Aksi Sosial
Cerita Irfan Hakim Merawat Binatang hingga Membangun Aviary Irfan Hakim bangun aviary. (foto: istimewa)

NAMA Irfan Hakim telah lama dikenal sebagai seorang selebritas yang mencintai dan peduli pada kehidupan hewan. Irfan bahkan masuk sebagai 10 besar Youtuber dunia untuk konten satwa ini. Sebagai bentuk kecintaannya pada hewan, Irfan membangun dan meluncurkan sebuah aviary. Aviary adalah kandang burung dengan ukuran yang besar sehingga memungkinkan burung untuk terbang dan hidup relatif normal, tidak seperti sangkar kebanyakan yang dimiliki oleh banyak orang.

Saat menjadi tamu dalam acara #BincangBaik bersama Tantri Moerdopo, pekan lalu, Irfan berkisah tentang aviary yang dibuatnya. "Ini semacam ruang penelitian atau perpustakaan hidup karena istilahnya bikin ekosistem ada burung, ada unggasnya dan lain-lain,” kata Irfan pada acara yang digelar BenihBaik dan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) sebagai bagian dari kampanyebersama dengan lembaga konservasi kebun binatang, taman safari, taman satwa, dan taman satwa khusus untuk membantu pemeliharaan hewan di masa pandemi.

BACA JUGA:

Living Cocoon, Peti Mati Ramah Lingkungan dari Serat Jamur

Lebih jauh Irfan menjelaskan alasan ia menyebut aviary sebagai ruang penelitian. Ia menyebut ada beberapa yang di alam tidak terpantau, tapi kalau di aviary, karena areanya terbatas, kita bisa memantau ada beberapa kegiatan alami yang biasanya kita tidak tahu tapi bisa tertangkap kamera.

irfan hakim
Irfan Hakim membangun aviary sebagai ruang penelitian. (foto: istimewa)

Dia kemudian bercerita terdapat beberapa burung berkicau yang biasa di kurungan kecil, ketika dilepaskan di aviary, suaranya jadi berbeda. Begittu juga tingkah lakunya, jadi lebih bahagia. “Di masa depan, dengan adanya aviary ini, jika burung-burung sudah mencapai kuotanya, saya akan melepasliarkan di tempat yang seharusnya. Jangan misalnya love bird dilepasliarkan di Indonesia, ya tidak bisa, atau jalak Bali, dilepaskannya di Bali, demikian juga elang Jawa, ya harus dilepasliarkan di Jawa. Enggak bisa hanya dilepas, jadi memang ada ilmunya juga,” imbuhnya.

Irfan sependapat bahwa sebaiknya memang satwa hidup di alam bebas. Meski demikian, ia mengatakan harus realistis di beberapa titik jika alamnya tidak lagi memungkinkan untuk satwa itu hidup. “Tidak bisa memaksakan diri harus di alam, tapi karena predatornya berlebihan, lingkungan tidak memungkinkan, sumber makanan tidak ada, apakah itu justru tidak menyengsarakan,” jelasnya lagi.

Membuat lembaga konservasi atau juga penangkaran, menurut Irfan, harus memperhatikan kesejahteraan satwa termasuk dalam hal makanan dan kesehatannya. Menurut Irfan, binatang tidak minta dipelihara. Namun, saat kita memutuskan memelihara hewan, itu artinya juga harus menyayanginya supaya lestari dan berkembang biak, harus maksimal, tidak bisa main-main, termasuk memperhitungkan ruang gerak yang maksimal, makanan bergizi yang maksimal, perawatan dan kesehatannya juga hingga memikirkan kebahagiaannya.

Untuk komitmennya itu, Irfan mengeluarkan uang yang tak tanggung-tanggung. Ia mengakui anggaran rumah tangganya yang jauh lebih kecil ketimbang anggaran untuk merawat binatang. "Ya itu nyata, mungkin karena yang saya tanggung jawabkan itu lebih banyak. Kurang lebih ya tiga kali lipat uang belanja istri,” akunya.

Menurutnya, itu merupakan upaya untuk membuat hewan-hewan lebih sejahtera. Biaya yang ia keluarkan termasuk untuk membayar tujuh penjaga dan perawat hewan. Sekarang, ia bahkan punya satu dokter hewan yang menetap. “Ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab saya pada hewan yang saya rawat. Itu berbiaya tinggi, saya mengiyakan,” ujarnya.

irfan hakim
Anggaran untuk perawatan binatang 3 kali lipat uang belanja istri.(foto: istimewa)

Satwa, bagi Irfan, sama seperti makhluk hidup lain. Tidak bisa sehat dan bugar terus. Ada waktunya mereka sakit, ada yang meninggal karena usia, atau bentrokan dengan satwa lain. Oleh karena itu, hewan harus dijaga. "Itulah mengapa saya mempekerjakan perawat hewan untuk mewakili mata dan tangan saya. Kita juga harus menyediakan oksigen dan obat-obatan."

Irfan bercerita, di pagi hari, rumahnya sudah layaknya katering. "Banyak sekali bahan makanan, sayur-sayuran dan segala macam. Untungnya, saya punya istri dan keluarga yang sevisi dan semisi, punya tanggung jawab yang sama. Kalau ada hewan yang berkembang biak, istri saya justru senang ketimbang ada hewan yang sakit,” katanya.

Di masa pandemi ini, Irfan mengingatkan bahwa ini bukan saatnya hanya menerima bantuan, melainkan juga semangat memberi. Saling membantu sesama makhluk hidup. “Justru di masa pandemi ini menjadi ladang pahala yang besar,” tutupnya.(Dwi)

Penulis : Dwi Astarini Dwi Astarini
G-Dragon Nongol di Pop-Up Nike Kwondo1
ShowBiz
Virgil Abloh, Musik, Desain, dan Fesyen
ShowBiz
G-Dragon Nongol di Pop-Up Nike Kwondo1
ShowBiz
Virgil Abloh, Musik, Desain, dan Fesyen
ShowBiz
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rekomendasi Buku Menarik untuk Hadapi Quarter Life Crisis
Fun
Rekomendasi Buku Menarik untuk Hadapi Quarter Life Crisis

Selain berbicara dengan ahli, kamu bisa mendapat banyak pelajaran dari berbagai buku motivasi.

Ganti Lirik Rap 'I'll Be Missing You', BTS Sebarkan Pesan Positif
ShowBiz
Ganti Lirik Rap 'I'll Be Missing You', BTS Sebarkan Pesan Positif

Lagu hit yang dirilis pada Mei 1997 itu dibuat oleh rapper Sean Combs.

Lagu ‘Ronan’ Masuk di Album ‘Red (Taylor's Version)’
ShowBiz
Lagu ‘Ronan’ Masuk di Album ‘Red (Taylor's Version)’

Didedikasikan untuk bocah yang meninggal karena kanker.

Elizabeth Debicki Jadi Putri Diana di ‘The Crown’ Musim Kelima
ShowBiz
Cara Memenangkan Argumen Berdasarkan Zodiak Lawan Bicara   (Part 1)
Fun
Cara Memenangkan Argumen Berdasarkan Zodiak Lawan Bicara (Part 1)

Persiapkan dirimu untuk argumen dengan zodiak-zodiak ini

Dipaksa Tetap Kuat Walau Hancur Karena COVID-19
Fun
Dipaksa Tetap Kuat Walau Hancur Karena COVID-19

Meski situasi sulit, hati harus tetap tegar di masa pandemi.

Peneliti Sebut Vaksin Covid-19 Mampu Proteksi dari Covid-19 Varian Delta
Fun
Peneliti Sebut Vaksin Covid-19 Mampu Proteksi dari Covid-19 Varian Delta

vaksinasi COVID-19 masih mampu memproteksi manusia dari paparan virus corona B.1.617.2 atau varian Delta.

Angka Kematian Akibat Kanker Paru-Paru Meningkat, Ini Penyebabnya
Fun
Angka Kematian Akibat Kanker Paru-Paru Meningkat, Ini Penyebabnya

Kasus kematian akibat kanker paru-paru meningkat di tahun 2020

Terobsesi Makanan Sehat? Bisa Jadi Penderita Orthorexia Nervosa
Fun
Terobsesi Makanan Sehat? Bisa Jadi Penderita Orthorexia Nervosa

Ada perbedaan konsep makanan sehat yang diterapkan penderita orthorexia dan yang memang menjalani pola makan sehat