Cerita Karyawan Non-Esensial di Tangerang Dipaksa Masuk saat PPKM Darurat Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/Free-Photos)

MerahPutih.com - Masih ada perusahaan non-esensial yang memaksa karyawan mereka untuk masuk meski sudah diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di Jawa-Bali, mulai 3 - 20 Juli 2021.

Salah satu pegawai perusahaan jual beli sepeda motor bernama Widi (26) misalnya, dia mengeluhkan kebijakan kantornya yang tak patuh dengan aturan pemerintah terkait PPKM Darurat.

Kantor Widi yang berlokasi di Jalan Raya Ciledug, Kota Tangerang tetap memaksa karyawan masuk secara penuh tanpa adanya kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Baca Juga:

Pegawai Non-Esensial Dipaksa Masuk saat PPKM Darurat, Anies: Nanti Tim Bertindak

Widi mengaku kesal sejauh ini belum ada obrolan mengenai aturan WFH. Ia pun menyakini akan kerja seperti biasa baik hari masuk kerja dan jam pelayanan kerja.

"Iya semua karyawan masuk," ucap Widi saat dikonfirmasi Merahputih.com, Senin (5/7).

Ilustrasi. (Foto: MP/Tumisu)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/Tumisu)

Widi pun mengungkapkan, punya rasa takut jika harus kerja di luar rumah dengan bertemu orang banyak di kantor. Apalagi, ada dua rekan kerjanya dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

Ia mengaku khawatir kantornya tetap tidak berlakukan WFH, lantaran berisiko terjangkit corona, ditambah sudah masuknya varian baru COVID-19.

Baca Juga:

Alasan Pekerja Terpaksa Masuk Kantor saat PPKM Darurat

Widi juga khawatir karena di rumah ada orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) rentan terpapar corona, kalau perusahaannya tidak mengindahkan aturan pemerintah.

Wanita berkaca mata ini pun berharap kepada atasannya untuk mau memberlakukan kerja dari rumah bagi karyawan. (Asp)

Baca Juga:

Jakarta Masih Padat saat PPKM Darurat, Anies Ultimatum Perusahaan Nakal

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cari Pengganti Mensos dan Menteri KP, Jokowi Diminta tak Pilih Kader Partai
Indonesia
Cari Pengganti Mensos dan Menteri KP, Jokowi Diminta tak Pilih Kader Partai

Padahal, Juliari dan Edhy Prabowo sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung kasus korupsi bansos COVID-19 dan izin ekspor benih lobster.

Polda Metro Segera Tetapkan Tersangka Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq
Indonesia
Polda Metro Segera Tetapkan Tersangka Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq

“Usai ini maka kami akan gelar perkara, nanti hasilnya akan diumumkan kembali,” tukasnya.

[Hoaks atau Fakta]: Ekstrak Buah Nanas Jadi Obat Corona
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Ekstrak Buah Nanas Jadi Obat Corona

Dalam narasinya postingan tersebut juga mencatut seorang ilmuwan dari Australia mengatakan bormelain (ekstrak nanas) dapat melarutkan protein untuk mengobati virus corona.

Pemprov DKI Bantah Hapus Program Normalisasi Sungai, Ini Tanggapan Fraksi PSI
Indonesia
Pemprov DKI Bantah Hapus Program Normalisasi Sungai, Ini Tanggapan Fraksi PSI

“Istilah normalisasi di bab IV, seperti yang ditunjukkan oleh Kepala Bappeda, harus dibaca dalam konteks program penanganan banjir Pemprov DKI Jakart,” ujar Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Justin Untayana

Jaksa Ajukan Banding Vonis Rizieq Shihab di Kasus Kerumunan
Indonesia
Jaksa Ajukan Banding Vonis Rizieq Shihab di Kasus Kerumunan

"Tanggal 28 Mei 2021, Jaksa (Penuntut Umum) menyatakan banding terhadap perkara 221, 222, 226," ujarnya

Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi Minta Tak Ada Kegaduhan
Indonesia
Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi Minta Tak Ada Kegaduhan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan tidak berminat menjadi presiden selama 3 periode.

DPR Beking Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
DPR Beking Komnas HAM Bentuk Tim Selidiki Penembakan 6 Laskar FPI

Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan mudah dihasut provokasi