China Pamer Kekuatan Militer dalam Parade Peringatan 80 Tahun Berakhirnya Perang Dunia II

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 03 September 2025
China Pamer Kekuatan Militer dalam Parade Peringatan 80 Tahun Berakhirnya Perang Dunia II

China gelar parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.(foto: Instagram @straits_times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PASUKAN berbaris dalam langkah ritmis dan gema sepatu bot di aspal mengawali pidato Presiden China Xi Jinping sebelum parade militer untuk menandai 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Beijing, China, Rabu (3/9). Xi mengatakan umat manusia saat ini harus memilih antara perdamaian dan perang, serta antara dialog dan konfrontasi.

Sebelum pasukan mulai berbaris, Xi melintasi seluruh formasi di sepanjang Jalan Raya Chang’an di pusat Beijing dengan limusin hitam bergaya klasik. Ia muncul lewat atap mobil dengan empat mikrofon di depannya. Sebelum Xi berbicara, upacara dimulai dengan salvo artileri 80 tembakan untuk menandai 80 tahun berakhirnya perang, diikuti lagu kebangsaan, March of the Volunteers, yang digubah pada 1935 saat awal perlawanan terhadap invasi Jepang.

Presiden China itu lalu menyapa barisan pasukan serta deretan rudal dan kendaraan militer. Para tentara menjawab serentak dengan slogan. “Kami mengabdi kepada rakyat,” kata mereka berseru.

Xi memulai pidatonya yang singkat dengan mengenang para korban perang dan menyerukan pemusnahan akar-akar perang untuk mencegah sejarah terulang kembali. Parade dimulai setelah pidato Xi. Sebelumnya, Xi, yang menjabat Ketua Komisi Militer Pusat China, meninjau langsung pasukan.

Baca juga:

Hadiri Parade Militer di Lapangan Tiananmen China, Presiden Prabowo Duduk di Samping Presiden Putin


Parade tersebut menampilkan rudal, jet tempur modern, dan kekuatan militer lainnya. Inilah usaha China untuk menunjukkan pengaruh yang lebih besar di panggung global. Beberapa perangkat keras militer bahkan ditampilkan ke publik untuk pertama kalinya.

Xi, dalam pernyataannya, tidak menyebut Amerika secara langsung, tapi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada negara-negara asing yang membantu China melawan invasi Jepang. Secara domestik, peringatan ini menjadi cara untuk menunjukkan sejauh mana China telah berkembang. China merupakan salah satu front utama dalam perang, sebuah fakta yang sering diabaikan dalam catatan sejarah yang lebih menyoroti pertempuran di Eropa dan pertempuran laut AS di Pasifik. Invasi Jepang sebelum perang dan konflik itu menewaskan jutaan orang China.

Parade militer ini juga menjadi unjuk kekuatan untuk memperkuat dukungan terhadap Partai Komunis dan pemimpinnya, Xi, serta cara untuk menampilkan diri sebagai alternatif global dari era pascaperang yang didominasi Amerika.

Xi dan para tamu undangan, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tiba lebih awal di Gerbang Tiananmen nan bersejarah untuk menyaksikan parade. Xi berjabat tangan satu per satu dengan para tamu di atas karpet merah sebelum mereka menaiki tangga ke platform pandangan yang menghadap ke Lapangan Tiananmen.

Sementara itu, lautan manusia duduk di bagian-bagian yang sudah ditata rapi di alun-alun di seberang jalan lebar tempat parade berlangsung. Mereka melambaikan bendera merah kecil sambil paduan suara menyanyikan lagu-lagu patriotik termasuk Defend the Yellow River dan No New China without the Communist Party of China.(dwi)

Baca juga:

Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Jadi Sorotan dalam Kunjungan ke China, Disebut Calon Penerus

#Xi Jinping #China #Rusia #Korea Utara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Korea Utara Tes Sistem Rudal Pertahanan Udara dan Rudal Jelajah Jarak Jauh, Uji Coba Keempat dalam Sepekan
Peristiwa ini menandai uji coba senjata keempat Pyongyang dalam sepekan terakhir.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Korea Utara Tes Sistem Rudal Pertahanan Udara dan Rudal Jelajah Jarak Jauh, Uji Coba Keempat dalam Sepekan
Dunia
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
DPRK menyebut tuduhan tersebut merupakan ‘upaya jahat’ lainnya dari AS untuk merusak citra publik Pyongyang.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
Indonesia
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Bareskrim Polri membongkar sindikat TPPO yang merekrut 58 WNI, termasuk mantan TNI dan Polri, menjadi tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp54 juta.
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Dunia
Korea Utara Uji Coba Bom Kluster yang Dipasang pada Rudal Balistik, Diklaim Bisa Hancurkan Area hingga 13 Hektare
Bom kluster melepaskan puluhan hingga ratusan amunisi kecil (submunition) yang memungkinkannya menghantam banyak target di area yang luas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
Korea Utara Uji Coba Bom Kluster yang Dipasang pada Rudal Balistik, Diklaim Bisa Hancurkan Area hingga 13 Hektare
Dunia
Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Sesi foto pada ajang itu dibatalkan setelah para diplomat Eropa menolak berdiri dalam sesi foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
  Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Fun
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Olahraga
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Kylian Mbappe meminta maaf atas komentar kontroversial tentang Mao Zedong yang memicu kemarahan publik China. Simak respons Kementerian Luar Negeri China
Frengky Aruan - Rabu, 28 Oktober 2026
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Bagikan