Che (Cupumanik): Sebenarnya yang Paling Sedih itu Rasa Kemanusiaannya Che Cupumanik, yang pasti terluka adalah kemanusiaan. (Foto: supermusic)

PERISTIWA pemboman yang dilakukan segelintir orang mengusik perasaan terdalam Che. Ia tidak melihat isu agama dalam kejadian ini. Sisi kemanusiaan yang terluka, dan ini sangat dirasakan oleh Che. Isu inilah yang bermain di kepalanya dan tak habis pikir mengapa orang dapat tega berbuat seperti itu.

"Selalu sebenarnya yang paling sedih itu rasa kemanusiannya. Karena sentimen agama buat Che nomor sekian. Yang paling tinggi itu nilai kemanusiaan. Kerukunan hidup bersama yang terganggu. Yang lebih sedih itu kerasa banget punya anak kecil ternyata anak kecil ideologinya bisa dipakai orangtua. Itu ironi banget!"

Che memandang Indonesia sangat positif. Persatuan dan kesatuan pada warganya sangat kuat. Ini sudah dibuktikan dengan berbagai peristiwa yang sewarna namun tetap tak tergoyahkan malahan semakin menguat. Bisa jadi hal ini kemudian yang membuat dalang-dalang teror geram hendak memecahbelah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Itu akan selalu menjadi ancaman NKRI. Karena Che menyadari ada banyak pihak manapun yang ingin kita rusak. Yang pengen kita, perang saudara. Pengen banget nyaplok kekayaan negara kita, bumi kita. Dan itulah yang selalu harus dijaga. Karena dimana lagi negara berbagai suku bisa adem ayem. Ini sebenarnya aneh. Ada orang yang usaha terus-terusan pingin kita ribut. Termasuk dari dalam dan luar karena banyak kepentingan politik dan lain-lain. Yang jelas kalau (bom) terjadi di tanah air, sebenarnya kita ikut terluka."

che cupumanik
Harus ada penyuluhan, pendidikan dan dialog. (Foto: bicaramusik)

Menurut Che harus ada tindakan-tindakan yang nyata untuk melenyapkan terorisme di tanah air. Bukan sekedar pemberantasan dengan pendekatan keamanan dan ketertiban saja. Lebih dari itu perlu pula pembinaan secara mental dan intelektual untuk mengikis habis pemahaman yang berbuntut pada terorisme.

"Akar-akar radikalisme ini harus dipecahin. Berarti harus ada penyuluhan, pendidikan dan dialog. Agama tidak pernah salah yang ada orang yang memeluk agama yang salah. Itu yang anak-anak bunuh diri apalagi kalau iming-imingnya ngomongin surga dan neraka. Makanya urusan teologi harus jadi perhatian kita semua."

Che berpikiran bahwa sudah seharusnya orang-orang memikirkan cara untuk membuat semuanya menjadi jauh lebih baik. Seperti hal takut yang dianggap oleh Che dapat memberikan solusi bagi tumbuh dan berkembangnya terorisme di tanah air.

"Takut itu rasa yang diciptakan Tuhan. Takut itu tidak selamanya bermakna buruk. Enggak ada salah sama yang namanya takut. Apalagi takut gagal, takut tidak sukses, takut tidak bisa membahagiaan orangtua, itu rasa takut yang baik. Itu rem yg dibutuhkan manusia."

Ketakutan itu menurut Che membuat kita seharusnya berpikir untuk lebih menjaga anak-anak kita. Jangan sampai dari usia anak-anak sudah dicekoki hal-hal yang berbau ekstrim yang kelak akan menjelma menjadi generasi teror anyar. Ia menekankan bahwa pendidikan yang utama harus berasal dari keluarga kecil.

Sebagai generasi muda sudah seharusnya tampil di depan melawan, jangan hanya diam saja melihat adanya aksi kejahatan di depan mata. Ia pun menekankan bahwa dari kalangannya, musisi, sudah seharusnya lebih banyak berbicara yang pasti akan didengar oleh fans basenya. Dengan demikian pesan-pesan yang baik akan jauh lebih tersampaikan.

che cupumanik
Elu harus bersuara! (Foto: azizdapur)

"Jangan cuma main aman. Jangan cuma peace man, tapi enggak mau bersuara. Ini harus dicatat ya, terlalu banyak orang yang tidak (mau) berbuat kejahatan tapi pun tidak (mau) melawan kejahatan. Apalagi banyak musisi yang didengarkan para pendengar. Elu harus bersuara! Itu pesan dari Che. Sementara elu dipandang sebagai teladan dan idola, itu harus dimanfaatkan."

Che merasa inilah tugasnya menjadi corong yang memberikan pandangan-pandangan positif. Ia tidak perduli apa yang dikatakan orang. Namun selama ini yang ia lakukan ternyata memberikan hasil positif.

"Bayangkan kalau Che enggak vokal di sosmed. Banyak orang yang nge-dm (direct message) Che, bilang makasih udah menyelamatkan dia, nyaris jadi ekstrimis. Dengan pesan-pesan kedamaian itu bisa menolong orang yang nyaris terjun ke jurang. Jadi manfaatkan kekuatan sosmed untuk hal yang baik. Ramah menggunakan sosmed. Jangan jadi bagian hoax yg memperkeruh keadaan."

Sudah saatnya, menurut Che, masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih peka dalam menerima berita yang berseliweran. Jangan merasa bangga karena menshare berita tanpa melakukan check dan recheck sebelumnya.

"Jangan sampai kita jadi peradaban tuna rasa dan tuna empati. Sekarang persoalannya begini, media hari ini berlomba-lomba mengejar iklan, klik, view. Jangan harap kayak dulu ada jurnalisme investigasi. Sekarang yang diperTuhankan klik dan view. Jadi kita yang pinter-pinter lihat sesuatu. 'Ini media bertanggung jawab apa bukan?'. Jangan media berkepentingan dengan isu politik tertentu. Tulis status di sosmed jangan yang memperkeruh keadaan. Teroris itu bukan hanya terjadi di lapangan, jangan-jangan ada di sosmed." (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH