Coffiesta Mandiri: Bukan Soal Kepuasan, Tapi Perasaan Suasana Fedstival Kopi Mandiri (Foto: MP/Budi Lentera)

SEJAK ditemukan di daratan Afrika oleh seorang petani pada abad ke-9, kopi telah mencapai posisi terhormat. Tanpa tersekat, minuman bercita rasa dasar pahit itu mampu menembus batas negara, bahkan ekonomi.

Untungnya, Indonesia mengambil peran yang cukup signifikan di industri ini. Kopi Indonesia menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi produksi. Tak hanya soal produksi massal, industri kopi skala kecil dan menengah pun mulai tumbuh. Kebanyakan berkutat di sisi penyajian.

Salah satunya ditandai dengan semakin menjamurnya kafe dan warkop di sudut kota. "Kopi menjadi identitas keakraban," kata Cindy Herlin Martha, pemilik CoffeeSmith Jakarta.

Pengusaha asal Jakarta itu menjelaskan, bisnis kopi bukan hanya soal kepuasan semata. Tetapi terjalinnya hubungan keakraban banyak pihak. Mulai dari pengusaha dan petani kopi, barista dan konsumen, hingga sesama pecinta kopi.

”Indonesia ini surganya petani kopi. Ada produk kami yang paling favorit yaitu Srikandi. Ini kerja sama dengan petani kopi dari Malang, ternyata sangat dicari," ucapnya.

Biji yang dipilih memang pilihan yaitu green bean dan menyertakan black honey dalam proses roasting. Rasa itu dikatakan Cindy paling banyak disukai penggemar kopi.

Karena mampu merekatkan banyak pihak, tak heran jika kemudian kopi menjadi bisnis yang menjanjikan. Hal itu pula yang mendasari Bank Mandiri melakukan kegiatan Pesta Kopi Coffiesta di beberapa kota di Indonesia. Program itu disasar untuk mendukung pencapaian transaksi kartu debit dan kredit Mandiri.

Menurut Direktur Government & Institutional Bank Mandiri, Kartini Sally, pelaksanaan program Coffiesta di kota Yogyakarta dan Jakarta menuai tanggapan yang sangat baik dari penggemar kopi Nusantara, yang terlihat dari kehadiran lebih dari 10 ribu pengunjung pada dua perhelatan tersebut.

Program Mandiri Coffiesta juga mendorong volume transaksi melalui Mandiri kartu kredit, kartu debit dan Mandiri e-cash mencapai lebih dari 350 ribu transaksi dengan nominal transaksi mencapai Rp 45 Miliar. Kartini menambahkan, dalam program Mandiri Coffiesta ini, nasabah bisa mendapatkan promo ngopi hemat hingga 50% dengan Fiestapoin atau diskon Cashback hingga 50% dengan Mandiri e-cash.

“Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan loyalitas nasabah yang telah memanfaatkan Mandiri kartu debit dan Mandiri kartu kredit dalam berbagai transaksi, maka program promo ini kami berlakukan hingga akhir 2017, di seluruh kedai kopi yang bekerja sama, seperti J.CO, Tanamera, Anomali, Kopi Oey, Liberica, Kanawa, Saudagar Kopi, De-Facto, Scandinavian, dan yang lainnya,” jelas Kartini.

Program Mandiri Coffiesta ini diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah transaksi dan penukaran Fiestapoin (redeem) yang telah mencapai Rp 262 miliar pada Januari hingga Juni, dari jumlah pengguna aktif yang lebih dari 3,7 juta nasabah.

Saat ini, Bank Mandiri telah menerbitkan lebih dari 15,5 juta kartu debit dan 4,6 juta kartu kredit, dengan frekuensi transaksi finansial kartu debit Bank Mandiri pada periode Januari hingga Juni 2017 mencapai 52,6 juta transaksi dengan nilai Rp 36,6 triliun. Sedang frekuensi transaksi finansial kartu kredit Bank Mandiri hingga Juni 2017 mencapai lebih dari 16 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 13 triliun.

Berita ini merupakan laporan dari Bee Anggara, kontributor MerahPutih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya: Museum Mulawarman Banjir Pengunjung, Apa Sih yang Dicari?


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH