Musik
Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’ Ras Muhamad survive dengan rilis album kedua internasional melalui label Jerman. (Instagram/@ras_muhamad)

SEMPAT tertunda perilisannya, Ras Muhamad akhirnya merilis album terbaru bertajuk SATRYO pada Agustus 2020. Album ketujuh ini merupakan album kedua Ras Muhamad yang dirilis secara internasional oleh label asal Jerman, Oneness Records.

Pada album kedua rilisan internasional ini, Ras Muhamad bereksperimen dengan memadukan elemen Arab dan Jawa, serta filosofi islam dalam balutan musik dancehall dengan teknik toasting yang merupakan perpaduan antara musik Jamaika dengan hip hop yang menjadi ciri khasnya.

Baca juga:

Tentang 'VANDAL' dan Arti Survive Menurut Joe Million

Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’
Album SATRYO merupakan evolusi dari Ras Muhamad. (Instagram/@ras_muhamad)

“Salah satu hal menarik di album ini yaitu memakan waktu yang lama sekitar tiga setengah tahun. Namun, album ini bisa disebut sangat berbeda, karena album ini bentuk evolusi dari Ras Muhamad dan secara personal ini adalah pertumbuhan seorang Ras Muhamad,” kata Ras Muhamad saat dihubungi Merahputih.com, Selasa (15/12).

Seperti penggalan lirik “Berjalan di hidup ini bagaikan jawara, penuh percaya diri bagaikan singa ambasah, lakukan segalanya dengan basmalah” pada lagu Jawara, Ras Muhamad mengawali album SATRYO dengan kata ‘Bismillahirrohmanirrohim’ di lagu pembuka Kick a Lil Prelude.

Di album SATRYO, Ras Muhamad berperan sebagai co-producer, co-song writer dan co-music director, sehingga album penuh ini merupakan hasil 100 persen perjalanan seorang Ras Muhamad.

“Ras Muhamad bukan hanya sebatas musisi reggae saja dan saya tidak ingin dikotakan seperti itu, saya ingin menantang diri sendiri bahwa saya bisa lebih baik dari apa yang saya lakukan sebelumnya. Karena album SATRYO merupakan terlahirnya kembali seorang Ras Muhamad,” lanjut pria yang menempuh pendidikan lanjut di Liberal Arts, Borough of Manhattan Community College.

View this post on Instagram

A post shared by Ras Muhamad (@ras_muhamad)

SATRYO bisa dikatakan sebagai sebuah cerita utuh, perjalanan Ras Muhamad dari sisi religius, spiritual, hingga ideologi musik.

Ia juga tidak segan untuk memuji nama sang pencipta, Allah SWT, seperti penggalan lirik “Ya Wadud, sang maha kasih, lebih dekat dari urat nadimu, Ya Wadud, sang maha kasih, hembuskan cinta dalam Rahim,” di lagu Al Wadud yang merupakan salah satu sifat sang pencipta, Allah SWT berarti Yang Maha Mengasih.

Ada juga lirik yang berbunyi “Sering ku bilang reggae itu budaya, bukan sebatas genre ataupun busana, Kingston Jamaika jangan dilupakan, karena one love bukan sekadar ucapan” pada lagu Pistol Parabellum yang sarat akan pesan tentang arti reggae sesungguhnya.

Walaupun Ras Muhamad sudah dikenal secara internasional, namun ia tetap peka dengan isu-isu di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan pada lirik “Tetap ku yakini Pancasila, walau ku sujud ke arah kiblat, pulau Jamaika ku napak tilas, tanag suci ku negeri Indonesia, Mereka larang tanaman khasiat, namun bebas jual-beri miras, bahayanya marlboro dan chivas, namun tak ada yang tewas akibat sativa” dari lagu Bambu Keras.

Baca juga:

'Survival Mode' Hadapi Pandemi ala Musisi Indonesia

“Album SATRYO seperti sebuah perjalanan, akhirnya saya bagi menjadi tiga bagian dalam 15 lagu tersebut. Act pertama saya sebut Awakening di mana saya mulai sadar atau membuka hati, Act dua “A Rhyme and Disharmony” dan Act ketiga Essention atau bisa disebut juga menembus langit,” jelas pria yang kini menetap di Bali.

Tidak hanya itu, album SATRYO juga menjadi wadah eksperimen bagi seorang Ras Muhamad, seperti lagu Flight of Ananta yang memadukan rock dengan distorsi gitar, lagu Madda Like lebih kepada campuran afro pop dengan afrobeats, kemudian lagu King & Goddess yang terinspirasi dari psychedelic rock, serta lagu penutup Meta Master Eye Allah yang dipadukan dengan komposisi orkestra.

“Walaupun nafasnya masih tetap reggae, namun saya bereksperimen yaitu dengan musik-musik akustik dan lainnya di album ini,” cetusnya.

View this post on Instagram

A post shared by Ras Muhamad (@ras_muhamad)

Pemilihan sampul album SATRYO juga memiliki kesan mendalam untuk Ras Muhamad sendiri. Ia berkata memilih sosok Maulana Jalaluddin Rumi, yang merupakan seorang penyair sufi asal Uzbekistan, membantunya dalam perjalanan spiritual.

“Syair-syair beliau dan ayat-ayat dari Al-Qu’ran sangat membantu dan bisa dikatakan mengobati saya disaat saya kehilangan Ayahanda, dan juga mendorong diri saya dalam perjalanan spiritual yang lebih mendalam,” ucapnya.

Ras Muhamad berevolusi menjadi seorang ksatria dalam album SATRYO, ia seakan jalan beriringan dengan para musisi mancanegara pada album ini, mulai dari JahCoustix (Jerman), Kelissa (Jamaica), Promoe (Swedia), Cali P (Guadalupe/Swiss), Tippa Irie (Jamaica/UK) dan sahabat baiknya keturunan Indonesia, Toke (Berlin/Bali).

Album ini bukan sekadar karya musik, SATRYO menjadi bukti pertumbuhan Ras Muhamad dalam segala aspek. Tidak berlebihan bila menyebut album SATRYO adalah sajian persatuan filosofi islam dengan musik reggae terbaik dari Ras Muhamad.

Sebagai seorang seniman, Ras Muhamad membuktikan dirinya memiliki keberanian untuk terus berubah dan tidak diam. Sebagai Survivor, ia memiliki mental ksatria yang mampu melewati situasi buruk, dengan cara ikhlas dan terus bertindak oleh apa yang ia percaya.

“Sebagai survivor, memang saat ini kita harus terus berjuang dan bertahan di masa yang menantang ini, selain kesehatan fisik, yang paling penting adalah menjauhi untuk mengonsumsi hal-hal yang negatif, dalam hal ini adalah pikiran,” tutup Ras Muhamad. (far)

Baca juga:

28 Tahun ‘Survive’, NTRL Rayakan dengan Konser Virtual

Penulis : Febrian Adi Febrian Adi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ups! Minuman Segar ini Sebaiknya Dihindari saat Berbuka Puasa
Fun
Ups! Minuman Segar ini Sebaiknya Dihindari saat Berbuka Puasa

Ternyata enggak semua minuman sehat lho untuk berbuka.

Amerika Serikat Gelar Konser Pertama saat Pandemi COVID-19, Begini Suasananya
Fun
Amerika Serikat Gelar Konser Pertama saat Pandemi COVID-19, Begini Suasananya

Apakah kamu akan menghadirinya jika diselenggarakan di Indonesia?

Bawa Bekal ala Oriental nan Praktis
Kuliner
Bawa Bekal ala Oriental nan Praktis

Makanan Korea juga ada,

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Fun
Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya

Ada beberapa keseimbangan yang mungkin kamu lewatkan.

Post Malone Membuat Konser Tribute to Nirvana Bersama Travis Barker
ShowBiz
Post Malone Membuat Konser Tribute to Nirvana Bersama Travis Barker

Hasil donasi akan disumbangkan untuk penanganan COVID-19

'Pokemon Unite', Game Bergenre MOBA Mirip Mobile Legends
Fun
'Pokemon Unite', Game Bergenre MOBA Mirip Mobile Legends

Pemain harus mengumpulkan pokemon liar sebanyak-benyaknya.

Bidan dan Doula Ternyata Berbeda
Fun
Bidan dan Doula Ternyata Berbeda

Sering dianggap sama, bidan dan doula ternyata punya perbedaan yang signifikan.

Bukan yang Instan, Resep Mi ini Simpel dan Enak
Kuliner
Bukan yang Instan, Resep Mi ini Simpel dan Enak

Masakan mi noninstan menjadi rekomendasi.

Pocari Sweat Gelar Event Lari Terbesar di Indonesia
Hiburan & Gaya Hidup
Pocari Sweat Gelar Event Lari Terbesar di Indonesia

Manfaatkan peluang ini untuk kesehatanmu.

Tiara Andini dan Rizky Febian Raih Penghargaan di MAMA 2020
ShowBiz
Tiara Andini dan Rizky Febian Raih Penghargaan di MAMA 2020

Dua musisi Indonesia kebagian penghargaan di MAMA 2020.