Chrisye Kepengin Ngeband Gara-Gara Nonton Hawaiian Band Chrisye. (foto: dokumen keluarga)

PEKERJAAN sang papi mulai agak kendur. Dia jadi rajin mengajak seluruh keluarga berpelesir atau sekadar makam malam di luar. Puncak, Bogor, menjadi lokasi pelesir andalan keluarga Rahadi.

Jelang keberangkatan seluruh keluarga Rahadi sibuk berkemas. Hanna, sang mami, tak lupa menyiapkan tikar, bantal kecil, dan beragam makanan di keranjang rotan. Semua barang lalu dimasukan ke bagasi mobil Chevrolet.

Chrisye dan kedua saudaranya sangat senang bervakansi ke Puncak. “Ketika itu lokasinya masih benar-benar alam murni. Belum banyak vila, apalagi warung-warung. Keindahannya jangan ditanya,” ungkapnya sebagaimana dikutip Alberthiene Endah pada Chrisye Sebuah Memoar Musikal.

Mereka sekeluarga langganan merumput di Riung Gunung, Puncak. Padang rumput nan hijau berbukit ditemani barisan pohon pinus menyapa. Ketiga putra mereka asyik bermain. Sementara papi dan mami bersantai di atas tikar. “Gambaran indah harmonis ini menjadi album tercantik dalam sejarah hidup saya. Rasanya ini pulalah kelak membentuk saya jadi pria sangat ‘rumahan’ dan mencintai keluarga,” kenang Chrisye.

Selain Puncak, sang papi pun sering mengajak mereka makan malam di restoran Sindang Laut, kawasan pantai dekat Cilincing. Lokasi kini berubah jadi area milik Pertamina. Dulu, menurut Chrisye tempat itu merupakan area dengan pantai indah dan berhawa sangat enak. Di pinggir pantai berjajar resto-resto seafood.

Resto Sindang Laut milik Haji Kamid asal Cirebon jadi tempat favorit mereka sekeluarga. Di sana, selain makanannya enak, juga menampilkan hiburan live music Hawaiian Band. “Saking enaknya lagu-lagu mereka, biarpun makanan sudah tandas kami betah berjam-jam ngepos di situ sampai musik habis”.

Penampilan Hawaiian Band tersebut rupanya membekas bagi Chrisye. “Ternyata musik bukan hanya indah didengarkan. Tapi juga asyik untuk dimainkan!”. Melihat grup band Hawaiian bermain dengan penuh gairah, lanjutnya, membuat benaknya bercengkrama dengan musik mereka dan berusaha merasakan nikmatnya memetik gitar, memencet tuts organ, dan menggebuk drum. “Improvisasi sang penyanyi seperti magnet yang menarik-narik segenap perasaan saya. Dahsyat! Khayalan saya menyala-nyala”.

Saat mobil Chevrolet papinya meninggalkan restoran, Joris dan Vicky asyik bercengkrama sementara Chrisye mematung. “Tapi, seluruh otak saya sudah dihipnotis oleh kekuatan luar biasa. Musik! Musik! Musik! Itu sanggup membuat bibir saya bungkam dan mata saya terpejam sepanjang jalan pulang. Saya berkhayal jadi pemusik”. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH