Cerita Mahasiswi Asal Klaten Setelah Pulang Karantina di Natuna Mahasiswi Chongqing University, Wuhan, Tiongkok bernama Hilyatu Millati Rusdiyah (33) akhirnya pulang ke rumah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (17/2). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Salah seorang mahasiswi Chongqing University, Wuhan, Tiongkok bernama Hilyatu Millati Rusdiyah (33) akhirnya pulang ke rumah.

Warga Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu sebelum pulang ke rumah diwajibkan mengikuti karantina di Natuna, Kepulauan Riau. Setelah dinyatakan terbebas dari gejala Covid-19, ia diperbolehkan pilang ke kampung halaman.

Baca Juga:

Antisipasi Virus Corona, Ratusan WNI Ditangkal ke Indonesia

"Saya sudah mendapatkan sertifikat bebas Covid-19 dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Semua yang dikarantina juga mendapatkan perlakuan sama," ujar Mila saat ditemui merahputih.com di rumahnya, Senin (17/2).

Ia mengaku kali pertama tahu kabar mengenai penyebaran virus corona menyebar begitu was-was. Penyebaran virus ini sangat cepat dari yang awalnya hanya ribuan, dalam sekejap menjadi puluhan ribu karena virus menyebar melalui udara.

"Pemerintah Tiongkok mengimbau agar semua warga, termasuk warga asing, untuk mengurangi aktivitas luar ruangan," kata dia.

 Mahasiswi WNI di Chongqing University, Wuhan, Tiongkok bernama Hilyatu Millati Rusdiyah (33) akhirnya pulang kerumah di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (17/2). (MP/Ismail)
Mahasiswi Chongqing University, Wuhan, Tiongkok bernama Hilyatu Millati Rusdiyah (33) akhirnya pulang ke rumah, di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (17/2). (MP/Ismail)

Ia mengaku tinggal di Wuhan bersama keluarga. Namun pada awal Januari, suami beserta anaknya pulang ke Indonesia untuk liburan semester. Sedangkan dirinya masih bertahan di Wuhan karena masih harus menyelesaikan disertasinya di program doktoral di Chongqing University.

"Waktu keluarga pulang ke Indonesia belum ada virus corona. Pemerintah Tiongkok langsung memutuskan untuk mengisolasi kota Wuhan untuk membatasi penyebaran virus," katanya.

Pasca dilakukan evakuasi oleh pemerintah Indonesia dan dibawa ke Pulau Natuna, Milla dikarantina selama dua pekan. Tiap pagi, ia bersama dengan WNI dari Wuhan lainnya melakukan beberapa kegiatan. Selain berkumpul untuk makan tiga kali sehari, Milla menjalani aktivitas individu. Malamnya biasanya dilakukan sosialisasi dari pemerintah.

"Saya selama di Natuna menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah,” papar dia.

Ia tidak tahu kapan bisa kembali ke Tiongkok untuk bisa kuliah seperti semuala. Sejauh ini, ia masih menjalani pembelajaran via online untuk menyelesaikan program doktoralnya.

"Saya berharap wabah vurus corona cepat mereda agar keluarga bisa kembali ke Wuhan, Tiongkok," kata dia. (Ism)

Baca Juga:

Agenda Tahunan Facebook Batal Gara-Gara Virus Corona


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH