Cleaning Service Tajir yang Diduga Terlibat Kebakaran Kejagung Bisa Lolos dari Jeratan Tersangka Petugas Laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis tiba di gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

MerahPutih.com - Tim penyidik Bareskrim Polri masih terus melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah satunya petugas cleaning service 'tajir' bernama Joko yang namanya mencuat beberapa waktu lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, perlu ada benang merah serta bukti-bukti lainnya yang harus dikumpulkan sebagai pendukung untuk membuktikan seseorang terlibat dalam sebuah kasus.

"Itu perlu pendalaman, harus ada benang merahnya, termasuk bukti-bukti dan alat bukti yang kita kumpulkan untuk menuduh seorang itu terlibat atau tidak terkait kasus itu," kata Awi di kepada di Jakarta, Sabtu (3/10).

Baca Juga

Penyidik bakal Gelar Perkara Tetapkan Tersangka Kebakaran Kejagung

Awi menuturkan informasi-informasi yang beredar di luar akan diterima sebagai masukan untuk mendalami lebih jauh kasus tersebut. Namun, dikatakan Awi, belum tentu Joko menjadi tersangka atau pelaku kebakaran Kejagung.

"Yang jelas, apa pun info dari luar, tentu jadi masukan untuk tim penyidik mendalami dan ada kaitannya atau nggak. Belum tentu orang itu jadi tersangka atau pelaku kasus ini," tuturnya.

Awi menjelaskan pemeriksaan para saksi bertujuan membangun konstruksi hukum berdasarkan fakta yang ada. Untuk itu, dia menyebut tim penyidik tidak dapat mengaitkan sesuatu tanpa bukti dan fakta yang jelas.

"Yang jelas kita ini membangun konstruksi hukum berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Nggak bisa istilahnya dengan demikian kita kaitkan. Makannya tetap kita lakukan penyelidikan termasuk kemarin beberapa waktu lalu Bareskrim juga sudah turun untuk ke bank yang bersangkutan untuk meminta rekening koran yang bersangkutan," imbuhnya.

Petugas keamanan berjaga saat personel Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24-8-2020). Inafis dan Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan seluruh gedung utama Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Petugas keamanan berjaga saat personel Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (24-8-2020). Inafis dan Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan seluruh gedung utama Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Awi mengatakan penyidik tidak langsung memercayai isu yang beredar terkait kepemilikan uang Rp100 juta. Polisi, kata dia, harus memastikan ke pihak bank.

"Kita ini membangun konstruksi hukum adalah berdasarkan fakta-fakta hukum, fakta-fakta di lapangan yang kita temukan. Jadi, kita tidak bisa istilahnya (informasi di luar) dengan demikian kita langsung kaitkan," kata jenderal bintang satu itu.

Polisi juga tidak bisa langsung menuduh petugas kebersihan itu terlibat dalam pembakaran gedung Kejagung. Sekalipun petugas kebersihan itu memiliki uang dengan jumlah yang tidak sesuai dengan pendapatan.

"Itu perlu pendalaman, harus ada fakta-fakta hukumnya, harus ada benang merahnya yang masuk bukti-bukti, dan alat bukti yang kita kumpulkan untuk menuduh seseorang itu terlibat atau tidak terlibat dalam kasus itu," ucap Awi.

Meski demikian, kata Awi, polisi tidak tutup kuping dengan informasi yang beredar. Menurut dia, informasi yang beredar bisa menjadi bekal polisi dalam mengusut pelaku pembakar gedung Kejagung.

"Apa pun informasi yang ada dari luar, masukan dari luar tentunya itu menjadi masukan untuk tim penyidik mendalami dan ada kaitannya atau tidak," ucap Awi.

Cleaning service Kejagung bernama Joko sempat diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait kepemilikan tabungan sebesar Rp 100 juta. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kebakaran yang melanda Kejagung. Tidak hanya mengambil keterangan dari Joko, penyidik juga memeriksa aliran dana dalam dua rekening yang dimiliki Joko.

Ia menjelaskan, penyidik membutuhkan bukti lain untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Tidak bisa hanya karena memiliki tabungan dalam jumlah besar langsung dikaitkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi.

"Tentunya ini kan berproses jadi kita tidak bisa langsung, bahwasanya itu terlibat atau tidak terlibat," ungkap dia.

Sampai saat ini, Polri dan Kejagung masih menjalani serangkaian gelar perkara untuk menganalisis temuan dan keterangan saksi selama proses penyidikan berlangsung. Belum ada satu orang pun dari 75 saksi yang diperiksa lalu dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Informasi soal cleaning service yang diperiksa memiliki rekening Rp 100 juta pertama kali digaungkan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan.

Baca Juga

Seorang Cleaning Service 'Bersaldo' Fantastis Dicurigai Terlibat Kebakaran Kejagung

Awi mengatakan penyidik akan tetap menerima apa pun informasi yang disampaikan oleh pihak luar terkait kebakaran Kejagung. Siapa pun boleh memberikan masukan.

"Yang jelas apa pun informasi yang ada dari luar, masukan-masukan dari luar tentunya itu menjadi masukan untuk tim penyidik untuk mendalami dan Ada kaitannya atau tidak. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Obat Dexamethasone Lebih Murah dari Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Obat Dexamethasone Lebih Murah dari Vaksin COVID-19

WHO sebagai otoritas kesehatan dunia menyebutkan, obat dexamethasone tidak boleh dikonsumsi untuk mencegah atau mengobati gejala ringan COVID-19

Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi
Indonesia
Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi

Tulisan ini pertama kali ditemukan warga setempat pada Selasa (17/11).

Warga Miskin Isoma di Rumah yang Positif COVID-19 Bakal Dikirimi Paket Obat
Indonesia
Warga Miskin Isoma di Rumah yang Positif COVID-19 Bakal Dikirimi Paket Obat

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyusun mekanisme pencatatan, penyaluran, dan sosialisasi obat-obatan tersebut.

KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI
Indonesia
KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI

Ketika ditanyakan, pihak hotel menyatakan bahwa semua kamar hotel sudah dipesan atas nama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Dilaporkan ke Polda Jateng, Penerbit Buku SD "Ganjar Tidak Bersyukur" Bakal Kooperatif
Indonesia
Dilaporkan ke Polda Jateng, Penerbit Buku SD "Ganjar Tidak Bersyukur" Bakal Kooperatif

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri dilaporkan ke Polda Jawa Tengah terkait kasus penyebutan "Ganjar Tidak Bersyukur" dalam soal di Buku Ajar Pendidikan Agama SD.

Imparsial Nilai Jokowi Perlu Copot Yasonna Laoly
Indonesia
Imparsial Nilai Jokowi Perlu Copot Yasonna Laoly

Pada sisi lain, pembiaran kondisi tersebut sejatinya sama saja melakukan penyiksaan

[Hoaks atau Fakta]: Gibran Bakal Bangun Disneyland di Solo
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Gibran Bakal Bangun Disneyland di Solo

Visi-misi dalam pesan yang beredar tersebut tidak nyambung dengan visi-misinya saat Pilkada 2020 lalu.

BMKG Minta Warga Jaktim dan Jaksel Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang
Indonesia
BMKG Minta Warga Jaktim dan Jaksel Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga wapada hujan petir disertai angin kencang melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari.

Diduga Terlibat KKB, Kepala Distrik di Yahukimo Papua Diciduk Polisi
Indonesia
Diduga Terlibat KKB, Kepala Distrik di Yahukimo Papua Diciduk Polisi

Sedangkan Y adalah keponakan Etius Baye (38), yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bagi Warga Pesisir di 21 Provinsi
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bagi Warga Pesisir di 21 Provinsi

BMKG juga memprediksi pada Senin (16/8) ini wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan seharian