Cerianya Penderita Thalassemia di RSCM Kedatangan Teman-Teman Komunitas Banteng Muda Ketua Umum KBM, Banyu Biru Djarot bersama penderita thalassemia (ist)

Merahputih.com - Komunitas Banteng Muda (KBM) kembali menggelar kegiatan sosial untuk kesekian kalinya di Bulan Ramadan. Kali ini, kegiatan diadakan bagi para penderita thalassemia yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Gedung Kiara, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, kamis (7/6).

Sambutan dengan senyum hangat sangat terasa ketika teman-teman KBM memasuki ruang transfusi darah di lantai dua Gedung Kiara RSCM. Bahkan, beberapa orang di antara mereka sangat ceria menerima kehadiran teman-teman yang terdiri dari Ketua Umum KBM, Banyu Biru Djarot, didampingi Sekretaris Jenderal, Lexyndo Hakim, Fajrin Saadi, Yulius Pratomo, Mikhael Sinaga, Arninne dan Travina.

Para penderita thalassemia ini sendiri tidak hanya orang-orang dewasa, bahkan anak-anak kecil hingga bayi yang masih berusia di bawah satu tahun juga harus menjalani transfusi darah. Beruntung, kantong darah yang dimiliki oleh RSCM selalu lebih dari cukup.

"Kami mendapatkan informasi bahwa di RSCM ini dahulu punya satu gedung sendiri untuk yayasan thalasemia tapi semenjak direnovasi dan dijadikan satu gedung Kiara tersebut, dibuatlah khusus transfusi bagi thalasemia. Kiara sendiri adalah pusat kesehatan ibu dan anak, serta didedikasikan untuk pusat rujukan tertinggi bagi golongan kurang mampu (BPJS oriented) tapi tetap canggih, terbaik, terlengkap dan termurah," kata Lexy, sapaan Lexyndo Hakim, di sela-sela kunjungan di RSCM Kiara.

Sekjen KBM, Lexyndo Hakim saat bersama salah seorang penderita thalassemia di RSCM Gedung Kiara, kamis (7/6) (ist)

Lexy menambahkan mereka yang berobat di ruang perawatan thalassemia ini berasal dari berbagai kalangan dan ada pula dari daerah diluar Jakarta. Namun, suasana akrab terlihat jelas di dalam, bahkan anak-anak maupun remaja saling berbaur satu sama lain sembari menunggu proses transfusi selesai.

Ketua Umum KBM, Banyu Biru Djarot mengatakan bahwa kepada anggotanya, dia selalu sampaikan kalau ber-KBM itu ya sebarkan kebaikan, lupakan pamrih, do good feel good. "Khusus untuk hari ini, gak pernah terbayang saya akan dapat melihat dan bertemu langsung teman-teman adek-adek penderita Thalasemia, tapi yang pasti, saya bahagia sekali tadi melihat para penderita dan orang tua maupun pendampingnya bisa tertawa bareng, lupa sejenak namanya obat dan jarum infus untuk transfusi darah," ujarnya.

"Mari kita mensyukuri hidup, berpikir positif dan terus tebarkan kebaikan, kembangkan jiwa sosial kemanusiaan dengan penuh kreatifitas, dalam bingkai trijiwa KBM", tambah Banyu.

Kunjungan selama lebih kurang 1 jam tersebut, diisi dengan ngobrol dengan sesama pasien yang sedang transfusi sembari bercanda bersenda gurau dengan suasana yang cair.

Keakraban Ketua Umum KBM, Banyu Biru Djarot bersama anak penderita thalassemia (ist)

Thalasemia sendiri adalah penyakit genetik, kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal. Di mana sum-sum tulang belakang tidak atau kurang mampu menciptakan sel darah merah yang baik sehingga kedaluarsa sebelum waktunya.

Untuk orang normal, sel darah merah bisa hidup selama 120 hari dan sanggup membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Sedangkan penderita thalassemia sel darah merah hanya mampu bertahan kurang dari itu, bahkan tidak sanggup membawa oksigen, meski sum-sum tulang belakang masih memproduksi sel darah merah.

Akibatnya, para penderita thalassemia ini harus menjalani transfusi darah berkali-kali. Paling lama satu minggu dan terkadang mapu bertahan hingga satu bulan lamanya setelah transfusi terakhit. Namun, tindakan medis ini juga memiliki efek samping, salah satunya pembengkakkan limpa. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH