Cerita Cinta Istri Muda di Balik Kasus Suap Bansos Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara menjalani sidang pembacaan dakwaan. (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Kuasa hukum eks Mensos Juliari Batubara, Maqdir Ismail menyebut akan mendalami perihal aliran uang suap yang didakwakan kepada kliennya dari dua mantan pejabat Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Keduanya dihadirkan jaksa dalam sidang yang digelar hari ini, Senin (31/5). Tapi sampai sejauh ini belum ada kesaksian yang menyebutkan uang suap sebesar Rp 32,48 miliar itu mengalir ke JBP.

Baca Juga

Penyuap Juliari Ungkap Operator Ihsan Yunus 'Sakti' Urus Kuota Bansos di Kemensos

Maqdir mencium ada upaya pihak-pihak yang sengaja membuang kesalahan dan tentunya diarahkan kepada kliennya. Seperti soal pencatutan nama.

"Jika benar ada kesengajaan dari MJS dan AW catut nama JPB untuk meminta uang, kemudian sengaja keterangan mereka di BAP mengatakan uang yang mereka terima untuk kepentingan JPB. Dapat dipastikan keterangan kedua saksi ini, bukan keterangan saksi yang dalam banyak literatur kita kenal sebagai saksi mahkota. Tetapi keterangan saksi durhaka," imbuhnya.

Maqdir melihat keterangan kedua mantan pejabat Kemensos ini dinilai mengada-ada. Dia menyebut, pernyataan keduanya bisa jadi hanya untuk menyeret Juliari.

"Keterangan yang mereka sampaikan adalah keterangan saksi jahat, karena apa yang mereka sampaikan adalah bentuk upaya mereka untuk melibatkan orang lain, sebab dengan begitu mereka berharap mendapat keringanan hukuman," ungkap Maqdir.

Terdakwa korupsi bansos Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Agenda sidang mantan Menteri Sosial tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Terdakwa korupsi bansos Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Agenda sidang mantan Menteri Sosial tersebut adalah mendengarkan keterangan saksi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Menurut Maqdir, jika ada pernyataan adanya permintaan fee sebagai arahan dari Juliari Peter Batubara, dapat dipastikan bahwa dengan keterangan tersebut berkehendak untuk melimpahkan tanggungjawab menerima suap kepada atasannya.

"Khusus terhadap MJS, menurut hemat saya, bukan orang yang layak dipercaya, karena dengan serakah telah menggunakan jarahannya yang dikatakan seolah-olah untuk kepentingan JPB, telah digunakan bersenang-senang dengan Daning Saraswati, yang dikatakan oleh HVS sesuai pengakuan MJS sebagai istri mudanya," papar Maqdir.

Bukan itu saja, Maqdir menyebut, MJS juga telah menggunakan uang fee yang ditarik dari vendor untuk kepentingan modal Daning Saraswati sebasar Rp 3 miliar.

"Uang itu digunakan untuk membeli rumah bersama Dancing, beli mobil untuk Daning 2 unit dan untuk dirinya sendiri 1 unit," tegas Maqdir.

"Sifat jahat dari MJS semakin terlihat ketika memindah semua uang yang dia minta dari vendor ke rumahnya bersama Daning Saraswati di Komplek Yara E5-7 Jakarta Gardenia City Cakung. Tentu saja ada uang yang dia sengaja bawa ke Bandung ke rumah istri tuanya," imbuh Maqdir.

Dengan begitu Maqdir menegaskan, fakta tersebut dinilai tidak bisa diasumsikan bahwa uang yang dikuasai oleh Matheus Joko Santoso akan dia serahkan kepada Juliari Peter Batubara.

"Fakta ini membuktikan kebenaran bahwa MJS secara sengaja mengambil keuntungan yang besar dari proses pengadaan bansos dengan cara mencatut nama JPB," tegas Maqdir. (Pon)

Baca Juga

Terpidana Suap Bansos Mengaku Tak Pernah Diminta Fee Oleh Juliari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketum PBNU Juluki Jokowi Bapak Infrastruktur
Indonesia
Ketum PBNU Juluki Jokowi Bapak Infrastruktur

Bareskrim Polri menangkap tersangka kasus penipuan yang merugikan negara Rp 233 miliar bernama IR Burhanuddin.

KPK Kembali Panggil Elite Partai Demokrat Andi Arief
Indonesia
KPK Kembali Panggil Elite Partai Demokrat Andi Arief

KPK terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud.

Penjelasan Mabes Polri soal Isu Pencopotan Kapolda Sumsel
Indonesia
Penjelasan Mabes Polri soal Isu Pencopotan Kapolda Sumsel

Menyoal apakah ada rotasi, Argo menyampaikan, pencopotan jabatan, rotasi dan lainnya ada aturannya. Menurut dia, hal itu ada aturannya.

Kecelakaan di Tol Jombang, Vanessa Angel dan Suaminya Dilaporkan Meninggal
Indonesia
Kecelakaan di Tol Jombang, Vanessa Angel dan Suaminya Dilaporkan Meninggal

Mobil yang ditumpangi Vanessa Angel dan suaminya mengalami kecelakaan di Tol Jombang di KM 672, Jawa Timur, Kamis (4/11).

 Vaksinasi Booster, DPR Minta Pemerintah Tak Lupakan Target 70 Persen Dosis Lengkap
Indonesia
Vaksinasi Booster, DPR Minta Pemerintah Tak Lupakan Target 70 Persen Dosis Lengkap

Vaksinasi booster sudah dimulai meski masyarakat yang menerima vaksin dosis lengkap baru sekitar 56,04 persen.

Satu Tangki Kilang Cilacap Terbakar Berisi Produksi Pertalite
Indonesia
Satu Tangki Kilang Cilacap Terbakar Berisi Produksi Pertalite

Satu tangki kilang minyak Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, yang terbakar berisi produk Pertalite.

Dubes RI Untuk Ukraina Meninggal Dunia
Indonesia
Dubes RI Untuk Ukraina Meninggal Dunia

Saat menjabat sebagai Dubes RI di Ukraina, Ghafur telah berjasa dalam membantu evakuasi WNI ketika awal invasi Rusia

Polisi Tangkap 10 Pelaku Perusakan Rumah Ibadah Jamaah Ahmadiyah di Sintang
Indonesia
Polisi Tangkap 10 Pelaku Perusakan Rumah Ibadah Jamaah Ahmadiyah di Sintang

Mahfud pada Jumat menghubungi Kapolda dan Gubernur Kalimantan Barat untuk mengetahui dan memastikan peristiwa penyerangan dan perusakan rumah ibadah milik Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin

Anak usia bawah lima tahun (balita) Baduy menerima vaksin imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti campak dan polio pada bulan Maret 2010.

Separuh Perjalanan Pemerintahan Oded-Yana Dihabiskan Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Separuh Perjalanan Pemerintahan Oded-Yana Dihabiskan Tangani Pandemi COVID-19

Pemerintahan Kota Bandung di bawah Oded M. Danial dan Yana Mulyana memasuki tahun ketiga. Pada paruh perjalanannya dihabiskan untuk menghadapi pandemi COVID-19.