Corona Bikin Ekonomi Lesu, Pemerintah Didesak Berikan Subsidi ke Masyarakat Petugas kebersihan melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/3/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak Afoc.

MerahPutih.com - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono mendesak pemerintah segera memberikan subsidi kepada masyarakat imbas memburuknya ekonomi akibat wabah virus corona (COVID-19) di tanah air.

"Apapun untuk digelontorkan masyarakat, petani dalam rangka meningkatkan suplai peternak koperasi dan UKM," kata Ferry kepada wartawan, Sabtu, (21/3).

Baca Juga:

Hasil Rapid Test Negatif Bukan Jaminan Orang Bebas COVID-19

"Kemudian juga digelontorkan stimulus-stimulus kepada masyarakat buruh pekerja, pegawai negeri tenaga kesehatan dan lain sebagainya supaya konsentrasinya itu," sambung Ferry.

Ferry mengingatkan, pada saat krisis 1998 yang terbukti punya daya tahan dan menjadi tulang punggung perekonomian adalah UMKM, koperasi, serta masyarakat itu sendiri.

Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Ferry turut merespons banyak kabar para pengusaha besar yang mulai kabur dari RI akibat dampak ekonomi yang ditimbulkan wabah corona ini. Menurut Ferry, hal tersebut merupakan sebuah situasi yang wajar.

"Kalau yang pengusaha-pengusaha besarnya sudah pada kabur duluan seperti yang sekarang mereka pakai rapid test karena hanya mereka yang bisa membayar, mereka bisa mendapatkan sertifikat untuk bisa berpergian ke luar negeri. Sekarang ada yang sudah ke Singapura karena mereka khawatir Indonesia masih menjadi daerah yang relatif masih terbuka atau masih permisif untuk bisa dan belum lockdown," bebernya.

Baca Juga:

KLB Corona, KPU Solo Batal Lantik 162 Anggota PPS Pilwalkot

Diketahui, Indonesia saat ini dihantam persoalan ekonomi yang bertubi-tubi. Utang pemerintah pusat hingga Februari 2020 sebesar Rp4.948,18 triliun.

Di era rezim pemerintahan Jokowi sendiri, nilai tukar rupiah terhadap Dolar mencatat rekor terendah sejak 1988 yakni diangka Rp16.000.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, wabah Virus corona ini benar-benar memukul perekonomian. Skenario terburuk, kata Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di berada posisi 0%. (Pon)

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Jutaan Masker Bedah untuk Tenaga Medis COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fraksi NasDem Tarik Dukungan Revisi UU Pemilu
Indonesia
Fraksi NasDem Tarik Dukungan Revisi UU Pemilu

Surya Paloh perintahkan partainya mendukung pelaksanaan pilkada serentak pada tahun 2024.

Agar tak Jadi Ajang Kriminalisasi, Kapolri Listyo akan Selektif Terapkan UU ITE
Indonesia
Agar tak Jadi Ajang Kriminalisasi, Kapolri Listyo akan Selektif Terapkan UU ITE

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan selektif dalam penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

KPK Garap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terkait Kasus Gratifikasi
Indonesia
Gubernur Anies Baswedan tak Gelar Open House Lebaran
Indonesia
Gubernur Anies Baswedan tak Gelar Open House Lebaran

Keputusan itu juga mengacu dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

Jaksa juga meyakini Wahyu menerima uang sebesar Rp 500 juta

Pemprov DKI Tolak 70.156 Pemohon SIKM
Indonesia
Pemprov DKI Tolak 70.156 Pemohon SIKM

DPMPTSP DKI membuka layanan perizinan SIKM Senin hingga Jumat mulai pukul 07.30 - 18.00 WIB Sabtu dan Minggu mulai pukul 07.30 - 13.00 WIB

Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus
Indonesia
Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus

Seluruh anggota Satpol PP DKI Jakarta mulai malam ini akan melaksanakan patroli sosialisasi seruan Gubernur Nomot 14 Tahun 2020.

Warga Jabodetabek Diminta Waspadai Hujan Sangat Lebat 2 Hari ke depan
Indonesia
Warga Jabodetabek Diminta Waspadai Hujan Sangat Lebat 2 Hari ke depan

Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Jabodetabek diminta untuk waspada potensi intensitas hujan sangat lebat terjadi pada periode 26-27 Februari 2021.

Soal Kasus Bansos, MAKI Ungkap Ada Kongkalikong Anggota DPR dan Pejabat Kemensos
Indonesia
Soal Kasus Bansos, MAKI Ungkap Ada Kongkalikong Anggota DPR dan Pejabat Kemensos

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya yakni bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

48 Persen Lansia di DKI Belum Divaksin COVID-19
Indonesia
48 Persen Lansia di DKI Belum Divaksin COVID-19

Saat awal vaksinasi, banyak lansia yang mulai mendaftarkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Karena hal itu, pihaknya mulai bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk membuka layanan vaksinasi di setiap kelurahan.