Cerita Selena Gomez Selamat dari Gangguan Kesehatan Mental Selena Gomez berkarier di dunia hiburan sejak usia 10 tahun (Foto: CelebMafia)

SEBAGIAN dari kita mungkin bermimpi untuk menjadi artis. Tidak heran, biasanya publik figur memiliki paras yang rupawan, bertalenta, memiliki banyak harta, serta bisa berteman dengan artis-artis lainnya. Lebih asyiknya lagi jadi artis membuatmu memiliki penggemar yang tergila-gila padamu dan karya-karyamu.

Di sisi lain, menjadi seorang publik figur ternyata tidak sesederhana itu. Everything has a price to pay. Semakin besar kesuksesan yang kita miliki, semakin besar juga tanggung jawab serta risiko yang harus dipikul.

View this post on Instagram

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez) on

Telah berkarier di dunia hiburan sejak usia 10 tahun, Selena Gomez merupakan salah satu artis yang sangat terbuka soal perjuangannya selama menjadi publik figur. "Tumbuh di mata publik memang mengandung banyak tekanan. Ini sudah cukup sulit bagi siapapun untuk menghadapi masa-masa muda, tapi bayangkan jika seluruh dunia menilaimu dan mengomentari seluruh aspek kehidupan dan pilihan-pilihanmu," ungkap Selena kepada CNN.

Walau tekanan publik mampu membuatnya lebih tahan banting dan tidak menyesali keputusan hidup yang telah ia pilih, ia mengaku seringkali mengalami masa-masa yang sulit untuk menjadi sosok 'Selena Gomez'.

Gomez bercerita ia mengalami gangguan kesehatan mental, dan ia berusaha untuk terbuka mengenai hal tersebut agar bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang diluar sana yang merasakan hal sama.

Baca juga:

Mengupas Stigma Pekerjaan di Indonesia

Hidup di era digital, setiap hari kita dibombardir dengan berbagai unggahan media sosial yang membuat orang-orang merasa bahwa mereka harus meraih kesempurnaan. Banyak ekspektasi yang tidak realistis bagi perempuan di lingkungan sosial kita, dan banyak pula orang yang merasa tertekan untuk harus terlihat seperti itu.

View this post on Instagram

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez) on

"Media sosial jelas mempengaruhi gagasan kami mengenai "kesempurnaan", dan kita sering menggunakan platform-platform ini untuk meraih validasi dan kenyamanan. Padahal, akhirnya hal tersebut yang membuat kita merasa sedikit lebih kesepian," ungkap Gomez.

Pemain film A Rainy Day in New York itu sangat mendukung gerakan detoksifikasi media sosial. Walau ia masih terhubung dan sering mencari tahu apa yang sedang terjadi di seluruh dunia, dirinya tetap merasa harus membatasi diri dalam penggunaan media sosial.

Baca juga:

Bisa Haid Sampai Pingsan, Tetapkah Perempuan Ini Ambil Cuti walau Berpotensi Unpaid?

Awalnya, pelantun The Heart Wants What It Wants itu merasa tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa ia mengalami depresi dan anxiety.

"Aku merasa seperti ada tekanan untuk menjadi sempurna, karena begitu banyak orang yang mengagumiku. Tetapi setelah aku menetapkan keputusan untuk mencari bantuan dan terbuka mengenai apa yang aku rasakan, rasanya sangat lega," ungkapnya. Baginya, meraih bantuan profesional sangat mampu untuk membuatnya merasa lebih baik.

Ia juga sempat berpikir cantik harus dengan make up. Tetapi kini ia sadar tidak perlu makeup untuk merasa cantik. "Kini, aku melihat makeup sebagai aksesori, dan sebagai sesuatu yang bisa membuatku senang," ungkapnya. Itulah alasan Selena Gomez membuat lini makeup bernama Rare Beauty.

Intinya, mengakui bahwa dirinya hanyalah manusia biasa merupakan cara Selena untuk bisa menerima dan mencintai dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, kita hanya perlu mencintai diri kita sendiri dan berusaha untuk menjadi diri kita dalam versi terbaik. (shn)

Baca juga:

Terbukti, Milenial dan Gen Z Peduli Wujudkan Dunia Lebih Baik

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH