Cerita Pedagang Belum Berani Jualan Foto Jokowi-Ma'ruf Amin Pedagang bingkai di Jalan Raya Pasar Minggu memperlihatkan bingkai foto Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Kamis (18/10) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Pedagang bingkai di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Cucung (37) mengaku belum berani menjual atau memajang bingkai foto Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Ia menunggu sampai pelantikan selesai.

"Baru mulai jual nanti setelah pelantikan, biasanya foto resmi sudah keluar," kata Cucung, Jumat (18/10).

Baca Juga:

Menhut era SBY: Wajah Gedung MPR/DPR Menyeramkan Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Senada dengan Cucung, Lina (30) pedagang bingkai lainnya di kawasan Mampang Prapatan, mengatakan foto yang asli ada copywrite di bagian bawah foto.

"Kalau yang asli pasti ada copyrite nya di bagian bawah foto, jadi enggak asal pesan aja, kita tunggu yang asli keluar dulu baru kita pajang," ucap Lina.

Pengrajin pigura di Solo, Jawa Tengah mulai menjual bingkai foto Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin), Kamis (17/10). (MP/Ismail)
Ilustrasi: Pengrajin pigura di Solo, Jawa Tengah mulai menjual bingkai foto Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Kamis (17/10). (MP/Ismail)

Sementara itu, Sekretaris Negara telah menerbitkan foto resmi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dengan versi yang berbeda yang beredar di pasar.

Foto versi Sekretaris Negara, sebagaimana dikutip Antara, kedua petinggi negara ini difoto dengan posisi miring ke samping, tersenyum tanpa memperlihatkan deretan gigi dengan warna agak gelap dari yang banyak beredar di pasar. Lalu keduanya menggunakan dasi warna merah senada.

Baca Juga:

Tutup Jalan Demi Pelantikan Jokowi, Polisi Dikritik Terlalu Paranoid

Foto versi penjual presiden dan wapres tersenyum tampak gigi dan menghadap lurus ke depan, warna lebih terang. Versi lainnya presiden tetap sama.

Hanya foto wapres yang berbeda dengan posisi tampak menengadah ke atas, senyum tanpa memperlihatkan gigi dan nama ditulis lengkap dengan gelar pendidikan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Anies Bakal Hadiri Rapat Soal Banjir dengan Presiden Jokowi di Istana
Indonesia
Anies Bakal Hadiri Rapat Soal Banjir dengan Presiden Jokowi di Istana

"Saya ga di wakilin (saya hadir). Kan ga punya wagub," kelakar Anies sambil menuju ke ruang kerjanya.

Biden Salip Trump Pimpin Sementara di Georgia
Indonesia
Biden Salip Trump Pimpin Sementara di Georgia

Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin sementara dengan 917 suara di Georgia.

 Reuni 212, Ratusan Anggota Ormas Islam Solo Bakal Berangkat ke Jakarta
Indonesia
Reuni 212, Ratusan Anggota Ormas Islam Solo Bakal Berangkat ke Jakarta

Endro mengatakan lokasi keberangkatan ketiga bus dilakukan di dekat kantor DSKS atau di Jalan Radjiman, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Sebanyak 160 orang ini resmi tercat dari panitia.

Karena Jerinx Publik Figur, Sidang 'IDI Kacung WHO' Bakal 'Live'
Indonesia
Karena Jerinx Publik Figur, Sidang 'IDI Kacung WHO' Bakal 'Live'

Yang menonton di youtube itu tidak bisa intervensi

Mabes Polri Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Jakob Oetama
Indonesia
Mabes Polri Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Jakob Oetama

Polri menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya tokoh pers nasional Jakob Oetama.

Ganjar: Dakwah Muhammadiyah Sangat Teduh
Indonesia
Ganjar: Dakwah Muhammadiyah Sangat Teduh

"Dakwah Muhammadiyah sangat teduh. Semua itu karena seluruh elemen di Muhammadiyah menempatkan diri dalam satu bejana, yakni kebangsaan dan kemanusiaan," kata Ganjar.

Warga Jakarta Ogah Pakai Masker di Masa Transisi
Indonesia
Warga Jakarta Ogah Pakai Masker di Masa Transisi

Dalam satu minggu ini saja pelanggaran itu 27 ribu lebih.

Kaget Anak Buahnya Meninggal, Wagub DKI: Cucu Kurnia Sosok Anti Suap
Indonesia
Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia
Indonesia
Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia

"Siapa pun yang terpilih di antara keduanya, hubungan diplomatik antara Indonesia-AS masih akan seperti biasa. Masih akan mengalami hubungan yang tak seimbang (antara Indonesia dengan AS)," kata Ujang

Pemerintah Sindir Public Figure yang Sebut COVID-19 Konspirasi
Indonesia
Pemerintah Sindir Public Figure yang Sebut COVID-19 Konspirasi

"Termasuk informasi yang benar dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Wiku