Coki Pardede Diduga Pakai Sabu agar Pede di Panggung Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu (Antara)

MerahPutih.com - Komedian Reza Pardede atau yang dikenal dengan nama Coki Pardede a walnya mengonsumsi narkoba hanya untuk coba-coba.

"Jadi informasinya dia pakai sudah sejak 8 bulan lalu dan sempat berhenti 5 bulan, lalu pakai lagi karena ketagihan," ungkap Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo kepada wartawan, Kamis (2/9).

Coki mengaku awalnya menggunakan narkoba untuk menambah kepercayaan diri saat tampil di panggung stand up comedy, profesi yang dijalankannya kini.

Baca Juga:

Polisi Bakal Geledah Lagi Rumah Coki Pardede Gegara Temuan Jarum Suntik

"Dia pertamanya coba-coba untuk percaya diri tampil di depan publik karena dia kan komedian yang sering tampil di depan publik dan karena sudah ketagihan sekarang dia sudah enggak bisa ngilangin-nya," lanjutnya.

Terkait metode penggunaan narkotikanya, polisi menyebut ada hal yang berbeda dari Coki saat menggunakan narkoba jenis sabu seperti yang biasa dilakukan para pengguna lain.

"Ini kebiasaan yang enggak umum dipakai pengguna narkoba jenis sabu yang biasanya dihisap. Namun kita akan dalami lagi motifnya kenapa dia begitu," jelas Pratomo.

Coki Pardede (@cokipardede666)
Coki Pardede (@cokipardede666)

Ditangkapnya Coki Pardede pun membuat jajaran MLI (Majelis Lucu Indonesia) buka suara.

Tretan Muslim dan CEO Majelis Lucu Indonesia Patrick Effendy mengunggah sebuah video singkat berisi konfirmasi sekaligus permintaan maaf atas kasus yang menimpa rekan mereka.

Pernyataan tersebut salah satunya diunggah melalui akun Twitter @MajelisLucu. Bersama video singkat tersebut, dituliskan juga keterangan berisi permohonan maaf dari pihak MLI.

"Pernyataan resmi dari kami atas kasus yang dialami Coki Pardede. Kami meminta maaf untuk semua pihak yang dirugikan. Terima kasih atas support-nya. Kami akan update segala perkembangan yang ada," tulis pihak MLI.

Tretan pun mengatakan, pihaknya telah menyerahkan segala hal kepada yang berwajib.

"Kami dari Majelis Lucu Indonesia mengonfirmasi bahwa berita tentang ditangkapnya Coki Pardede adalah benar. Dan kami menyerahkan segala proses hukum kepada pihak yang berwajib," ujar Tretan dalam video berdurasi 50 detik.

Baca Juga:

Saat Diciduk, Coki Pardede Tak Sendiri

Patrick Efendy mengatakan bahwa pihak MLI tengah menjalin komunikasi dengan kepolisian serta keluarga.

Mereka juga tengah mengurus segala hal berkaitan dengan Coki dan akan memberikan kabar terbaru di vlog Majelis Lucu.

"Kami juga sekarang sedang mengurus semua kewajiban-kewajiban yang harus kami lakukan atas partner kami, Coki Pardede, kepada semua klien dan juga semua customer," lanjutnya. (Knu)

Baca Juga:

Komika Coki Pardede Ditangkap Terkait Narkoba

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Garap Lima Saksi Dalami Kasus Suap Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Garap Lima Saksi Dalami Kasus Suap Edhy Prabowo

Kelima orang saksi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP

Kepala BKN Klaim Ide TWK Lahir dari Diskusi Bersama
Indonesia
Kepala BKN Klaim Ide TWK Lahir dari Diskusi Bersama

Bima Haria Wibisana mengklaim bahwa ide tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan hasil dari keputusan bersama.

Perang Lawan COVID-19 Belum Selesai meski Sudah Ada Vaksin
Indonesia
Perang Lawan COVID-19 Belum Selesai meski Sudah Ada Vaksin

Kemenkes menegaskan perilaku memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir (3M) tetap harus dilakukan meskipun sudah ada vaksin

Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri
Indonesia
Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri

Yusri menyebut pihaknya membutuhkan keterangan dari keluarga penumpang

Kasus COVID-19 Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan, Satgas: Waspada
Indonesia
Kasus COVID-19 Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan, Satgas: Waspada

Dia menjelaskan kenaikan kasus positif ini sudah sepatutnya menjadi alasan kuat untuk bersama mengevaluasi kebijakan pengendalian.

Wamenkumham Sebut Jangan Bandingan RUU KUHP dengan KUHP Negara Lain
Indonesia
Wamenkumham Sebut Jangan Bandingan RUU KUHP dengan KUHP Negara Lain

Paling tidak terdapat tiga BAB yang berbeda antara satu negara dengan negara lain. Pertama, menyangkut kejahatan politik. Dalam KUHP tidak ada satu pun BAB terjemahan Belanda yang berjudul kejahatan politik.

BPIP: Makna Pahlawan Tidak Cukup Hanya Mengheningkan Cipta
Indonesia
BPIP: Makna Pahlawan Tidak Cukup Hanya Mengheningkan Cipta

Makna pahlawan membutuhkan makna kepahlawanan yang lebih luas dan mendalam.

BNPB Bantah Tudingan Terkait Dugaan Pemerasan Pelaku Perjalanan
Indonesia
BNPB Bantah Tudingan Terkait Dugaan Pemerasan Pelaku Perjalanan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah tudingan pemerasan kepada pelaku perjalanan luar negeri yang menjalani karantina wajib di hotel.

Seksinya Partai Besutan SBY Bagi Moeldoko
Indonesia
Seksinya Partai Besutan SBY Bagi Moeldoko

Manuver Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan beberapa kader aktif serta bekas kader Partai Demokrat, membuat internal SBY panas

Kabar Baik, 373 Desa di Cirebon Masuk Zona Hijau
Indonesia
Kabar Baik, 373 Desa di Cirebon Masuk Zona Hijau

Sebanyak 373 desa di Kabupaten Cirebon dinyatakan masuk dalam zona hijau. Hal tersebut terungkap dalam evaluasi PPKM Kabupaten Cirebon.