Cerita Yohana Yembise saat Pertama Kali Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. (Foto: Antara/Ali Khumaini)

MerahPutih.com - Yohana Susana Yembise mengaku sempat mengalami syok saat awal-awal dipilih dan menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Waktu itu, Yohana merasa itu bukan bidang yang selama ini dia kuasai.

"Saya adalah pengajar, dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih. Ternyata saya dipilih menjadi menteri pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak. Sempat syok juga," kata Yohana dalam unjuk bincang peluncuran buku "Dunia Yohana, Inspirasi dari Ufuk Timur" di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (18/10), dikutip Antara.

Baca Juga:

Komnas HAM Minta Hukuman Kebiri Dihapus, Begini Tanggapan Menteri Yohana

Hal lain yang membuat dia syok adalah anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang saat itu relatif kecil, yaitu Rp219 miliar saja. Anggaran tersebut jauh bila dibandingkan kementerian lain dan menurutnya sangat kecil bila dibandingkan tuntutan kinerja dari Presiden Joko Widodo.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise (kanan) dalam unjuk bincang saat peluncuran buku "Dunia Yohana, Inspirasi dari Ufuk Timur" yang diadakan di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise (kanan) dalam unjuk bincang saat peluncuran buku "Dunia Yohana, Inspirasi dari Ufuk Timur" yang diadakan di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

"Saya berpikir, apa yang bisa dilakukan dengan anggaran sekecil itu. Padahal Presiden Jokowi meminta untuk kerja, kerja, dan kerja," tuturnya.


Sebagai guru besar, Yohana terbiasa belajar dan melihat sesuatu secara ilmiah. Karena itu, dia mengaku lama kelamaan merasa cinta dengan kementerian yang dia pimpin.

Akhirnya, enam bulan sejak menjadi menteri, dalam sebuah sidang kabinet, Yohana menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak tidak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi.

Baca Juga:

Menteri Yohana Berharap RUU PKS Segera Disahkan Jadi Undang-Undang

"Saya meminta agar anggaran ditambah agar bisa melakukan pelayanan turun ke lapangan. Ternyata, dua hari kemudian saya dipanggil dan ditanya mau minta anggaran berapa. Terus terang saya bingung karena belum sempat berbicara dengan kawan-kawan di Kementerian," katanya.

Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise. (ANTARA/Ogen)
Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise. (ANTARA/Ogen)

Secara spontan, Yohana meminta anggaran Rp5 triliun kepada Presiden, meskipun di dalam benaknya Rp1 triliun saja sudah merupakan kemajuan yang sangat baik.

"Akhirnya memang disepakati Rp1 triliun, meskipun dipotong menjadi Rp716 miliar. Itu sudah tiga kali lipat daripada anggaran sebelumnya," jelasnya. (*)

Baca Juga:

Menteri Yohana: Noken Simbol Cinta kasih Mama Papua Kepada Anaknya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH