Cerita Artidjo Alkostar Ditawari Suap: Anda Keluar atau Saya Suruh Tangkap Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar di Jakarta, Selasa (25/2) (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberabtasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar menceritakan pengalaman dirinya saat menjabat sebagai Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA).

Artidjo mengaku kerap ditawari uang suap untuk menangani sejumlah perkara. Dia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh seorang pengusaha dari Surabaya untuk bermain dalam sebuah kasus.

Baca Juga:

Pimpinan KPK: Artidjo Alkostar Punya Komitmen Tinggi Berantas Korupsi

"Pak Artidjo, (hakim) yang lain sudah," kata Artidjo, sambil menirukan pengusaha asal Surabaya itu di Gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2).

Pria kelahiran Situbondo, Jawa Timur pada 22 Mei 1948 itu, tidak merinci identitas pengusaha asal Surabaya tersebut. Akan tetapi, tindakan yang dilakukan pengusaha itu membuat Artidjo naik darah.

Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar geram hendak disuap koruptor
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar (MP/Ponco Sulaksono)

"(Saya bilang) detik ini anda keluar. Kalau tidak, kursi anda akan saya tendang atau saya suruh tangkap. Keluar dia," ujar Artidjo.

Namun, pengusaha tersebut tak pantang menyerah setelah ditolak mentah-mentah oleh Artidjo. Beberapa hari kemudian, pengusaha tersebut kembali datang dengan membawa salinan cek yang tinggal diisi oleh nomor rekening Artidjo.

Integritas Artidjo tak juga goyah. Bahkan, perbuatan pengusaha itu semakin membuat Artidjo naik darah. Mantan Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta itu tetap menolak tawara tersebut.

"Saya bilang dengan pedas, saya terhina dengan saudara itu. Jangan dilanjutkan lagi, kalau dilanjutkan urusannya menjadi lain. Saya ancam," ungkap Artidjo.

Alhasil, pengusaha asal Surabaya itu tak pernah kembali menemuinya. Menurutnya, penolakan terhadap uang suap perlu dilakukan untuk memberi keadilan dalam menangani sebuah kasus.

Akan tetapi, Artidjo juga pernah ditawari uang suap oleh seorang pengacara yang tidak ia sebutkan identitasnya. Saat itu, kata dia, pengacara tersebut mengaku mengenal Artidjo sesaat menjabat di LBH Yogyakarta.

"Pak Artidjo, sering mau disogok berapa jumlahnya? Satu perkara yang tidak bisa saya sebutkan," ujar Artidjo.

Dia mengatakan pengacara itu sampai melobi beberapa pegawai MA untuk dipertemukan olehnya. Namun, akibat sikapnya yang disegani, tidak ada satupun pegawai MA yang berani meladeni.

Baca Juga:

Agus Rahardjo Nilai Artidjo Alkostar Cocok Jadi Dewan Pengawas KPK

Artidjo enggan merinci pengacara dari kasus apa yang dimaksud. Namun, dia mengatakan bahwa klien pengacara itu sudah didakwa oleh hukum.

Artidjo menyatakan, dirinya enggan menerima uang panas untuk menangani sebuah perkara. Dia mengaku tegas menolak bertemu maupun menerima uang dari pengacara tersebut untuk mempermainkan kasus.

"Kalau sekarang mohon maaf tidak bisa. Salam takzim saja saya untuknya. Karena itu melanggar kode etik," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Legislator PDIP Tuntut Dewas Audit KPK, Artidjo Alkostar Buka Suara

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH