tampak ingin dan berpeluang maju lagi. Dengan kembali menjadi ketua umum, Ujang menilai Prabowo lebih mudah melangkah sebagai Capres.

"Karena jika dipegang oleh kader lain, maka akan kesulitan dalam memuluskan langkahnya menuju 2024. Karena bisa saja kader lain itu, berkeinginan juga jadi capres," kata dia.

Kemudian, tak ada calon incumbent karena Presiden Joko Widodo tak bisa maju lagi. Dengan peluang itu, Ujang menilai Prabowo bisa merasa memiliki peluang dan percaya diri.

"Karena lawan-lawannya muka-muka baru di Piilpres 2024," kata pengajar politik Universitas Al-Azhar itu.

Prabowo Subianto masih jadi yang teratas di survei pemilihan presiden oleh Indikator Politik Indonesia. Dalam survei yang dikeluarkan pada Mei 2020 seperti dilihat Senin (8/6), Prabowo Subianto berjaya dengan angka 14,1 persen.

Baca Juga

Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

Saingan terdekatnya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 11,8 persen elektabilitas.

Elektabilitas Prabowo masih teratas tapi turun dari periode survei pada Februari 2020. Turunnya tak tanggung-tanggung, sekitar 8 persen. Elektabilitas Prabowo di survei bulan Februari 2020 mencapai 22,2 persen. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH