Chrisye, Sabda Nada Sang Legenda Chrisye. (bicaramusik.id)

TAK muluk rasanya bila sematan legenda ditabalkan kepada sosok Chrisye. Lagu-lagunya selalu hidup bahkan menjadi penanda jaman. Dari mulai lagu bernuansa art rock (1977-1983), new wave (1984), lagu pesta remaja (1985-1986), pop romantis (1989-1993), musik akustik (1996), hingga sentuhan musik etnik (1997) pernah mewarnai karir bermusiknya.

Dia pun pernah berduet dengan musisi lintas genre dan lintas generasi. Duetnya bersama para musisi muda kala itu terekam secara apik pada album Senyawa (2004). Para musisi teman duetnya, penata musik, pihak label rekaman, dan rekan kerjanya di dunia musik mengenal Chrisye sebagai pribadi unik, sederhana, penuh dedikasi, perfeksionis dan total dalam bermusik.

Chrisye selalu ingin terlibat pada setiap proses pengerjaan albumnya untuk memastikan segala proses berlangsung baik. Dia tak ingin lagunya tak sempurna sehingga mengecewakan pendengar. Baginya, album merupakan bentuk tanggung jawab musisi terhadap karyanya.

Mungkin Chrisye hanya lahir sekali. Tak akan pernah ada musisi serupa dia. Pribadinya sangat unik. Di saat penyanyi lain senang bukan kepalang bila lagunya didengar keluarga, Chrisye malah menolak memperdengarkannya di rumah. Bila kebanyakan penyanyi menghindari rokok dan kopi hitam karena takut mengganggu vokal, Chrisye justru sebaliknya.

Bahkan, ketika penyanyi atau musisi senang mendapat tawaran manggung atau tampil live di televisi, Chrisye malah enggan dan memilih album sebagai tanggung jawab bermusiknya. Dia berlasan kalau sering tampil penonton akan cepat bosan sehingga ekslusifitas tak lagi terjaga. Biar penggemar selalu rindu dengannya.

Kini, tepat sedekade kepergian sang legenda musik Indonesia, kami redaksi merahputih.com menurunkan laporan khusus perjalanan karir bermusik Chrisye, sang legenda, untuk mengobati rasa rindu para penggemar.

Laporan khusus bertajuk Chrisye, Sabda Nada Sang Legenda, akan mengupas kisah tersembunyi di balik karir bermusik Chrisye. Penasaran? Simak terus rubrik indonesiaku pada laman merahputih.com (*)



Yudi Anugrah Nugroho