Lapsus: Gelora Pertempuran Surabaya
Cerita Tiga Pemuda Tionghoa Pengawal Soekarno di Surabaya Halam depan harian Kedaulatan Rakyat, 30 Oktober 1945.

TIGA opsir Inggris di lambung kapal Royal Air Force tampak berbeda dari lainnya. Tidak nampak wajah garang serdadu India, atau tubuh pendek Gurkha, juga kulih putih tentara Inggris. Mereka berkulit kuning.

Ketiga pemuda Tionghoa tersebut ditunjuk untuk mengawal Soekarno. Mereka, Jap Kim Fie asal Jakarta, Cheng Yu Siong asal Singapura, dan The Boen Liang asal Buleleng, Bali.

“Mereka bertiga itu ialah parachutist pada barisan gerilya Chungking yang telah memerangi Jepang di Semenanjung Melayu mulai tahun 1944,” dikutip harian Soeara Rakjat, 31 Oktober 1945.

Sepak terjang mereka berawal ketika tergabung dengan pemuda-pemuda Hoachioa untuk memenuhi panggilan tanah airnya sebagai tenaga sukarela Pemerintah Central Tiongkok melawan tentara Jepang pada tahun 1939.

Mereka mendapat latihan tempur dan strategi perang untuk bekal menghadapi Jepang. Pada tahun 1944, bersama pasukan Chungking mendarat di Semenanjung Melayu dengan tugas mendesak pasukan Jepang.

Setelah Jepang menyerah, ketiga pemuda tersebut berpisah jalan dengan pasukannya menuju Jakarta. “Semata-mata untuk menengok keluarganya,”.

Bukan bertemu sanak keluarga, tugas baru justru menghampiri. “Mereka bertiga telah ditunjuk untuk mengawal beliau (Soekarno) beserta seorang opsir Inggris”.

Kedatangan Soekarno ke Surabaya merupakan respon atas permintaan Mallaby kepada atasannya di Jakarta, Panglima Divisi 23 India, Jendral Mayor DC Hawthorn, karena pasukannya sudah sangat terdesak. Badan-badan perjuangan, polisi istimewa, BKR, TKR berhasil membuat pasukan Inggris tersudut di seluruh lokasi di Surabaya.

Pihak Inggris meminta perundingan segera dengan pemimpin Indonesia, karena itu merupakan jalan keluar terbaik satu-satunya. “Alternatif lain adalah menyerah kepada rakyat. Tapi ini belum pernah terjadi dalam sejarah militer Inggris,” tulis Barlan Setiadijaya pada 10 November 1945, Gelora Kepahlawanan Indonesia.

Sesampai di lapangan terbang Morokrembangan, pesawat rombongan Soekarno dihujani tembakan BKR Pelajar karena disangka Angkata Udara Inggris. Ketiga pemuda Tionghoa langsung membuat barikade di sekitar Soekarno.

Tembakan terhenti saat mereka tahu sasaran mereka ternyata pemimpin besara revolusi, Soekarno. BKR Pelajar pun menyambut dengan pekik kemerdekaan.

Selama perjalanan menuju rumah Residen Soedirman hingga kantor gubernuran ketiga pemuda Tionghoa terus mengawal Soekarno. Bahkan, mereka tak pernah lepas kawalan ketika Soekarno mencoba keliling kota Surabaya.

“Waktu Bung Karno mengadakan perjalanan keliling di dalam kota Surabaya, ketiga pemuda tadi senantiasa beserta beliau, akan tetapi berhubung dengan sesuatu hal, maka mereka terpaksa tidak dapat turut kembali ke Jakarta bersama-sama dengan Bung Karno,” dikutip Soeara Rakjat. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi Love Light Heart Untuk Pejuang Medis COVID-19
Tradisi
Aksi Love Light Heart Untuk Pejuang Medis COVID-19

Lampu kamar berbentuk hati dalam aksi "Love Light Heart" di hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Banten

Wisata Religi Kuil Dewi Kwam Im di Atas Gunung Batu
Tradisi
Wisata Religi Kuil Dewi Kwam Im di Atas Gunung Batu

Pengunjung mendatangi Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa atau lebih dikenal dengan Kuil Dewi Kwan Im di Desa Kertajaya, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, (10/3/2020). Vihara tersebut merupakan tempat ibadah Buddhisme Thailand yang dibangun oleh WNI dari etnis Thailand yang bernama Anothai Kamonwathin (Mama Airin) pada 8 Agustus 2000. Vihara tersebut dibangun diatas gunung batu yang langsung menghadap laut. Uniknya pintu masuk Vihara tersebut berupa rentetan anak tangga berjumlah sekitar 300. Anak tangga diapit sepasang ornamen naga khas Thailand yang berkepala tujuh dan sepasang singa batu

Lambai, Salad Sehat Khas Ramadan di Aceh
Kuliner
Lambai, Salad Sehat Khas Ramadan di Aceh

Khasiat dedaunan hijau di dalamnya diyakini baik untuk kesehatan.

5 Tempat Kuliner Legendaris di Malang, Wajib Mampir!
Kuliner
5 Tempat Kuliner Legendaris di Malang, Wajib Mampir!

Jangan sampai terlewat nih 5 tempat ini kalau mampir ke Malang.

Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober
Travel
Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober

Pemerintah sedang mempertimbangkan membuka kembali Bali antara bulan Juni dan Oktober

Staycation yang Aman dan Nyaman
Travel
Staycation yang Aman dan Nyaman

Tetap menjalankan protokol kesehatan.

Resep Nasi Goreng Sushi untuk Ramadan di Rumah Aja
Kuliner
Resep Nasi Goreng Sushi untuk Ramadan di Rumah Aja

Yuk simak resep nasi goreng sushi bumbu kecap

Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa
Tradisi
Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa

Agar tetap bisa dipelajari generasi mendatang.

Pemda DIY Batasi Pembukaan Destinasi Wisata
Travel
Pemda DIY Batasi Pembukaan Destinasi Wisata

Sultan mengimbau kepada pemimpin daerah untuk membuka bertahap destinasi wisata agar kasus COVID-19 di wilayahnya tetap terkontrol.

Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pasca Pandemi
Travel
Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pasca Pandemi

Pangandaran memiliki banyak panorama alam yang indah.