Kisah Inspiratif HUT RI
Cerita Dua Peneliti Indonesia di Inggris Ikut Kembangkan Vaksin COVID-19 Satria Arief Prabowo dan Indra Rudiansyah. Foto: BBC Indonesia

MerahPutih.com - Sejumlah negara masih mengembangkan vaksin COVID-19. Salah satunya adalah Inggris. Di balik itu, ada cerita soal dua peneliti asal Indonesia yang turut andil dalam pengembangan vaksin corona.

Keduanya adalah Satria Arief Prabowo dan Indra Rudiansyah. Sebelumnya, mereka terlibat dalam penelitian di Universitas Oxford, sebelumnya melakukan penelitian vaksin malaria sebelum ikut mengembangkan vaksin COVID-19.

Baca Juga

Jumlah Penderita COVID-19 di Sejumlah Wilayah ini Bikin Waspada

Vaksin suntik yang dikembangkan Universitas Oxford telah memasuki fase tiga dan disebut para peneliti universitas itu pada bulan September ini dapat diproduksi massal. Sementara, vaksin oral berbentuk tablet, yang tengah dikembangkan sedang dan akan berjalan di Ukraina, China, Inggris dan Mongolia

"Untuk uji klinis fase ketiga yang akan melibatkan ribuan partisipan, direncanakan akan dimulai pada tahun depan dan target kami pada pertengahan 2021 sudah bisa didapatkan indikasi bahwa vaksin ini akan dapat bekerja sesuai harapan," ujarnya dilansir BBC Indonesia, Kamis (13/8)

Indra Rudiansyah

Hasil memuaskan dalam uji vaksin TBC, ungkap Satria, yang membuat tim peneliti, mengharapkan hasil serupa pada vaksin COVID-19.

"Harapan kami tentunya untuk mendapatkan hasil yang serupa untuk vaksin oral COVID-19," tambah dokter lulusan Universitas Airlangga, Surabaya ini.

Ketika wabah virus asal Tiongkok ini mulai menyerang, Indra langsung mendaftarkan diri untuk terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19 Januari lalu. Menurutnya, melakukan "uji respons imun antibodi yang dihasilkan para sukarelewan yang telah divaksinasi.

"Penelitian vaksin covid ini cukup menantang karena kita berpacu melawan waktu sehingga pekerjaan bersifat sangat dinamis. Seringkali protokol yang digunakan diupdate berdasarkan hasil yang didapat sehingga kita harus selalu mengejar dengan perkembangan infomasi scientific yang beredar agar hasil yang didapat maksimum," sambungnya.

Ia mengatakan terlibat dalam beberapa pengembangan vaksin lain seperti rotavirus dan polio sebelum melanjutkan program doktoral di Universitas Oxford ini.

"Namun, ini pertama kalinya saya terlibat dalam pengembangan vaksin untuk pandemik di mana pandemik tersebut sedang berlangsung. Tentu saja protokol keamanan semakin diperketat mengingat kita tetap harus menerapkan jaga jarak di laboratorium, menjadi tantangan tersendiri dalam bekerja dengan vaksin ini," ungkapnya.

Satria Arief Prabowo

Satria Arief Prabowo menceritakan awal dirinya terlibat dalam pengembangan vaksin ini. Ia diminta untuk mengembangkan vaksin oral COVID-19 berbentuk tablet.

"Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang muncul awal tahun ini, kami mencoba menerapkan platform vaksin oral ini untuk corona, yang memiliki kemiripan dengan Tuberkulosis yaitu sama-sama menyerang saluran pernafasan. Tentunya untuk vaksin oral COVID-19 juga perlu melalui uji klinis fase satu, dua sampai tiga." tegasnya.

Baca Juga

Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan

"Harapannya dalam waktu dekat, kami juga akan dapat melaksanakan uji klinis di Surabaya. Saat ini proses pengembangan vaksin bersama Institute of Tropical Disease (ITD), Unair sedang dalam tahap persetujuan etis yang membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu sampai sebulan. Setelah itu, siap diuji klinis," tutupnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
90 Persen Penumpang di Bandara Soetta Dalam Rangka Perjalanan Dinas
Indonesia
90 Persen Penumpang di Bandara Soetta Dalam Rangka Perjalanan Dinas

Setiap orang yang masuk kriteria tersebut harus melampirkan dokumen-dokumen sebagaimana tercantum di dalam SE 04/2020

2,3 Juta Data WNI Diretas, Pengamat: Pecat Semua Komisioner KPU
Indonesia
2,3 Juta Data WNI Diretas, Pengamat: Pecat Semua Komisioner KPU

Akun Twitter @underthebreach pada Jumat (22/5), memposting pengakuan akan menampilkan 2,3 juta data kependudukan Indonesia dan pemilihan umum.

Biayai COVID-19, Surat Utang Negara Masih Dilirik Investor
Indonesia
Biayai COVID-19, Surat Utang Negara Masih Dilirik Investor

Saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku pasar keuangan dalam negeri dan juga Bank Indonesia (BI) Keterlibatan bank sentral dalam membeli SBN pemerintah di pasar perdana.

Kemensos Terima Bantuan Ribuan Hygiene Kit untuk WNI Korban Perdagangan Orang
Indonesia
Kemensos Terima Bantuan Ribuan Hygiene Kit untuk WNI Korban Perdagangan Orang

Kemitraan yang baik dengan Kemensos dan kementerian terkait lainnya, IOM akan melaksanakan berbagai kegiatan

 Pilwakot Solo, Pesaing Gibran Keluhkan Sering Diserang Masalah Umur
Indonesia
Pilwakot Solo, Pesaing Gibran Keluhkan Sering Diserang Masalah Umur

"Usia saya genap 71 tahun pada tanggal 28 Desember lalu. Memang saya sudah kepala tujuh, tetapi enggan disebut tidak berjiwa muda," ujar Purnomo

Pemerintah Dapat 'Lampu Hijau' Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat
Indonesia
Pemerintah Dapat 'Lampu Hijau' Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

Indonesia memiliki kerja sama pertahanan dengan banyak negara

Lurah Petamburan Langsung Isolasi Mandiri
Indonesia
Lurah Petamburan Langsung Isolasi Mandiri

Setiyanto diketahui pada Selasa (17/11) pagi mendapatkan hasil tes cepat swab antigen positif

Peserta CFD Masih Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Peserta CFD Masih Langgar Protokol Kesehatan

Pengunjung masih banyak yang tidak menggunakan masker.

Maju Independen, Pasangan Bagyo-Supardjo Jadi Calon Boneka Lawan Gibran atau Purnomo?
Indonesia
Maju Independen, Pasangan Bagyo-Supardjo Jadi Calon Boneka Lawan Gibran atau Purnomo?

Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) mengklaim telah mendapatkan dukungan sebanyak 37.500 e-KTP.

Mau Daftar Politeknik PU? Cukup Sertakan Nilai Raport
Indonesia
Mau Daftar Politeknik PU? Cukup Sertakan Nilai Raport

seleksi PMB Politeknik PU kali ini tidak dilaksanakan melalui tes tertulis, tetapi dengan menggunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer .