Cerita Kali Pertama Kus Bersaudara Rekaman, Terganggu Suara Kereta Hingga Teriakan Pedagang Keliling Kus Bersaudara. (Foro: 4bp)

TONI Koeswoyo merasa jemu memainkan lagu orang. Selama lebih kurang dua tahun dia bersama saudara-saudaranya tampil di pesta-pesta pribadi sebagai peniru The Everly Brothers.

Pemilihan kata Brothers di belakang nama Kus, seturut laporan majalah Jakarta-Jakarta, bertajuk “Koes Plus”, tahun 1995, karena terinspirasi dengan grup The Everly Brothers. Penampilan mereka pun mirip. “Duet Yok dan Yon meniru duet Phill dan Don anggota Everly Brothers”.

Kondisi tersebut membuatnya resah. Toni berpikir menjadikan Kus Bros sebutan Kus Brothers naik kelas. “Jika Kus Bros ingin lebih maju, mereka harus melakukan rekaman dan menyanyikan lagu-lagu populer berbahasa Indonesia,” dinukil Femina, pada “Lahirnya Koes Bersaudara”, Juni 1991. Toni sangat berhasrat membuat lagu berbahasa Indonesia.

Dalam seminggu, satu lagu lahir. Mereka pun mulai berani menaikan mimpi. Menjajal dapur rekaman. Bersama Yan Mintarga, gitar rhitym Kus Bros, Toni menulis surat permohonan rekaman kepada PT Irama, perusahan rekaman milik Suyoso Karsono.

Berbekal surat di tangan, mereka berkunjung ke Cikini, studio rekaman PT Irama. Mereka diterima Mas Yos, sapaan akrab Suyoso Karsono dan Jack Lesmana.

Di hadapan dedengkot PT Irama, mereka melalui Toni mengutarakan keinginannya untuk rekaman lagu-lagu gubahan Kus Bros.

Mas Yos dan Jack tak langsung mengamini. Keduanya bahkan menantang mereka untuk membuat 12 lagu dalam dua minggu. “Anggota Kus Bros lainnya pesimis, kecuali Toni yang tetap optimis,” dikutip Kompas, 5 November 2002. Toni pun siap menjawab tantangan.

Saban hari dia sibuk mengulik nada dan menentukan melodi lalu memadukannya dengan lirik. Tak terasa dua minggu berlalu dan tantangan berhasil dituntaskan.

Seluruh personil Kus Bros kembali bertandang ke Cikini. Mereka datang membawa buah buah tangan, 12 lagu baru. Di hadapan Mas Yos dan Jack, mereka memainkan lagu-lagu tersebut. Keduanya pun terkesan.

Setelah bincang singkat, kedua pihak pun setuju menjalin kerjasama. Kus Bros mulai masuk studio pada tahun 1962. Mereka berencana merekam 4 lagu berbahasa Indonesia.

Kala itu rekaman Kus Bros, menurut Ambir Rahayu pada “Perjalanan Karir Koes Plus 1969-1987” Skripsi FIB UI, belum menggunakan sistem track, sehingga untuk merekam sebuah lagu, menyanyi dan memainkan alat musik harus dilakukan bersamaan.

Bila salah seorang pemain tergelincir satu nada, atau penyanyi salah mengucap satu kata, maka seluruh prosesnya diulang sedari awal. Kondisi itu diperparah karena letak studio PT Irama berada dekat jalur kereta api dan ruang studionya belum menggunakan peredam suara.

Mereka pun menyiasati kebocoran suara dengan melakukan rekaman di malam hari agar intensitas kereta lewat tidak terlalu sering. “Tetapi tetap saja suara kereta api lewat atau suara teriakan penjual keliling sering masuk ke dalam rekaman,” tulis Rahayu.

Lantaran sering tergganggu, tak heran bila proses rekaman satu lagu memakan waktu hingga satu bulan.

Setelah merampungkan rekaman, bos PT Irama, Mas Yos mengusulkan untuk mengubah nama Kus Brothers menjadi Kus Bersaudara. Perubahan nama dimaksudkan agar tidak kena cekal pemerintah nan sedang gencar kampanye antibarat.

Piringan hitam berisi lagu Dara Berpita lantas diedarkan luas ke masyarakat dengan nama anyar Kus Bersaudara. (*)

Kredit : nugroho


Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH