CIPS Sebut Pinjaman P2P Paling Diminati Meski Banyak Kontroversi Ilustrasi (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

MerahPutih.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengemukakan pentingnya penguatan perlindungan memadai bagi para nasabah layanan finansial berbasis teknologi (tekfin).

Perlindungan ini penting mengingat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berdampak pada pendapatan dan daya beli beberapa kalangan. Sehingga, mendorong masyarakat untuk mencari pinjaman, termasuk secara daring melalui skema peer-to-peer (P2P).

"Pinjaman jangka pendek payday loan, adalah salah sektor bisnis pinjaman P2P yang paling diminati. Sayangnya, jenis pinjaman ini juga yang paling banyak menimbulkan kontroversi," kata peneliti CIPS, Thomas Dewaranu dalam pernyataannya, Minggu (24/10).

Baca Juga:

Pakar Beberkan Cara Cegah Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol

Perlindungan yang dibutuhkan nasabah pinjaman P2P ini antara lain terkait transparansi persyaratan dan ketentuan pinjaman, serta penggunaan data pribadi untuk keperluan penagihan pembayaran.

Salah satu alasan ketidakmampuan debitur dalam membayar utang yang membengkak dari pinjaman online (pinjol) dipengaruhi oleh ketidakpahaman bahwa pinjol menarik bunga yang jauh lebih besar dari kredit bank pada umumnya.

"OJK idealnya melakukan restrukturisasi pasar teknologi finansial, yang meliputi standar operasional bisnis pinjaman online, penggunaan Fintech Data Center (FDC) yang optimal untuk risk assessment dan perlindungan konsumen. Hal ini juga dibutuhkan untuk mengevaluasi kebijakan yang ada dan untuk memperkuat perlindungan data nasabah," jelas dia.

Ia juga mengatakan standar operasional bisnis pinjol perlu diatur lebih lanjut yang meliputi perlindungan data, transparansi bunga dan biaya yang harus dibayar peminjam dan standar proses penagihan utang.

Selain itu, hal penting yang perlu mendapatkan perhatian adalah masalah penyalahgunaan atau penggunaan data konsumen secara eksesif seperti kontak, lokasi, dan galeri dalam telepon seluler untuk digunakan dalam proses penagihan utang yang intimidatif.

Jumlah bunga dan tenggat waktu pembayaran di pinjol ilegal biasanya tidak jelas (foto: pixabay/heungsoon)

Selanjutnya, Thomas juga menekankan pentingnya literasi keuangan seiring dengan peningkatan penetrasi layanan tekfin di masyarakat.

Di sisi lain, pemilik data harus menyadari risiko data yang diberikan, sehingga debitur harus bersikap hati-hati dan cermat dalam memberikan data serta harus menyadari data apa saja yang diperlukan terkait dengan tujuan layanan.

"Masalahnya, fintech lending jenis payday loan ini kebanyakan menyasar konsumen kelas menengah ke bawah, yang mayoritasnya masih belum melek literasi keuangan," katanya.

Baca Juga:

OJK akan Tambah Aturan Baru Terkait Debt Collector Pinjol

Saat ini, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, setiap tekfin yang beroperasi di Indonesia diharuskan untuk mencatatkan diri ke OJK secara legal lewat prosedur yang berlaku.

Meski hanya berhak mengatur perusahaan tekfin yang terdaftar, Thomas mengharapkan OJK dapat bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain dalam melakukan pemblokiran pemberi pinjaman ilegal untuk melindungi konsumen dari praktek pelanggaran hukum. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Larang Mudik Maju 22 April, Penyekatan di Tol Solo-Ngawi Belum Dilakukan
Indonesia
Larang Mudik Maju 22 April, Penyekatan di Tol Solo-Ngawi Belum Dilakukan

"Belum ada kenaikan volume kendaraan di Jalan Tol Solo-Ngawi hari ini (Jumat), setelah larangan mudik berlaku efektif mulai Kamis kemarin," ujar Saktia, Jumat (23/4).

Gegara Hadiri Acara Halal Bihalal PDIP, Plt Camat Sukoharjo Dicopot
Indonesia
Gegara Hadiri Acara Halal Bihalal PDIP, Plt Camat Sukoharjo Dicopot

Pencopotan tersebut buntut dari hadirnya Havid dalam acara halal bihalal yang diadakan PAC PDIP Sukoharjo pada Rabu (19/5)

237 Sekolah di Bandung akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
237 Sekolah di Bandung akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah PTM sendiri direncanakan akan diuji coba selama dua pekan, 7-18 Juni 2021.

Banjir Sorong Rendam Ratusan Rumah hingga Kantor Wali Kota
Indonesia
Banjir Sorong Rendam Ratusan Rumah hingga Kantor Wali Kota

Banjir merendam ratusan rumah dan sejumlah ruas jalan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Hukuman Koruptor Jiwasraya Dipotong, Kejagung Siap Ajukan Kasasi
Indonesia
Hukuman Koruptor Jiwasraya Dipotong, Kejagung Siap Ajukan Kasasi

Kejagung membuka peluang untuk mengajukan kasasi terkait pengurangan masa hukuman terdakwa perkara korupsi pengelolaan keuangan dan investasi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

KPK Turun Tangan Selidiki Kasus Proyek Toilet Sekolah Rp96,8 Miliar di Bekasi
Indonesia
KPK Turun Tangan Selidiki Kasus Proyek Toilet Sekolah Rp96,8 Miliar di Bekasi

"Apabila dari hasil telaahan dan kajian memang ditemukan adanya indikasi peristiwa pidana maka tidak menutup kemungkinan KPK tentu akan melakukan langkah-langkah berikutnya sebagaimana hukum yang berlaku," ujar Ali.

Vaksin Booster untuk Relawan di Yogyakarta
Indonesia
Vaksin Booster untuk Relawan di Yogyakarta

Relawan yang mendapatkan vaksin booster meliputi tenaga pendukung kesehatan serta tenaga penunjang layanan COVID-19.

Hari Kartini, Penumpang Kereta Api Perempuan Diberikan Hadiah hingga Tiket Gratis
Indonesia
Hari Kartini, Penumpang Kereta Api Perempuan Diberikan Hadiah hingga Tiket Gratis

PT KAI Daop 1 Jakarta memperingati Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April.

KPK Sita Dokumen dari 2 Pejabat Pemkot Cimahi Terkait Korupsi Wali Kota Ajay
Indonesia
KPK Sita Dokumen dari 2 Pejabat Pemkot Cimahi Terkait Korupsi Wali Kota Ajay

KPK menyita dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi.

Imbas PPKM, Puluhan Restoran di Yogyakarta Gulung Tikar
Indonesia
Imbas PPKM, Puluhan Restoran di Yogyakarta Gulung Tikar

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat puluhan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gulung tikar.