Ciptakan Suasana Kondusif, TNI/Polri Diminta Berdialog dengan Tokoh Adat Papua Sinta Nuriyah Wahid. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Gerakan Suluh Kebangsaan yang terdiri dari para tokoh bangsa dan beberapa tokoh Papua mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana kondusif di Papua.

Termasuk TNI dan Polri, harus mengedepankan dialog bersama tokoh masyyarakat Papua. Hal Itu diungkpkan oleh Putri Presiden ke-4, Sinta Nuriyah Wahid dalam keferensi pers bersama Gerakan Suluh Kebangsaan, Jumat (23/8).

Baca Juga: Polri Dalami 5 Akun Medsos yang Diduga Picu Kerusuhan di Papua

"Termasuk TNI-Polri perlu mengedepankan dialog konstruktif bersama tokoh Papua untuk mencari jalan keluar terbaik demi kepentingan masyarakat Papua dan NKRI," katanya kepada wartawan.

Massa melakukan aksi di Jayapura. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Massa melakukan aksi di Jayapura. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Sinta mengatakan, pemerintah juga mesti semaksimal mungkin mengambil tindakan damai yang cepat, terencana, dan tepat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. "Sehingga tidak jatuh korban lagi," katanya.

Selain itu, Gerakan Suluh Kebangsaan meminta aparat penegak hukum dapat menindak tegas oknum pelaku rasisme yang memicu kerusuhan. Serta mencegah terjadinya kejadian serupa.

Baca Juga: Sandi Duga Kerusuhan di Papua Disebabkan Kondisi Ekonomi yang Buruk

Lebih lanjut Sinta menegaskan, semua komponen bangsa mesti menjunjung tinggi persamaan derajat sebagai sesama bangsa Indonesia. "Mencegah tindakan diskriminatif, dan menghargai local values," kata Sinta Nuriyah

Sementara itu, anggota Suluh Kebangsaan, Quarisy Sihab menilai, semua pihak harus terbuka untuk meminta maaf. "Jangan beranggapan yang harus minta maaf itu yang bersalah, itu wajib. Yang harus minta maaf itu yang bersikap benar dan sikapnya disalahpahami," jelas dia. (Knu)

Baca Juga: Wiranto Sebut Kerusuhan di Papua Ganggu Stabilitas Nasional


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH