Cerita Febri Diansyah Soal Ketatnya Proses Seleksi Pegawai KPK Febri Diansyah. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menceritakan pengalamannya saat mendaftar menjadi pegawai lembaga antirasuah. Saat itu Febri mengikuti seleksi menjadi pegawai KPK lewat program Indonesia Memanggil.

"Ya, karena kami yang ikut seleksi merasa terpanggil untuk berbakti pada Indonesia," kata Febri dikutip dari akun Twitternya, @febridiansyah, Jumat (7/5).

Baca Juga:

WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

Febri mengatakan dirinya lolos seleksi program Indonesia Memanggil ke 7 bersama 159 pegawai lainnya sekitar tahun 2013.

"Seluruh tes sebelum tahap wawancara unit kerja dilakukan oleh konsultan Independen yang berpengalaman melakukan tes serupa untuk sejumlah lembaga negara/swasta," katanya.

Adapun tahap pertama yakni seleksi administrasi. Dalam tahap ini, ada beberapa pertanyaan awal tentang pondasi-pondasi Integritas dan motivasi masuk KPK. Sementara pada tahap kedua, dilakukan tes potensi.

"Kalau melihat tes masuk PNS, ada beberapa soal yang mirip. Tapi saya merasakan tesnya sangat berat hari itu. Selain menguji potensi IQ juga kesabaran dan konsistensi," jelas dia.

Pada tahap ketiga dilakukan tes kompetensi sesuai dengan bidang dan pengetahuan umum tentang berbangsa & bernegara, hukum dan pemberantasan korupsi. Lalu pada tahap keempat dilakukan tes bahasa Inggris.

"Karena saya melamar sebagai Penyelidik, ada juga pertanyaan tentang audit," ujarnya.

Febri Diansyah
Febri Diansyah. (Foto: MP/Ponco)

Lalu pada tahap kompetensi juga terdapat wawancara dengan konsultan. Menurut Febri, saat itu pewawancara hanya menggali hal yang relevan darinya. Bahkan ada pertanyaan mendalam tentang integritas dan independensi.

"Termasuk pertanyaan, apa yang akan anda lakukan jika tahu atasan salah?. Saya jawab, saya akan ingatkan dengan cara yang tepat," ungkap Febri.

Pegiat antikorupsi ini juga ditanyai soal situasi yang paling sulit ketika harus memilih kepentingan pribadi dengan kepentingan pelaksanaan tugas. Pun terkait kepemimpinan tim dan pengambilan keputusan.

"Saya memahami, ini pertanyaan sangat penting karena terkait aspek kepemimpinan dan konflik kepentingan," imbuhnya.

Kemudian terdapat sesi Leaderless Group Discussion yang membahas tentang nilai-nilai dasar antikorupsi seperti kejujuran dan bgaimana membangun prinsip antikorupsi dalam kehidupan masyarakat hingga bernegara.

"Proses yang dilalui cukup panjang dan saringan yang sangat ketat. Terakhir kami mengikuti tes kesehatan," kata dia.

Baca Juga:

Sejumlah Alasan Tes Kebangsaan Calon ASN KPK Dinilai Salah Kaprah

Setelah seluruh tahapan dilalui, kata Febri, peserta yang lolos seleksi dipanggil wawancara dengan unit kerja. Dia menyebut calon pegawai yang lolos tahap wawancara unit kerja ini berarti telah memenuhi kompetensi dasar. Sebelumnya KPK juga menerjunkan tim profiling ke masing-masing calon.

"Pada fase wawancara inilah digali sedemikian rupa kemampuan dan latar belakang," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Poin Penting yang Harus Dilakukan Umat saat Ikuti Misa Natal di Gereja
Indonesia
Poin Penting yang Harus Dilakukan Umat saat Ikuti Misa Natal di Gereja

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjabarkan, beberapa poin penting dalam kebijakan yang dapat dilakukan masing-masing elemen dalam menyelenggarakan ibadah Natal.

Berkaca dari Kasus Bahar dan Ferdinand, Gerindra Nilai Masyarakat Kembali Terbelah
Indonesia
Berkaca dari Kasus Bahar dan Ferdinand, Gerindra Nilai Masyarakat Kembali Terbelah

Pernyataan spontan pun bisa dengan cepat tersebar dalam hitungan menit bahkan detik

Wajib PCR untuk Calon Penumpang Pesawat Dihapus, Beban Masyarakat Jadi Berkurang
Indonesia
Wajib PCR untuk Calon Penumpang Pesawat Dihapus, Beban Masyarakat Jadi Berkurang

Pemerintah mengumumkan penghapusan kewajiban syarat tes PCR untuk pelaku perjalanan penerbangan atau transportasi udara.

TNI AL Lakukan Serbuan Vaksinasi ke Pesantren di Jawa Barat
Indonesia
TNI AL Lakukan Serbuan Vaksinasi ke Pesantren di Jawa Barat

Pada awalnya, Angkatan Laut menyasar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan kampung nelayan. Tapi kemudian sasaran meluas ke pondok pesantren, universitas, dan sekolah-sekolah.

Gibran Imbau Relawan Jokowi Tidak Polisikan Ubedilah Badrun
Indonesia
Penyekatan Urungkan 2,1 Juta Warga Yang Tadinya Masih Ingin Ngotot Mudik
Indonesia
Penyekatan Urungkan 2,1 Juta Warga Yang Tadinya Masih Ingin Ngotot Mudik

Provinsi DKI Jakarta tetap akan melakukan pengetatan dua lapis untuk mengantisipasi arus mudik dan balik yang terjadi hingga akhir bulan.

Liburan Idul Adha, Pemeriksaan Seluruh Perjalanan Darat Bakal Diperketat
Indonesia
Liburan Idul Adha, Pemeriksaan Seluruh Perjalanan Darat Bakal Diperketat

Pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk membatasi adanya pergerakan masyarakat berkaitan dengan libur Idul Adha.

Redam Lonjakan COVID-19, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian
Indonesia
Redam Lonjakan COVID-19, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian

Satgas Penanganan COVID-19 meminta masyarakat tidak berkerumun dan bepergian untuk mencegah lonjakan virus corona (COVID-19).

Kang Emil Pastikan Pelaku Dugaan Pungli di TPU Cikadut Diproses Hukum
Indonesia
Kang Emil Pastikan Pelaku Dugaan Pungli di TPU Cikadut Diproses Hukum

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memastikan bahwa para pelaku pungutan liar di TPU Cikadut dipecat dan diproses hukum oleh aparat kepolisian.

6 Fraksi Desak Ketua DPRD Gelar Pelepasan Saham Miras DKI
Indonesia
6 Fraksi Desak Ketua DPRD Gelar Pelepasan Saham Miras DKI

Sebanyak 6 fraksi DPRD DKI sudah mengirimkan surat resmi ke pimpinan Prasetyo Edi Marsudi untuk mendesak pembahasan pelepasan saham bir milik pemprov di PT Delta Jakarta.