CEO Zoom Tiba-tiba Minta Maaf Pada Para Pengguna, Ini Penyebabnya CEO Zoom meminta maaf pada para penggunanya (Foto: zoom)

PANDEMI virus Corona membuat sejumlah perusahaan menerapkan Work from Home (WFH) bagi para karyawannya. Saat para karyawan mulai bekerja dari rumah, aplikasi konferensi video Zoom pun kian marak digunakan. Hal itu lantaran sangat berguna untuk 'meeting online'.

Tapi, seiring kian banyaknya digunakan oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia, aplikasi Zoom pun kian menjadi sorotan.

Baca Juga:

Viral! Cara Unik Seorang Ayah Modifikasi Ransel Untuk Lindungi Bayinya dari Virus Corona

Zoom belum lama ini diterpa isu soal privasi atau keamanan (Foto: pixabay/d_a)

Namun, seperti yang dilansir dari laman CNN, belakangan ini Zoom diterpa isu miring soal privasi atau keamanan, karena ada sebuah kasus orang tak dikenal ikut masuk saat meeting. Terkait hal itu, CEO Zoom, Eric Yuan pun melayangkan permintaan maafnya.

"Kami menyadari tak mencapai harapan tentang privasi dan keamanan, baik dari masyarakat atau kami sendiri. Karena itu, saya benar-benar minta maaf," ucap Eric.

Baca Juga:

Virus Corona Bisa Dideteksi Lewat Suara dengan Aplikasi Ini?

Terkait hal itu, dalam 90 hari ke depan, Eric tak akan menambahkan fitur baru pada Zoom. Hal itu karena Zoom ingin fokus memperbaiki masalah yang ada. selain itu, Zoom juga sudah menghentikan fungsi pengiriman data pada Facebook yang dipermasalahkan oleh banyak pihak.

Zoom akan fokus memperbaiki masalah yang ada (Foto: addictivetips)

Ditengah pandemi virus Corona, Zoom banyak diandalkan pegawai atau pejabat karena mudah digunakan ketiak ingin meeting online. Eric mengklaim pada bulan maret, setiap harinya tak kurang dari 200 juta meeting digelar lewat Zoom .

Dalam minggu ini, Zoom diselidiki oleh FBI lantaran dikhawatirkan berpotensi disusupi oleh Hacker. Selain itu, ada pula gugatan yang dilayangkan terkait pembagian data ke Facebook.

Mengenai gugatan tersebut, Yuan membela diri dengan mengatakan Zoom dibuat khususnya untuk institusi besar dengan dukungan TI penuh, seperti Universitas, lembaga keuangan atau pemerintahan.

Namun, sayangnya akibat membludaknya pemakaian individu, Zoom kurang mengantisipasi hal tersebut.

"Kami tak mendasain produk dengan perkiraan dalam hitungan minggu setiap orang di dunia mendadak bekerja, bersosialisasi dan belajar dari rumah, kami sekarang pengguna yang jauh lebih banyak, dan itu menjadi tantangan yang tak kami antisipasi" tutup Eric. (ryn)

Baca Juga:

Instagram Hadirkan Fitur Baru untuk Batasi Konten Sensitif?

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH