Chairil Anwar di Mata Masyarakat Kampung Halaman Pembicara dalam acara mengenal Chairil Anwar. (Foto/Istimewa)

SABTU pagi, 28 April 2018 pukul 09:00 WIB terlihat ratusan siswa-siswi dari 3 SMA berbeda berbondong-bondong datang ke halaman Rumah Gadang (Rumah Adat Minangkabau) Yut Fitra, Ketua Komunitas Seni Intro di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat.

Mereka duduk rapi menanti. Sejurus kemudian, Penyair asal Jakarta Irmansyah dan Thendra BP menerangkan sosok Sastrawan Pembaru berdarah Minang, Chairil Anwar. Para siswa antusias mendengarkan. Sesekali barisan puisi Si "Binatang Jalang" pun menggema. "Agar mereka bisa belajar dari Chairil," kata YM Dallu Awartha, Ketua Panitia Pelaksana acara mengenang 69 tahun sepeninggalan Chairil Anwar kepada merahputih.com.

Siswa saat membacakan Puisi Chairil Anwar dalma sesi acara mengenal Chairil. (Foto/Istimewa)
Siswa saat membacakan Puisi Chairil Anwar dalma sesi acara mengenal Chairil. (Foto/Istimewa)

Tepat matahari berada di atas kepala, para siswa mulai beralih berdiskusi tentang karya-karya Chairil. Dalam acara ini banyak sastrawan Sumatra Barat (Sumbar) yang terlibat langsung, di antaranya Esha tegar Putra (Penyair, Peneliti Sasrtra) sebagai narasumber, Deddy Arsa (Sejarawan) Dosen IAIN Bukittinggi hingga Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

Pada sesi diskusi, muncul sebuah gagasan dari para Sastrawa Sumbar untuk mengabadikan Chairil Anwar dalam sebuah nama jalan di Payakumbuh. Ferizal Ridwan selaku Wakil Bupati menyambut baik keinginan tersebut. "Ini ide yang bagus, Silahkan ajukan," katanya singkat saat dihubungi merahputih.com usai memberikan materi.

Pembicara dalam acara mengenal Chairil Anwar. (Foto/Istimewa)
Pembicara dalam acara mengenal Chairil Anwar. (Foto/Istimewa)

Rencananya, usai sesi diskusi 'Kenang Chairil' akan ada sesi peluncuran buku dari 2 orang penulis Sumatera Barat. Iyut Fitra sebagai tuan rumah acara akan meluncurkan buku terbarunya berjudul Mencari jalan Mendaki dan Ilham Yusardi meluncurkan buku puisi perdananya yang berjudul Senjaraya.

“Peluncuran buku ini bagian dari kegiatan Kenang Chairil. Ini menegaskan bahwa setelah Chairil akan ada terus penyair-penyair yang tumbuh di Luak Limapuluh ini,” ujar Iyut Fitra dalam keterangannya yang diterima merahputih.com.

Poster Acara, Kenang Chairil Anwar. (Foto/Istimewa)
Poster Acara, Kenang Chairil Anwar. (Foto/Istimewa)

Setelah peluncuran buku, sesi 'Panggung Chairil' dijadikan penutup acara. Dalam sesi ini akan diperagakan karya-karya Chairil Anwar seperti musikalisasi puisi, dramatisasi puisi, pembacaan puisi oleh siswa dan sastrawan serta hingga kesenian lainnya. "Acara ini berakhir pukul 00:00 WIB nanti," YM Dallu Awartha. (Zai)

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH