Coca-Cola Inovasikan Botol dari Sampah Plastik di Lautan Coca-Cola inovasikan botol dari sampah plastik di lautan. (foto: pixabay/myriam fotos)

SELAMA ini, minuman kemasan dalam botol plastik kerap dituding sebagai biang dari tumpukan botol plastik yang mencemari lautan. Namun, brand minuman kemasan Coca-Cola kini mencoba melakukan sebaliknya.


Brand minuman yang telah dijual secara internasional ini tengah mengembangkan sebuah teknologi untuk menciptakan kemasan botol yang 25% bahannya terbuat dari sampah plastik yang berasal dari lautan.

BACA JUGA: Rekayasa Genetik, Solusi atau Masalah untuk Ketahanan Pangan?

Botol inovatif tersebut diperkenalkan Coca-Cola sebanyak 300 buah. Sebanyak 25% bahan pembuat botol diambil dari sampah plastik. Sampah-sampah itu dikumpulkan dari 84 pantai di Spanyol dan Portugal. Pengenalan botol inovatif itu menjadi titik baru pengolahan sampah plastik yang saat ini tengah mencemari lautan.

sampah plastik
Inovasi ini mnjadi revolusi dalam penanganan sampah plastik. (foto: pixabay/adege)

Saat ini, laut dunia mengalami krisis sampah platik. Tidak hanya hewan laut yang terkena dampak langsung, lingkungan laut juga ikut terkena impaknya. Pantai pun tidak luput dari krisis itu. Banyak pantai yang tercemar sampah platik.

Bekerja sama dengan sebuah perusahaan rintisan asal Belanda, Ioniqa Technologies, Coca-Cola membuat inovasi botol plastik ini. Untuk suplai sampah plastik, Coca-Cola mendapatkannya dari Indorama Ventures. Lewat kerja sama itu, pihak Ioniqa Technologies membuat sebuah teknologi baru yang mampu mengolah sampah plastik yang awalnya tidak layak untuk didaur ulang sebagai wadah makanan menjadi layak. Padahal, sebanyak 25% komposisi wadah itu dari sampah plastik.

Inovasi botol daur ulang dari Coca-Cola ini akan menjadi revolusi untuk menghilangkan konsep botol sekali pakai dan sampah platik. Produk ini diperkirakan akan hadir secara komersial pada 2020 mendatang. Di masa depan, Coca-Cola berencana menggunakan 50% sampah plastik dari laut dalam pembuatan botol. Recana revolusioner tersebut diperkirakan akan terealisasi pada 2030.(jhn)

BACA JUGA: Pakai Bikini Kelewat Seksi, Turis Ditahan dan Didenda



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH